
Sinergia | Magetan – Pemerintah Kabupaten Magetan terus mematangkan rencana pendirian Sekolah Rakyat Rintisan, sebuah program pendidikan berbasis literasi yang digagas untuk memperluas akses belajar bagi masyarakat. Salah satu lokasi yang disiapkan sebagai tempat pembelajaran sementara adalah Graha Pusat Literasi yang berada di Kecamatan Plaosan.
Rencana tersebut telah melalui tahap koordinasi antara Dinas Sosial selaku leading sektor dengan Dinas Arsip dan Perpustakaan (Arpus) Magetan. Kepala Dinas Arpus, Suhardi, menegaskan dukungan penuh terhadap pemanfaatan fasilitas literasi tersebut.
“Beberapa waktu lalu sudah ada koordinasi dari teman-teman Dinas Sosial terkait rencana Kabupaten Magetan mendirikan Sekolah Rakyat Rintisan. Salah satu lokasi yang disurvei adalah Graha Pusat Literasi. Memang di sana cukup banyak ruang gedung yang bisa dipakai dan secara sarana sudah lumayan meskipun belum sempurna,” ungkapnya.
Pihaknya menjelaskan bahwa kompleks Graha Pusat Literasi dibangun dari dua sumber pendanaan, sehingga pemanfaatannya perlu menyesuaikan aturan masing-masing. Dua gedung bagian depan berasal dari anggaran DAK pusat, sementara dua gedung di bagian belakang dibangun menggunakan APBD Kabupaten Magetan.
“Yang dua gedung depan itu bersumber dari DAK pusat. Kami mempersilakan kepada teman-teman Dinas Sosial untuk dipakai sementara dalam pembelajaran Sekolah Rakyat, selama tidak mengubah fungsi utama Graha Literasi. Sedangkan gedung belakang yang bersumber dari APBD bisa dimanfaatkan sesuai urgensinya. Intinya kami mendukung sepenuhnya,” jelasnya.

Penggunaan gedung di Graha Literasi hanya bersifat sementara. Pemerintah daerah tengah menyiapkan pembangunan fasilitas Sekolah Rakyat permanen yang direncanakan berada di kawasan Karangrejo. Setelah gedung permanen selesai, aktivitas pembelajaran akan dipindahkan ke lokasi baru tersebut.
“Informasinya, nanti akan dibangun gedung permanen di daerah Karangrejo. Kami sangat mendukung. Setelah selesai, nanti kegiatan di Graha Literasi akan dipindah ke gedung yang permanen, itu bagus sekali,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, pihak Arpus juga memaparkan fungsi dasar Graha Pusat Literasi sebagaimana tertuang dalam master plan.
“Graha Pusat Literasi itu memang dibangun untuk peningkatan literasi masyarakat, tidak hanya warga Magetan tetapi masyarakat umum. Literasi itu banyak hal; diskusi, pertemuan, menulis, berkarya, semua termasuk gerakan literasi,” paparnya.
Sebagai pemilik aset, Dinas Arpus menegaskan komitmen untuk terlibat dalam pemeliharaan dan dukungan sarana selama Graha Literasi dipakai untuk Sekolah Rakyat Rintisan. “Memang harus kolaborasi. Kalau satu dinas saja tidak akan menjangkau semua. Karena Graha Literasi tercatat sebagai aset kami, tentu kami ikut memelihara dan merawat. Semuanya untuk anak-anak kita, untuk peningkatan literasi. Silahkan jika surplus ruang mau dimanfaatkan, kami dukung penuh. Leading sector-nya Dinas Sosial, kami siap menunggu koordinasi,” tegas Suhardi.
Rencana pemanfaatan Graha Pusat Literasi ini mendapat respons positif karena dinilai sejalan dengan misi peningkatan literasi daerah. Sementara menunggu pembangunan gedung permanen, fasilitas tersebut diharapkan dapat menjadi titik awal penyelenggaraan Sekolah Rakyat Rintisan pada tahun ajaran mendatang.
Kusnanto – Sinergi