Berita Terkini
Trending Tags

Stasiun Magetan Makin Sibuk! Ribuan Penumpang Turun Naik, Ini Alasannya!

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Rabu, 25 Jun 2025
  • visibility 70
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
KA Bias tujuan tengah melintas di Stasiun Barat Magetan, Foto : Istiemewa

Sinergia | Kab. Magetan – Tidak banyak yang menyangka, Stasiun Magetan yang dahulu bernama Stasiun Barat kini menjelma menjadi simpul penting transportasi kereta api di jalur selatan Jawa. Terletak di Desa Karangsono, Kecamatan Barat, stasiun ini bukan sekadar titik pemberhentian melainkan bagian strategis dari mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi regional. Pada tahun 2025, jumlah penumpang yang naik dan turun di stasiun ini terus menunjukkan tren peningkatan.

Tak hanya melayani perjalanan kereta jarak jauh, Stasiun Magetan juga menjadi titik vital untuk layanan kereta lokal, terutama KA Bandara Adi Soemarmo (KA BIAS). Kereta ini telah menjadi solusi mobilitas harian yang praktis dan terjangkau bagi warga Magetan menuju wilayah sekitar, termasuk akses ke Bandara Solo.

Dari data yang dihimpun PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 7 Madiun, tingkat okupansi penumpang di Stasiun Magetan terus mengalami peningkatan signifikan. Sejak KA BIAS resmi berhenti di stasiun ini pada akhir 2024, tercatat terjadi lonjakan penumpang yang cukup menggembirakan.

“Sejak KA BIAS beroperasi dari dan ke Stasiun Madiun, jumlah penumpang di Stasiun Magetan cukup tinggi. Untuk periode November hingga Desember 2024, tercatat sebanyak 3.224 penumpang naik dan 3.088 penumpang turun,” ungkap Rokhmad Makin Zainul, Manajer Humas Daop 7 Madiun, Rabu (25/06/2025).

Lebih lanjut, tren positif tersebut terus berlanjut sepanjang awal tahun 2025. Pada periode Januari hingga Mei 2025, sebanyak 6.481 penumpang naik dari Stasiun Magetan dan 8.938 penumpang turun.

“Ini mencerminkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta api, khususnya KA BIAS yang kini menjadi tulang punggung perjalanan harian warga Magetan,” tambah Zainul.

Dengan bertambahnya jumlah perjalanan kereta yang berhenti di Stasiun Magetan, PT KAI optimistis peran stasiun ini akan semakin besar, tidak hanya dalam aspek transportasi, tetapi juga dalam mendorong sektor lain seperti pariwisata dan ekonomi lokal.

“Kami berharap, bertambahnya layanan kereta di Stasiun Magetan akan semakin membuka aksesibilitas warga terhadap transportasi yang aman, nyaman, dan tepat waktu. Ini juga menjadi bagian dari komitmen KAI untuk mendukung pembangunan daerah melalui layanan massal yang andal,” tegas Zainul.

Ke depan, Stasiun Magetan diharapkan tak hanya menjadi tempat singgah, tapi juga motor penggerak konektivitas kawasan Barat, Magetan menghubungkan masyarakat dengan pusat ekonomi, pendidikan, dan pariwisata yang lebih luas.

Kusnanto – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Nilai Paket Tak Sesuai Anggaran, Kanang Soroti Pelaksanaan Program MBG

    Nilai Paket Tak Sesuai Anggaran, Kanang Soroti Pelaksanaan Program MBG

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 81
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Dorongan evaluasi terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menguat. Anggota Komisi VI DPR RI, Budi Sulistyono atau Kanang, meminta pemerintah meninjau ulang seluruh mekanisme program menyusul berbagai persoalan yang muncul di sejumlah daerah. Kanang mengatakan evaluasi diperlukan setelah muncul laporan dugaan keracunan makanan, ketidaksesuaian kualitas menu, hingga selisih nilai […]

    Bagikan
  • Disnaker Kota Madiun Mediasi Perselisihan PHK antara Eks-Pekerja dan JTV

    Disnaker Kota Madiun Mediasi Perselisihan PHK antara Eks-Pekerja dan JTV

    • calendar_month Jumat, 16 Mei 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 65
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah (Disnaker-KUKM) Kota Madiun memfasilitasi mediasi antara mantan pekerja dan pihak manajemen JTV dalam kasus perselisihan pemutusan hubungan kerja (PHK). Mediasi ini dilakukan setelah upaya penyelesaian secara bipartit tidak membuahkan kesepakatan. Mediator Hubungan Industrial Muda Disnaker-KUKM Kota Madiun, Hary Aprianto, menjelaskan bahwa mediasi […]

    Bagikan
  • Ini Sosok Indah Bekti Pertiwi yang Diduga Dekat Direktur RSUD dr. Harjono Ponorogo

    Ini Sosok Indah Bekti Pertiwi yang Diduga Dekat Direktur RSUD dr. Harjono Ponorogo

    • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 74
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Di tengah sorotan publik atas kasus dugaan suap dan gratifikasi yang menyeret Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko, nama Indah Bekti Pertiwi kembali mencuat dengan kabar mengejutkan. Perempuan yang disebut-sebut sebagai teman dekat Direktur RSUD dr. Harjono Ponorogo, Yunus Mahatma, itu ternyata menggugat cerai suaminya. Gugatan tersebut teregistrasi dengan Nomor Perkara 1623/Pdt.G/2025/PA.PO dan […]

    Bagikan
  • LBH Ajukan Praperadilan, Kejari Magetan Digugat Atas Dugaan Kelambanan Penanganan Kasus

    LBH Ajukan Praperadilan, Kejari Magetan Digugat Atas Dugaan Kelambanan Penanganan Kasus

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 290
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Langkah hukum tidak biasa ditempuh LBH Parade Keadilan. Lembaga bantuan hukum tersebut resmi mengajukan permohonan praperadilan terhadap Kejaksaan Negeri Magetan ke Pengadilan Negeri Magetan, Selasa (24/2/2026). Praperadilan tersebut merupakan respons atas dugaan undue delay atau kelambanan penanganan laporan dugaan tindak pidana korupsi yang telah dilayangkan sejak 27 November 2025. Hingga penghujung […]

    Bagikan
  • Perempuan Paruh Baya Diduga Hanyut Saat Buang Hajat di Sungai

    Perempuan Paruh Baya Diduga Hanyut Saat Buang Hajat di Sungai

    • calendar_month Kamis, 23 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 60
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Warga Desa Cantel, Kecamatan Pitu, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, digemparkan dengan hilangnya seorang perempuan bernama Sri Wahyuni (53) pada Rabu (22/10/2025) sore. Ia dilaporkan tak kembali ke rumah setelah pamit buang hajat ke sungai yang berjarak sekitar 80 meter dari tempat tinggalnya. Hingga malam hari, keberadaan Sri Wahyuni belum juga diketahui. […]

    Bagikan
  • Bendungan Kedungrejo Ambrol, 1.400 Hektar Sawah di Madiun Terancam Kekeringan

    Bendungan Kedungrejo Ambrol, 1.400 Hektar Sawah di Madiun Terancam Kekeringan

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 168
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Bendungan Kedungrejo di Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun, mengalami kerusakan parah setelah bangunan pengendali aliran air tersebut ambrol pada Jumat (27/3/2026). Kondisi diperparah dengan longsornya tebing di sekitar bendungan pada Selasa (31/3/2026) dini hari. Kerusakan ini menyebabkan aliran air irigasi dari Sungai Jeroan terhenti, sehingga ribuan hektare lahan pertanian di dua kecamatan […]

    Bagikan
expand_less