Enam Ribu Santri Ponpes Darul Huda Mayak Dipulangkan Dengan 70 Bus
- account_circle Ega Patria
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 19
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ponorogo – Sekitar enam ribu santri dan santriwati Pondok Pesantren Darul Huda Mayak, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, dipulangkan ke daerah asal masing-masing pada Sabtu (7/3/2026). Proses pemulangan dilakukan secara bertahap dengan menyiapkan puluhan armada bus.
Sejak pagi hari, para santri tampak bersiap meninggalkan kompleks pondok. Mereka mengemas pakaian serta buku ke dalam tas sebelum menuju armada bus yang telah disediakan di halaman pondok. Suasana haru dan bahagia terlihat saat para santri bersiap kembali ke kampung halaman.
Sebanyak 70 armada bus disiapkan untuk mengantar santri yang berasal dari berbagai daerah di Pulau Jawa. Sementara santri yang berasal dari luar Jawa dijadwalkan pulang pada sore hingga malam hari dengan tambahan sekitar 15 armada bus.
Santriwati Darul Huda Mayak, Alviatul Soliah, mengaku senang bisa kembali pulang setelah lama tinggal di pondok pesantren. Ia mengatakan momen libur panjang ini menjadi kesempatan untuk berkumpul kembali bersama keluarga.
“Senang sekali karena bisa bertemu orang tua dan merasakan suasana rumah lagi. Sudah lama tidak pulang,” ujarnya.

Hal serupa juga disampaikan santriwati lainnya, Cindy Maulina. Ia mengaku para santri mendapat libur sekitar satu bulan untuk menyambut Ramadan dan Hari Raya Idulfitri.
Kepala Bagian Kepesantrenan Putra Ponpes Darul Huda Mayak, KH Abdul Wachid Hasyim, menjelaskan bahwa hampir seluruh santri dipulangkan karena kurikulum pembelajaran di pondok telah selesai menjelang Ramadan.
“Total santri yang pulang hampir enam ribu orang. Mereka mendapatkan libur panjang selama bulan Ramadan hingga Hari Raya,” jelasnya.
Selama masa liburan, para santri juga diharapkan dapat mengamalkan ilmu agama yang telah dipelajari di lingkungan masyarakat. Rencananya para santri akan kembali ke pondok sekitar dua pekan setelah perayaan Idulfitri.
Proses pelepasan santri dilakukan langsung oleh pimpinan pondok pesantren sebelum bus satu per satu meninggalkan area pondok menuju berbagai daerah tujuan di Indonesia. (ega)
- Penulis: Ega Patria
- Editor: Diez


