Berita Terkini
Trending Tags

Warga Magetan Makin Banyak yang Ubah Kolom Agama KTP Jadi Kepercayaan Tuhan YME

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Senin, 15 Sep 2025
  • visibility 245
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Foto : Kusnanto – Sinergia

Sinergia | Magetan – Kesadaran masyarakat Magetan untuk menampilkan identitas sesuai keyakinannya di Kartu Tanda Penduduk (KTP) semakin meningkat. Hal ini terlihat dari tren warga yang mengubah kolom agama menjadi Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dalam dokumen kependudukan.

Berdasarkan data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), sepanjang semester II 2024 tercatat 17 warga melakukan perubahan tersebut. Jumlah serupa kembali muncul pada semester I 2025.

“Sejak putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 97/PUU-XIV/2016 diberlakukan, total sudah ada sekitar 133 warga yang mengubah kolom agama di KTP menjadi Kepercayaan Tuhan YME,” ungkap Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk Disdukcapil Magetan, Noor Endah Fillaili, Senin (15/9/2025).

Menurut Endah, alasan utama warga berani mengubah identitas di KTP karena adanya sosialisasi aturan baru. Aturan itu menegaskan bahwa penghayat kepercayaan sudah diakui oleh negara dan berhak mencantumkan keyakinannya dalam dokumen kependudukan.

“Dulu banyak penghayat kepercayaan yang memilih kolom agama dengan mencantumkan agama resmi tertentu. Namun setelah ada sosialisasi, mereka merasa lebih percaya diri menuliskan status sebenarnya, yaitu Kepercayaan terhadap Tuhan YME,” terangnya.

Tren perubahan kolom agama di Magetan terbilang fluktuatif. Pada 2017 tercatat 17 orang, naik menjadi 19 orang di 2018, lalu turun menjadi 18 orang pada 2019. Tahun 2020–2021 stabil di angka 16 orang, 2022–2023 menurun ke 15 orang, kemudian semester II 2024 kembali naik 17 orang. Angka itu bertahan hingga semester I 2025.

Syarat utama untuk melakukan perubahan ini adalah adanya sertifikat dari Majelis Luhur Kepercayaan Indonesia (MLKI). “Secara fisik, KTP tidak ada yang berubah, hanya kolom agama yang kini tertulis Kepercayaan Tuhan YME,” jelas Endah.

Jumlah penduduk Magetan pada semester II 2024 mencapai 692.800 jiwa. Mayoritas beragama Islam dengan 685.786 jiwa atau 98,99 persen. Sementara itu, pemeluk agama lain terdiri dari Kristen 4.994 jiwa, Katolik 1.400 jiwa, Budha 515 jiwa, dan Hindu 88 jiwa. Tidak ada pemeluk Khonghucu yang tercatat.

“Memang jumlah penghayat kepercayaan yang memilih mengubah kolom agama tidak banyak, tapi setiap tahun selalu ada. Mereka tersebar di berbagai wilayah, dengan angka tertinggi berada di Kecamatan Poncol,” pungkas Endah.

Kusnanto – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Soroti Turunnya Kepercayaan Publik, Anton Solihin Dorong Reformasi DPRD Magetan

    Soroti Turunnya Kepercayaan Publik, Anton Solihin Dorong Reformasi DPRD Magetan

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 137
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Upaya mengembalikan kepercayaan publik terhadap lembaga legislatif menjadi perhatian serius anggota DPRD Magetan, Anton Solihin. Politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa itu menilai DPRD harus kembali hadir sebagai institusi yang berpihak pada kepentingan masyarakat melalui kerja nyata, keterbukaan, serta pengawasan yang maksimal terhadap jalannya pemerintahan daerah. Anton menegaskan, politik tidak semata-mata berkaitan […]

    Bagikan
  • Launching Calendar of Event Magetan 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan 37 Agenda dan Tekankan Penguatan Tradisi

    Launching Calendar of Event Magetan 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan 37 Agenda dan Tekankan Penguatan Tradisi

    • calendar_month Jumat, 12 Des 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 301
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Pemerintah Kabupaten Magetan melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata resmi meluncurkan Calendar of Event (CoE) Magetan 2026 dalam sebuah rangkaian kegiatan selama tiga hari, mulai Kamis (11/12) hingga Sabtu (13/12). Acara pembuka digelar dengan konsep seni yang lebih kreatif dan menggugah, menampilkan kolaborasi lintas disiplin yang memadukan seni rupa, seni pertunjukan, dan […]

    Bagikan
  • Hardiknas 2026 Magetan, Aspirasi Siswa Minta Sekolah Ramah Anak hingga Fasilitas Digital

    Hardiknas 2026 Magetan, Aspirasi Siswa Minta Sekolah Ramah Anak hingga Fasilitas Digital

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 136
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Kabupaten Magetan tidak hanya diwarnai tari massal ribuan guru dan pelajar. Momentum tersebut juga menjadi panggung bagi para siswa untuk menyampaikan aspirasi terkait masa depan pendidikan kepada Pemerintah Kabupaten Magetan. Dalam kegiatan yang digelar di Alun-Alun Magetan, Senin sore (25/5/2026), sejumlah perwakilan siswa dari […]

    Bagikan
  • Nilai Paket Tak Sesuai Anggaran, Kanang Soroti Pelaksanaan Program MBG

    Nilai Paket Tak Sesuai Anggaran, Kanang Soroti Pelaksanaan Program MBG

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 179
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Dorongan evaluasi terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menguat. Anggota Komisi VI DPR RI, Budi Sulistyono atau Kanang, meminta pemerintah meninjau ulang seluruh mekanisme program menyusul berbagai persoalan yang muncul di sejumlah daerah. Kanang mengatakan evaluasi diperlukan setelah muncul laporan dugaan keracunan makanan, ketidaksesuaian kualitas menu, hingga selisih nilai […]

    Bagikan
  • Dari Gelandangan ke Petani, “Ladangku” di UPT RSBK Madiun Tumbuhkan Harapan Baru

    Dari Gelandangan ke Petani, “Ladangku” di UPT RSBK Madiun Tumbuhkan Harapan Baru

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 221
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Lahan kosong seluas sekitar 1.000 meter persegi di belakang UPT Rehabilitasi Sosial Bina Karya (RSBK) Madiun kini tak lagi terbengkalai. Area itu disulap menjadi kebun produktif bernama “Ladangku”, tempat puluhan orang terlantar menanam harapan baru lewat pertanian. Program ini digagas sebagai bagian dari upaya ketahanan pangan sekaligus pemberdayaan bagi sekitar 100 […]

    Bagikan
  • Jembatan Permanen Dibangun, Warga Desa Krisik di Blitar Tak Perlu Lagi Was-Was

    Jembatan Permanen Dibangun, Warga Desa Krisik di Blitar Tak Perlu Lagi Was-Was

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 226
    • 0Komentar

    Sinergia | Blitar – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 Kodim 0808/Blitar yang dilaksanakan di Desa Krisik, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, menjadikan pembangunan jembatan sebagai salah satu sasaran pokok. Dalam pengerjaan jembatan tersebut, para prajurit TNI bersama warga setempat saling bergotong royong dan bahu-membahu dalam setiap tahapan pekerjaan. Semangat kebersamaan tersebut menjadi kekuatan utama […]

    Bagikan
expand_less