Siswa SD di Magetan Disayat Orang Tak Dikenal di Masjid, Pelaku Kabur Naik RX King
- account_circle Kusnanto
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 36
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Magetan – Seorang siswa kelas IV sekolah dasar di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, menjadi korban dugaan kekerasan seksual disertai penganiayaan oleh orang tak dikenal. Korban berinisial IM, warga Desa Bulugledeg, Kecamatan Bendo, mengalami luka di bagian alat vital setelah diduga disayat menggunakan pisau di sebuah masjid, Rabu (4/11/2026).
Peristiwa tersebut bermula ketika IM mengikuti kegiatan olahraga bersama guru dan teman-temannya dengan berjalan mengelilingi desa. Di tengah kegiatan, korban merasa ingin buang air besar sehingga berhenti di sebuah masjid yang memiliki fasilitas toilet.
Setelah menyelesaikan keperluannya, IM kembali ke sekolah bersama gurunya. Namun, sesampainya di sekolah, korban teringat uangnya tertinggal di toilet masjid. Korban kemudian meminjam sepeda ontel untuk kembali ke masjid seorang diri. Saat itulah, ia diduga bertemu dengan seorang pria tak dikenal yang berada di dalam masjid.
Menurut keterangan warga, pria tersebut sempat mengajak korban pergi ke sawah. Namun, ajakan itu ditolak oleh IM.
“Awalnya habis jalan-jalan olahraga, terus mampir ke masjid untuk buang air besar. Setelah itu pergi ke sekolah. Lalu teringat uangnya ketinggalan, akhirnya pergi ke masjid lagi naik sepeda sendiri,” tutur Sumarsih, warga yang mengetahui kejadian tersebut. Kamis (5/11/2026).
Sumarsih menuturkan, setelah korban menolak ajakan pelaku, pria tersebut diduga melakukan kekerasan terhadap korban menggunakan pisau.
“Di masjid itu ada laki-laki, dia dipanggil katanya mau diajak ke sawah, tetapi tidak mau. Setelah itu celananya dilepas, lalu alat vitalnya dipotong,” ungkapnya.
Korban yang mengalami luka kemudian berteriak meminta pertolongan. Suara teriakan tersebut terdengar warga yang berada di sekitar masjid. Warga pun segera mendatangi lokasi untuk memberikan pertolongan.
Namun, pelaku diduga langsung melarikan diri menggunakan sepeda motor Yamaha RX King ke arah timur. Pria tersebut disebut mengenakan helm tertutup sehingga wajahnya tidak dapat dikenali oleh warga.
Suyatno, warga lainnya, mengatakan informasi mengenai kejadian itu pertama kali diketahui setelah warga mendengar teriakan korban dan bergegas menuju masjid.
“Begitu terdengar anak itu teriak-teriak, warga langsung lari ke arah masjid untuk menolong. Pelaku sudah naik motor dan langsung kabur,” kata Suyatno.
Suyatno juga menyebut, berdasarkan informasi yang beredar di masyarakat, korban diduga sempat mendapat ancaman dari pelaku sebelum kejadian. Meski demikian, ia mengaku belum mengetahui secara pasti seluruh rangkaian peristiwa tersebut.
Dugaan kekerasan seksual terhadap anak itu kini ditangani Satreskrim Polres Magetan. Kasatreskrim Polres Magetan AKP Dwi Heroe Santoso mengatakan, pihaknya menerima laporan dari Unit Reskrim Polsek Bendo pada 4 November 2026 dan langsung melakukan penyelidikan di lokasi kejadian.

“Tim kami turun ke Bendo untuk mengecek TKP, termasuk menurunkan tim identifikasi. Saat ini sudah tiga saksi yang kami periksa, yakni ayah korban, korban sendiri, dan seorang saksi dari sekitar lokasi,” jelas Dwi Heroe.
Polisi juga tengah mendalami rekaman CCTV yang diduga merekam pelaku saat melarikan diri menggunakan sepeda motor. Namun, hingga kini identitas pelaku masih belum diketahui karena korban maupun saksi tidak mengenal pria tersebut.
“Kami masih melakukan penyelidikan di lapangan. Untuk pelaku saat ini masih dalam proses penyelidikan karena memang dari saksi maupun korban tidak mengenali pelaku,” ujarnya.
Sementara itu, korban telah mendapatkan perawatan medis di RSUD Kabupaten Magetan. Setelah menjalani pemeriksaan, IM diperbolehkan pulang ke rumah.
Dwi Heroe menyebut, polisi masih menunggu hasil visum untuk memastikan kondisi luka yang dialami korban.
“Korban saat ini sudah dalam keadaan baik. Kemarin sudah kami bawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan, dan sekarang sudah kembali ke rumah. Untuk hasil visum masih kami tunggu,” imbuhnya.
Polres Magetan mengimbau masyarakat, khususnya orang tua dan tenaga pendidik, meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak. Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan orang atau aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar.
“Kami berharap bantuan masyarakat maupun rekan-rekan media apabila mendapatkan informasi terkait pelaku agar segera disampaikan kepada kami. Kami juga mengimbau orang tua dan guru untuk memberikan edukasi kepada anak-anak serta meningkatkan kewaspadaan,” pungkas Dwi Heroe.
Penyelidikan masih terus dilakukan untuk mengungkap identitas pelaku serta memastikan rangkaian peristiwa dugaan kekerasan seksual terhadap anak tersebut. (Kus)
- Penulis: Kusnanto
- Editor: Krz/Diez





