Berita Terkini
Trending Tags

Cerita Kliwon “Ngasak” Padi Demi Cukupi Kebutuhan Anak

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Jumat, 3 Okt 2025
  • visibility 79
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Kliwon, seorang kuli bangunan kini telah beralih profesi menjadi tukang ngasak, Foto : Kusnanto – Sinergia

Sinergia | Magetan – Musim panen tiba. Hamparan sawah di Desa Sukowidi, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Magetan, berubah ramai. Para buruh panen, lelaki dan perempuan, bergantian mengayunkan sabit. Batang-batang padi rebah, digenggam, lalu diikat menjadi berkas. Teriakan kecil bercampur tawa sesekali pecah di antara derap kerja. Bagi petani, inilah saat menuai hasil jerih payah berbulan-bulan.

Namun, ketika buruh panen beranjak pulang, meninggalkan batang-batang padi yang tak lagi berisi penuh, ada pemandangan lain yang lebih sunyi. Di pematang yang sepi, seorang lelaki paruh baya tampak menunduk sabar, telaten memetik bulir padi yang masih tersisa di batang. Bulir-bulir kecil yang terlewatkan sabit, baginya bukan sisa, melainkan harapan.

Dia adalah Kliwon (43), kuli bangunan asal Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun. Wajahnya legam terbakar matahari. Tangan kasarnya biasa memegang palu dan semen, namun kali itu ia menggenggam tangkai padi, mencabut bulir yang tertinggal satu demi satu.

Bagi sebagian orang, “ngasak” mungkin identik dengan pekerjaan orang yang tak punya. Namun bagi Kliwon, ngasak adalah pilihan terakhir ketika kantong kosong, sementara kebutuhan rumah tangga tak bisa ditunda. Ia memiliki dua anak yang masih kecil, berusia 3 tahun dan 1 tahun. Sang istri tak bisa bekerja, sibuk penuh waktu mengurus balita.

“Terpaksa ngasak ini untuk ngopeni anak. Masih kecil-kecil, minum susu. Kalau enggak begini, ya enggak ada uang buat beli susu,” ucapnya lirih.

Kata-kata itu meluncur pelan, seolah takut terdengar orang lain. Di matanya ada bayangan rasa malu. Tetapi di baliknya, ada tekad seorang bapak yang tak ingin menyerah pada keadaan.

Setiap musim panen, Kliwon berangkat sejak pagi, sekitar pukul delapan bahkan sebelumnya. Ia membawa karung kosong dan sabar menyusuri petak sawah yang baru saja ditinggalkan buruh panen. Tidak ada target pasti kapan pulang. Jika bulir padi sudah banyak, ia bisa pulang siang dengan bawaan penuh. Jika sedikit, ia bertahan hingga sore.

Dalam lima hari ngasak, paling banyak ia bisa mengumpulkan satu karung gabah, sekitar 40 kilogram. Itu pun bergantung pada sisa-sisa panen di sawah. Kadang, ia hanya membawa pulang beberapa genggam, yang bahkan tak cukup untuk digiling jadi beras.

“Kalau kerja bangunan tidak ada, ya ngasak. Paling dapat satu sak dalam lima hari, kadang malah enggak ada,” katanya pasrah.

Namun bagi Kliwon, bulir padi sekecil apa pun tetap rezeki. Bisa disimpan untuk makan, bisa pula dijual untuk membeli susu dan kebutuhan sederhana lain. Bahkan, demi mendapatkan lebih banyak sisa panen, ia rela menempuh perjalanan jauh hingga ke Geger, Madiun.

Kliwon sebenarnya bukan tak punya keahlian. Ia biasa bekerja sebagai kuli bangunan, mengaduk semen, memasang batu bata, atau mengangkat besi. Namun pekerjaan itu tak selalu ada. Proyek bangunan kerap sepi. Kadang tubuhnya pun tak kuat jika sakit. Di saat-saat seperti itu, sawah menjadi tempat berlabuh.

Kusnanto – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • 17 Tahun Jalankan Program Makan Siang, SDIT Harapan Insan Siap Kolaborasi dengan Program MBG

    17 Tahun Jalankan Program Makan Siang, SDIT Harapan Insan Siap Kolaborasi dengan Program MBG

    • calendar_month Kamis, 16 Okt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 81
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Jauh sebelum pemerintah menggulirkan program Makan Bergizi Gratis (MBG), SDIT Harapan Insan di Kelurahan Pandean, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun telah lebih dulu menjalankan program makan siang bagi para siswanya. Program ini telah berjalan konsisten selama 17 tahun dan menjadi bagian dari sistem full day school yang diterapkan sekolah sejak tahun […]

    Bagikan
  • Nobar Timnas Indonesia dan Ngabuburit Seru di PSC

    Nobar Timnas Indonesia dan Ngabuburit Seru di PSC

    • calendar_month Kamis, 20 Mar 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 91
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Dalam pertandingan Timnas Indonesia pada laga Kualifikasi Piala Dunia Grub C yang berlangsung di Sydney, Australia, Pemerintah Kota Madiun mengadakan nonton bareng (Nobar) yang dilaksanakan di Pahlawan Street Center (PSC) pada, Kamis (20/03/2025) sore. Kegiatan nobar ini sekaligus menjadi kegiatan ngabuburit warga khususnya warga Kota Madiun yang melaksanakan ibadah puasa […]

    Bagikan
  • Pedagang Alun-Alun Madiun Tolak Relokasi, Tuntut Kepastian Jam Operasional

    Pedagang Alun-Alun Madiun Tolak Relokasi, Tuntut Kepastian Jam Operasional

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 521
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Puluhan pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Alun-Alun Kota Madiun mendatangi Kantor Dinas Perdagangan setempat untuk meminta kejelasan terkait isu relokasi dan pengaturan jam operasional. Aksi ini dipicu kekhawatiran pedagang atas rencana pemindahan lokasi berjualan yang dinilai belum memiliki konsep matang. Perwakilan pedagang, Dedy Luryanto, mengatakan para PKL menolak keras […]

    Bagikan
  • RSUD Kota Madiun Siagakan 2 Tim Jaga IGD Selama Libur Lebaran, Antisipasi Lonjakan Pasien

    RSUD Kota Madiun Siagakan 2 Tim Jaga IGD Selama Libur Lebaran, Antisipasi Lonjakan Pasien

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 163
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Menjelang masa libur Lebaran, RSUD Kota Madiun memastikan kesiapan layanan kesehatan bagi masyarakat tetap berjalan optimal. Meski memasuki masa cuti bersama, Instalasi Gawat Darurat (IGD) dipastikan tetap bersiaga penuh selama 24 jam untuk melayani kondisi darurat maupun rujukan dari fasilitas kesehatan (faskes) yang tutup. Hal itu terpantau dalam kunjungan Plt […]

    Bagikan
  • Serangan Hama Potong Leher, Petani Magetan Panen Dini dan Merugi

    Serangan Hama Potong Leher, Petani Magetan Panen Dini dan Merugi

    • calendar_month Selasa, 3 Jun 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 79
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Serangan penyakit padi “potong leher” menghantam lahan pertanian di Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan. Akibatnya, para petani terpaksa melakukan panen dini dengan hasil yang sangat minim. Dari puluhan karung gabah yang biasa mereka panen, kini hanya tersisa satu hingga dua karung per petak lahan. Petani mengaku rugi besar akibat serangan jamur […]

    Bagikan
  • Serapan Gabah Petani Lambat, DPRD Panggil Direksi Bulog Madiun

    Serapan Gabah Petani Lambat, DPRD Panggil Direksi Bulog Madiun

    • calendar_month Rabu, 26 Mar 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 77
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – DPRD Kabupaten Madiun menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) membahas lambatnya serapan gabah oleh Perum Bulog Madiun. Hal itu sangat dikeluhkan para petani. Rapat yang berlangsung pada Rabu (26/03/2025) yang dipimpin oleh Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Madiun, Wahyu Widayat ini juga menghadirkan perwakilan petani. Wakil Ketua Petani Milenial, Husein Fata […]

    Bagikan
expand_less