Selasa, 20 Okt 2026
Trending Tags

Cerita Kliwon “Ngasak” Padi Demi Cukupi Kebutuhan Anak

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Jumat, 3 Okt 2025
  • visibility 149
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Kliwon, seorang kuli bangunan kini telah beralih profesi menjadi tukang ngasak, Foto : Kusnanto – Sinergia

Sinergia | Magetan – Musim panen tiba. Hamparan sawah di Desa Sukowidi, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Magetan, berubah ramai. Para buruh panen, lelaki dan perempuan, bergantian mengayunkan sabit. Batang-batang padi rebah, digenggam, lalu diikat menjadi berkas. Teriakan kecil bercampur tawa sesekali pecah di antara derap kerja. Bagi petani, inilah saat menuai hasil jerih payah berbulan-bulan.

Namun, ketika buruh panen beranjak pulang, meninggalkan batang-batang padi yang tak lagi berisi penuh, ada pemandangan lain yang lebih sunyi. Di pematang yang sepi, seorang lelaki paruh baya tampak menunduk sabar, telaten memetik bulir padi yang masih tersisa di batang. Bulir-bulir kecil yang terlewatkan sabit, baginya bukan sisa, melainkan harapan.

Dia adalah Kliwon (43), kuli bangunan asal Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun. Wajahnya legam terbakar matahari. Tangan kasarnya biasa memegang palu dan semen, namun kali itu ia menggenggam tangkai padi, mencabut bulir yang tertinggal satu demi satu.

Bagi sebagian orang, “ngasak” mungkin identik dengan pekerjaan orang yang tak punya. Namun bagi Kliwon, ngasak adalah pilihan terakhir ketika kantong kosong, sementara kebutuhan rumah tangga tak bisa ditunda. Ia memiliki dua anak yang masih kecil, berusia 3 tahun dan 1 tahun. Sang istri tak bisa bekerja, sibuk penuh waktu mengurus balita.

“Terpaksa ngasak ini untuk ngopeni anak. Masih kecil-kecil, minum susu. Kalau enggak begini, ya enggak ada uang buat beli susu,” ucapnya lirih.

Kata-kata itu meluncur pelan, seolah takut terdengar orang lain. Di matanya ada bayangan rasa malu. Tetapi di baliknya, ada tekad seorang bapak yang tak ingin menyerah pada keadaan.

Setiap musim panen, Kliwon berangkat sejak pagi, sekitar pukul delapan bahkan sebelumnya. Ia membawa karung kosong dan sabar menyusuri petak sawah yang baru saja ditinggalkan buruh panen. Tidak ada target pasti kapan pulang. Jika bulir padi sudah banyak, ia bisa pulang siang dengan bawaan penuh. Jika sedikit, ia bertahan hingga sore.

Dalam lima hari ngasak, paling banyak ia bisa mengumpulkan satu karung gabah, sekitar 40 kilogram. Itu pun bergantung pada sisa-sisa panen di sawah. Kadang, ia hanya membawa pulang beberapa genggam, yang bahkan tak cukup untuk digiling jadi beras.

“Kalau kerja bangunan tidak ada, ya ngasak. Paling dapat satu sak dalam lima hari, kadang malah enggak ada,” katanya pasrah.

Namun bagi Kliwon, bulir padi sekecil apa pun tetap rezeki. Bisa disimpan untuk makan, bisa pula dijual untuk membeli susu dan kebutuhan sederhana lain. Bahkan, demi mendapatkan lebih banyak sisa panen, ia rela menempuh perjalanan jauh hingga ke Geger, Madiun.

Kliwon sebenarnya bukan tak punya keahlian. Ia biasa bekerja sebagai kuli bangunan, mengaduk semen, memasang batu bata, atau mengangkat besi. Namun pekerjaan itu tak selalu ada. Proyek bangunan kerap sepi. Kadang tubuhnya pun tak kuat jika sakit. Di saat-saat seperti itu, sawah menjadi tempat berlabuh.

Kusnanto – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Langkah Tegas Wali Kota Madiun Maidi Tangani Kabel Udara Semrawut di Jalan

    Langkah Tegas Wali Kota Madiun Maidi Tangani Kabel Udara Semrawut di Jalan

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 267
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Wali Kota Madiun, Maidi tidak main-main dalam menertibkan kabel udara milik provider internet yang terpasang semrawut di sejumlah ruas jalan. Bahkan, tindakan tegas berupa pemotongan kabel dilakukan bagi provider internet yang berulang kali tidak menggubris peringatan dari Pemerintah Kota Madiun. Selain itu, banyak tiang untuk pemasangan kabel dinilai merusak estetika […]

    Bagikan
  • Semarak Pencak Silat Bupati Madiun Cup 2025, 470 Pelajar Unjuk Gigi di Kampung Pesilat

    Semarak Pencak Silat Bupati Madiun Cup 2025, 470 Pelajar Unjuk Gigi di Kampung Pesilat

    • calendar_month Senin, 26 Mei 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 198
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun menggelar Kejuaraan Pencak Silat Bupati Cup 2025 sebagai bagian dari program 100 hari kerja Bupati Hari Wuryanto dan Wakil Bupati Purnomo Hadi. Ajang bergengsi ini berlangsung selama empat hari, mulai 20 hingga 24 Mei, di Padepokan Kampung Pesilat dan diikuti oleh 470 pelajar tingkat SD, SMP, hingga […]

    Bagikan
  • Angka Stunting di Saradan Tinggi, Pemprov Jatim dan Pemkab Madiun Kerahkan Bantuan Gizi

    Angka Stunting di Saradan Tinggi, Pemprov Jatim dan Pemkab Madiun Kerahkan Bantuan Gizi

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 220
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab.Madiun – Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemkab Madiun mempercepat intervensi penurunan stunting di Kecamatan Saradan lantaran menjadi kawasan dengan angka kasus tertinggi. Program pemberian makanan bergizi digelar di Balai Desa Sumbersari, menyasar 200 balita dari 15 desa. Kepala Bakorwil I Madiun, Heru Wahono Santoso dalam sambutannya menyatakan penurunan angka stunting di Jawa […]

    Bagikan
  • Cuaca Kota Madiun Mulai Tak Menentu, BMKG: Tanda Awal Musim Pancaroba

    Cuaca Kota Madiun Mulai Tak Menentu, BMKG: Tanda Awal Musim Pancaroba

    • calendar_month Selasa, 21 Okt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 455
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Cuaca di Kota Madiun kini mulai tak menentu. Siang terasa terik menyengat, namun sore hari kerap diguyur hujan. Menurut Pengamat Meteorologi dan Geofisika (PMG) Madya Stasiun Geofisika Nganjuk, Setiyaris, kondisi ini merupakan tanda masuknya masa peralihan musim atau pancaroba. “Perkiraan awal musim hujan di wilayah Kota Madiun terjadi pada dasarian […]

    Bagikan
  • Teror Ulat Bulu, Siswa SD Terserang Gatal-Gatal

    Teror Ulat Bulu, Siswa SD Terserang Gatal-Gatal

    • calendar_month Kamis, 2 Jan 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 284
    • 0Komentar

    KAB. MADIUN – Sekolah Dasar Negeri SDN Mruwak 03 di Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun diteror ribuan ulat bulu. Sejumlah siswa yang baru masuk sekolah, mengeluh gatal-gatal dibeberapa bagian tubuhnya. Bahkan ada beberapa siswa yang harus pulang lebih awal karena gatal-gatal di sekujur tubuh. Kepala SDN Mruwak 03, Ana Lisdyowati mengungkapkan siswa dan guru di lingkungan […]

    Bagikan
  • DPRD Magetan Soroti SILPA Rp135,8 Miliar, Desak Pemkab Tuntaskan Kelebihan Bayar Proyek

    DPRD Magetan Soroti SILPA Rp135,8 Miliar, Desak Pemkab Tuntaskan Kelebihan Bayar Proyek

    • calendar_month Rabu, 29 Jul 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 126
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – DPRD Kabupaten Magetan menyoroti besarnya Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) Tahun Anggaran 2025 yang mencapai Rp135,82 miliar. Besarnya SILPA dinilai menjadi indikator masih rendahnya penyerapan anggaran serta belum optimalnya pelaksanaan program oleh organisasi perangkat daerah (OPD). Sorotan tersebut disampaikan Badan Anggaran DPRD dalam rapat paripurna pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang […]

    Bagikan
expand_less