Expo Haji dan Umrah 2026 di Kota Madiun Catat Perputaran Uang Rp5,7 Miliar
- account_circle Kriswanto
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 33
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kota Madiun — Expo UMKM dan Ekosistem Haji dan Umrah 2026 di Kota Madiun mencatat perputaran uang sekitar Rp5,7 miliar selama tiga hari pelaksanaan. Kegiatan tersebut dinilai memberikan dampak ekonomi tidak hanya bagi tenant yang terlibat, tetapi juga sektor hotel, UMKM, perdagangan, dan usaha oleh-oleh di Kota Madiun.
Expo yang berlangsung sejak Jumat hingga Minggu (27/9/2026) itu secara resmi ditutup melalui kegiatan Sa’i Walk and Run yang diikuti Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf bersama jajaran Kementerian Haji dan Umrah, Plt Wali Kota Madiun, Bank Jatim, serta masyarakat.
Kegiatan Sa’i Walk and Run dimulai dari Masjid Agung Baitul Hakim, melintasi kawasan Pahlawan Street Center, dan berakhir di Stadion Wilis. Antusiasme masyarakat terlihat sepanjang rangkaian kegiatan, termasuk pada hari terakhir saat panitia membagikan berbagai door prize.

Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf mengatakan, angka Rp5,7 miliar merupakan transaksi yang tercatat di dalam area expo. Nilai tersebut belum termasuk aktivitas ekonomi yang terjadi di luar lokasi acara.
“Transaksi di dalam sini sekitar Rp5,7 miliar. Sementara yang di luar belum kita hitung, termasuk hotel, kemudian oleh-oleh sekitar sini, dan lain-lainnya,” kata Irfan.
Menurut dia, dampak ekonomi kegiatan tersebut juga berpotensi terlihat dari aktivitas bisnis yang muncul selama expo berlangsung. Salah satunya melalui business matching antara pelaku usaha Indonesia dengan mitra dari Arab Saudi.
Dalam kegiatan tersebut, terdapat nota kesepahaman (MoU) dengan sejumlah eksportir dari Indonesia dan importir dari Arab Saudi untuk pengiriman produk Indonesia dengan nilai sekitar Rp. 5 miliar.
Irfan menyebut kerja sama tersebut menjadi langkah awal untuk mendorong agar aktivitas ekonomi dari sektor haji dan umrah dapat memberikan manfaat lebih besar kepada masyarakat.
“Bukan angka yang cukup besar, tapi ini adalah awal. Awal dari upaya kita untuk menjalankan amanat Presiden. Beliau ingin haji dan umrah perputaran uangnya sebagian kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Expo UMKM dan Ekosistem Haji dan Umrah 2026 juga menjadi bagian dari upaya memperluas keterlibatan pelaku usaha dalam ekosistem haji dan umrah. Pemerintah berencana membawa kegiatan serupa ke sejumlah daerah lain, termasuk Yogyakarta dan Jawa Tengah.
“Untuk berikutnya ini akan dilaksanakan di beberapa daerah lainnya seperti Yogja maupun Jawa Tengah. Ini agar semua masyarakat mendapatkan manfaat dari kegiatan umrah dan haji ini,” kata Irfan.
Selain agenda ekonomi, rangkaian kegiatan expo juga diisi dengan kick-off manasik haji. Gus Irfan meminta calon jemaah memanfaatkan waktu persiapan untuk memahami tata cara pelaksanaan ibadah sekaligus meningkatkan kesiapan fisik.
Ia mengatakan calon jemaah masih memiliki waktu sekitar tujuh hingga delapan bulan untuk mempersiapkan kondisi fisik sebelum pelaksanaan ibadah haji.
“Kita tekankan kepada jemaah haji untuk benar-benar menyiapkan diri. Memahami rukun maupun sunnah haji. Yang kedua, kesehatan. Saya minta jemaah juga untuk mempersiapkan kesehatan fisiknya karena ibadah haji memerlukan fisik yang prima,” jelas Gus Irfan.
Sementara terkait Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH), Irfan mengatakan pemerintah masih melakukan pembahasan bersama DPR RI. Perubahan kebijakan di Arab Saudi, kondisi geopolitik, serta kenaikan biaya sejumlah penerbangan dan vendor di Arab Saudi menjadi sejumlah faktor yang diperhitungkan dalam pembahasan tersebut.
“Kita sedang berdiskusi terus karena memang ada perubahan-perubahan kebijakan di Saudi. Memang ada juga perubahan-perubahan terkait situasi geopolitik yang berimbas pada ekonomi,” pungkasnya. (Krs)
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Diez





