Berita Terkini
Trending Tags

Harga Beras di Magetan Naik Sejak Maret, Panen Petani Malah Tak Maksimal Akibat Hama

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Jumat, 13 Jun 2025
  • visibility 72
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Harga beras di Kabupaten Magetan mengalami kenaikan, Foto : Kusnanto – Sinergia

Sinergia | Kab. Magetan – Harga beras di Kabupaten Magetan mengalami kenaikan signifikan sejak Maret 2025. Kenaikan ini terjadi pada beras jenis medium hingga premium, dan berdampak langsung terhadap daya beli masyarakat serta volume penjualan di tingkat pedagang.

Menurut Heni, pedagang beras di Pasar Sayur Magetan, harga beras mulai merangkak naik secara bertahap sejak tiga bulan terakhir. Awalnya hanya naik Rp500 per kilogram, namun sejak Mei 2025, kenaikan mencapai Rp1.000 per kilogram

“Harga dari supplier sudah naik, jadi kami ikut menyesuaikan. Sekarang beras medium dari yang semula Rp13.000 jadi Rp14.000, sedangkan beras premium naik dari Rp14.000 menjadi Rp15.000 per kilogram,” ujar Heni, Jumat (13/06/2025).

Kenaikan harga ini memukul penjualan. Heni mengaku bahwa dalam sehari, biasanya ia mampu menjual dua kuintal beras, namun kini hanya satu kuintal pun sudah sulit tercapai. Selain itu, pasokan dari distributor juga menurun. Cuaca buruk yang terjadi beberapa waktu terakhir diduga menjadi penyebab utama menurunnya pasokan beras dari daerah produsen.

“Mungkin nanti banyak beras dari sisa resepsi (pernikahan) dijual ke pasar. Tapi tetap saja harganya tinggi, padahal biasanya itu jenis beras paling murah,” tambahnya.

Kondisi ini dirasakan langsung oleh masyarakat. Nur Fitria, warga Magetan, mengungkapkan bahwa dirinya terpaksa mengurangi pembelian beras karena harga yang terus naik. Ia biasa membeli 10 kilogram beras untuk kebutuhan keluarganya, namun kini hanya mampu membeli 5 kilogram.

“Dulu masih ada beras SPHP, harganya lebih terjangkau. Tapi sudah kosong sejak tiga bulan lalu. Sekarang beli beras medium, tapi karena mahal, harus dikurangi agar uangnya cukup untuk kebutuhan dapur yang lain,” jelasnya.

Sementara itu, sejumlah petani di Magetan yang sedang memasuki masa panen raya mengaku sedikit lega karena harga gabah di tingkat petani cukup tinggi. Saat ini, harga gabah basah mencapai Rp6.800/kg, sedangkan gabah kering giling (GKG) mencapai Rp7.800/kg.

Namun sayangnya, hasil panen tidak maksimal. Banyak petani mengeluhkan kerusakan pada tanaman padi yang menyebabkan bulir gabah gagal tumbuh secara optimal.

“Terpaksa dipanen sekarang, meskipun usia tanam belum cukup. Kalau dibiarkan malah lapuk dan jatuh ke tanah. Kami ambil yang tersisa saja di ujung-ujung bulir,” kata Misdi (70), petani asal Desa Pragak.

Misdi menyebut tanaman padinya terserang penyakit “potong leher”, yakni serangan jamur yang menyebabkan bulir padi mengering dan rontok sebelum waktunya. Serangan ini diduga dipicu oleh cuaca ekstrem berupa hujan berturut-turut selama 11 hari terakhir, yang menciptakan kondisi lembap di area persawahan.

“Kami tidak menyangka bisa gagal panen seperti ini. Sudah dirawat maksimal, tetap saja kalah sama penyakit,” ujar Kadimun, petani lainnya.

Kusnanto – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perkara Dugaan Penyelewengan Dana LKK Rp. 9,7 Miliar Segera Naik ke Penyidikan

    Perkara Dugaan Penyelewengan Dana LKK Rp. 9,7 Miliar Segera Naik ke Penyidikan

    • calendar_month Senin, 9 Jun 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 55
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Madiun terus menelisik kasus dugaan penyimpangan dalam pengelolaan dana Lembaga Keuangan Kelurahan (LKK). Dugaan penyelewengan tersebut berpotensi menimbulkan kerugian negara yang ditafsir senilai Rp. 9,7 miliar. Kejari Kota Madiun mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat status perkara ini akan ditingkatkan dari penyelidikan ke tahap penyidikan. “Dalam waktu […]

    Bagikan
  • Arus Mudik Lebaran 2026, Lalu Lintas di GT Madiun Melonjak 89 Persen

    Arus Mudik Lebaran 2026, Lalu Lintas di GT Madiun Melonjak 89 Persen

    • calendar_month Selasa, 24 Mar 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 202
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Volume kendaraan yang melintas keluar melalui Gerbang Tol (GT) Madiun selama periode mudik Idulfitri 1447 Hijriah mengalami lonjakan signifikan. PT Jasamarga Ngawi Kertosono Kediri (JNK) mencatat total 100.451 kendaraan keluar dari GT Madiun sepanjang 13–22 Maret 2026. Jumlah tersebut meningkat 89,36 persen dibandingkan kondisi lalu lintas normal yang berada di angka […]

    Bagikan
  • Bulog dan Pemkot Madiun Salurkan Bantuan Pangan 294,5 Ton Beras dan 58,9 Liter Minyak Goreng

    Bulog dan Pemkot Madiun Salurkan Bantuan Pangan 294,5 Ton Beras dan 58,9 Liter Minyak Goreng

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 233
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Badan Pangan Nasional (Bapanas) melalui Perum Bulog Cabang Madiun dan Pemerintah Kota Madiun melakukan penyaluran bantuan pangan untuk alokasi Februari-Maret 2026. Seperti penyaluran yang dilaksanakan di Kelurahan Manisrejo Kecamatan Taman Kota Madiun pada Senin (9/3/2026). Ratusan warga rela antri untuk mendapatkan giliran pendataan administrasi sekaligus pengambilan 20 kilogram beras dan […]

    Bagikan
  • EJSC, Layanan Publik Yang Unggul dan Nyaman Bagi Semua Kalangan

    EJSC, Layanan Publik Yang Unggul dan Nyaman Bagi Semua Kalangan

    • calendar_month Rabu, 20 Agt 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 179
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – East Java Super Corridor (EJSC) Bakorwil Kota Madiun merupakan co-working space yang dapat dikunjungi oleh masyarakat. EJSC menjadi tempat nyaman untuk bekerja dan belajar. Berlokasi di jantung kota, tepatnya di Jalan Jawa membuat EJSC mudah untuk dijangkau oleh para pengunjung. Layanan publik ini dapat diakses oleh semua kalangan terutama pelajar […]

    Bagikan
  • Pemkab Ponorogo Tekan Kasus PMK Dengan Vaksinasi 500 Ternak

    Pemkab Ponorogo Tekan Kasus PMK Dengan Vaksinasi 500 Ternak

    • calendar_month Rabu, 8 Jan 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 59
    • 0Komentar

    Sinergia – Kab. Ponorogo | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo berupaya menekan kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak. Setidaknya 500 ekor ternak, terdiri atas sapi dan kambing, menjadi sasaran program vaksinasi PMK tahun ini. Kepala Bidang Peternakan, Kesehatan Hewan, dan Perikanan Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan Ponorogo, Siti Barokah, menjelaskan bahwa pengadaan […]

    Bagikan
  • Imigrasi Ponorogo Bantah Terbitkan Paspor Untuk Dewi Astutik, Buronan Kasus Sabu 2 Ton

    Imigrasi Ponorogo Bantah Terbitkan Paspor Untuk Dewi Astutik, Buronan Kasus Sabu 2 Ton

    • calendar_month Jumat, 30 Mei 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 60
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Kantor Imigrasi Kelas II Non-TPI Ponorogo memastikan tidak pernah menerbitkan paspor atas nama Dewi Astutik, warga Kabupaten Ponorogo yang kini menjadi buronan dalam kasus penyelundupan sabu seberat dua ton di perairan Kepulauan Riau. Nama Dewi Astutik mendadak viral setelah disebut sebagai otak jaringan narkotika internasional. Padahal, perempuan asal Kecamatan Balong […]

    Bagikan
expand_less