Berita Terkini
Trending Tags

Warga Magetan Makin Banyak yang Ubah Kolom Agama KTP Jadi Kepercayaan Tuhan YME

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Senin, 15 Sep 2025
  • visibility 148
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Foto : Kusnanto – Sinergia

Sinergia | Magetan – Kesadaran masyarakat Magetan untuk menampilkan identitas sesuai keyakinannya di Kartu Tanda Penduduk (KTP) semakin meningkat. Hal ini terlihat dari tren warga yang mengubah kolom agama menjadi Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dalam dokumen kependudukan.

Berdasarkan data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), sepanjang semester II 2024 tercatat 17 warga melakukan perubahan tersebut. Jumlah serupa kembali muncul pada semester I 2025.

“Sejak putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 97/PUU-XIV/2016 diberlakukan, total sudah ada sekitar 133 warga yang mengubah kolom agama di KTP menjadi Kepercayaan Tuhan YME,” ungkap Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk Disdukcapil Magetan, Noor Endah Fillaili, Senin (15/9/2025).

Menurut Endah, alasan utama warga berani mengubah identitas di KTP karena adanya sosialisasi aturan baru. Aturan itu menegaskan bahwa penghayat kepercayaan sudah diakui oleh negara dan berhak mencantumkan keyakinannya dalam dokumen kependudukan.

“Dulu banyak penghayat kepercayaan yang memilih kolom agama dengan mencantumkan agama resmi tertentu. Namun setelah ada sosialisasi, mereka merasa lebih percaya diri menuliskan status sebenarnya, yaitu Kepercayaan terhadap Tuhan YME,” terangnya.

Tren perubahan kolom agama di Magetan terbilang fluktuatif. Pada 2017 tercatat 17 orang, naik menjadi 19 orang di 2018, lalu turun menjadi 18 orang pada 2019. Tahun 2020–2021 stabil di angka 16 orang, 2022–2023 menurun ke 15 orang, kemudian semester II 2024 kembali naik 17 orang. Angka itu bertahan hingga semester I 2025.

Syarat utama untuk melakukan perubahan ini adalah adanya sertifikat dari Majelis Luhur Kepercayaan Indonesia (MLKI). “Secara fisik, KTP tidak ada yang berubah, hanya kolom agama yang kini tertulis Kepercayaan Tuhan YME,” jelas Endah.

Jumlah penduduk Magetan pada semester II 2024 mencapai 692.800 jiwa. Mayoritas beragama Islam dengan 685.786 jiwa atau 98,99 persen. Sementara itu, pemeluk agama lain terdiri dari Kristen 4.994 jiwa, Katolik 1.400 jiwa, Budha 515 jiwa, dan Hindu 88 jiwa. Tidak ada pemeluk Khonghucu yang tercatat.

“Memang jumlah penghayat kepercayaan yang memilih mengubah kolom agama tidak banyak, tapi setiap tahun selalu ada. Mereka tersebar di berbagai wilayah, dengan angka tertinggi berada di Kecamatan Poncol,” pungkas Endah.

Kusnanto – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • LKPJ Tahun Anggaran 2025, Pemkab Madiun Genjot Ijin Sektor Perumahan dan Industri

    LKPJ Tahun Anggaran 2025, Pemkab Madiun Genjot Ijin Sektor Perumahan dan Industri

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 173
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab Madiun, DPRD Kabupaten Madiun kembali menggelar agenda sidang paripurna. Bupati Madiun Hari Wuryanto dalam penyampaian Laporan Keterangan Pertangung Jawaban (LKPJ) tahun anggaran 2025 memaparkan, pada pendapatan daerah tahun anggaran 2025 dapat direalisasikan sebesar Rp2,17 triliun, atau tercapai 102,87 persen dari target Rp2,11 triliun. Kemudian belanja daerah di tahun yang sama terealisasi 93,34 […]

    Bagikan
  • Wali Kota Madiun Ajak Stakeholder Tangani Persoalan Sampah

    Wali Kota Madiun Ajak Stakeholder Tangani Persoalan Sampah

    • calendar_month Rabu, 6 Agt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 72
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun mengadakan kegiatan “Coffee Morning” bersama Wali Kota Maidi, jajaran Forkopimda, DPRD, serta perwakilan dari rumah sakit, perbankan, media, dan pelaku usaha. Acara ini berlangsung pada Selasa (05/08/2025) di Kayana Ballroom, Votel Kartika Madiun. Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Maidi menyinggung sejumlah isu krusial yang tengah dihadapi kota, […]

    Bagikan
  • Sidang Perdana Bupati Nonaktif Ponorogo Sugiri Sancoko, Jaksa Ungkap Tiga Kasus Korupsi

    Sidang Perdana Bupati Nonaktif Ponorogo Sugiri Sancoko, Jaksa Ungkap Tiga Kasus Korupsi

    • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 234
    • 0Komentar

    Sinergia | Sidoarjo – Bupati Ponorogo nonaktif, Sugiri Sancoko, menjalani sidang perdana di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya, Jumat (10/4/2026). Dalam sidang dengan agenda pembacaan dakwaan, Sugiri didakwa terlibat dalam tiga perkara korupsi yang mencakup dugaan suap dan gratifikasi. Sidang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB dengan menghadirkan dua terdakwa lain, yakni Direktur RS Harjono […]

    Bagikan
  • Pemkab Magetan Relokasi Dua Pasar Hewan, Target Rampung 2026

    Pemkab Magetan Relokasi Dua Pasar Hewan, Target Rampung 2026

    • calendar_month Jumat, 5 Sep 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 58
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Pemerintah Kabupaten Magetan mulai memindahkan Pasar Hewan Pahingan di Maospati. Pekerjaan awal sudah berjalan di lahan baru yang berada di belakang Puskesmas Maospati, dengan target penyelesaian pertengahan Desember 2025. Kabid Pasar Disperindag Magetan, Kiki Indriyani, menyebut seluruh perizinan sudah beres, termasuk kesesuaian kegiatan pemanfaatan ruang (KKR). Anggaran pembangunan tahap awal mencapai […]

    Bagikan
  • Soal Pengunduran Diri Kades Taji, Camat Karas Klarifikasi Perangkat dan BPD

    Soal Pengunduran Diri Kades Taji, Camat Karas Klarifikasi Perangkat dan BPD

    • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Keputusan mendadak Kepala Desa Taji, Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan, Sigit Supriyadi, untuk mengundurkan diri dari jabatannya memicu kehebohan publik. Surat pengunduran diri tertanggal 19 Desember 2025 itu beredar luas di media sosial, membuat warganet mempertanyakan alasan di balik langkah tersebut. Padahal, masa jabatan Sigit masih tersisa dua tahun lagi hingga 2027. […]

    Bagikan
  • Dikbud Kabupaten Madiun Targetkan Rehabilitasi 20 Sekolah Sepanjang 2026

    Dikbud Kabupaten Madiun Targetkan Rehabilitasi 20 Sekolah Sepanjang 2026

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 108
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) berencana melakukan rehabilitasi puluhan gedung sekolah yang dinilai tidak lagi layak digunakan. Sepanjang tahun 2026, sedikitnya 20 lembaga pendidikan masuk dalam daftar prioritas pembangunan dan perbaikan infrastruktur. Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar dikbud Kabupaten Madiun, Nur Arif Indro Karyoto, mengatakan program rehabilitasi […]

    Bagikan
expand_less