Gubernur Khofifah Pantau SPMB di Kota Madiun, 618 Ribu Lulusan Berebut 244 Ribu Kursi Sekolah Negeri
- account_circle Kriswanto
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 35
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Madiun – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 berjalan lancar dan tertib saat melakukan peninjauan langsung di SMKN 1 Madiun dan SMAN 4 Madiun, Jumat (5/6/2026).
Khofifah menegaskan bahwa seluruh tahapan SPMB telah dirancang secara terukur untuk menghindari penumpukan calon peserta didik maupun orang tua di sekolah tujuan.
“Saya ingin memastikan bahwa proses SPMB itu berjalan lancar. Proses SPMB semuanya terukur dengan pembatasan tertentu setiap harinya. Harapannya tidak ada penumpukan siswa, tidak ada model menunggu sampai berlama-lama, karena pada dasarnya secara online mereka sudah terkonfirmasi,” ujar Khofifah.
Menurutnya, sistem pendaftaran yang diterapkan untuk calon siswa bisa memastikan jadwal verifikasi sejak awal. Mereka dapat mengetahui tanggal dan jam pelayanan yang harus diikuti sehingga proses berlangsung lebih tertib dan nyaman.
“Mereka bisa mengikuti proses verifikasi jam berapa sampai jam berapa di tanggal berapa. Ketika kita memantau SPMB, kita bisa melihat suasana yang insya Allah semuanya nyaman,” katanya.
Khofifah juga mengapresiasi kesiapan sarana dan prasarana yang disediakan sekolah. Ia menyebut sebagian besar ruang layanan SPMB telah dilengkapi pendingin ruangan sehingga memberikan kenyamanan bagi calon peserta didik dan orang tua.

“Ruang-ruang SPMB rata-rata ber-AC, sehingga kita bisa memastikan layanan ini makin hari bisa makin baik dan memberikan kepastian bahwa mereka yang akan mendaftar di sekolah-sekolah yang mereka tuju semuanya bisa terlayani dengan baik,” ungkapnya.
Untuk mempercepat proses verifikasi, setiap SMA dan SMK negeri di Jawa Timur telah menyiapkan 10 operator yang bertugas melayani calon peserta didik selama tahapan SPMB berlangsung.
Saat ditanya mengenai kendala yang ditemukan selama peninjauan, Khofifah mengaku tidak menemukan persoalan berarti. Verifikasi yang dilakukan sekolah hanya bertujuan mencocokkan data nilai yang telah diunggah secara daring dengan dokumen asli yang dibawa calon siswa.
“Yang saya tanya tidak ada kendala. Mereka hanya perlu verifikasi data nilai yang diterima secara online dari masing-masing SMP sederajat dengan hard copy-nya untuk memastikan kesesuaian nilai rapor per semester. Ada beberapa yang tidak sesuai, tetapi yang digunakan tetap dokumen hard copy,” jelasnya.
Sementara itu, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur mencatat jumlah lulusan SMP/MTs/sederajat pada tahun 2026 mencapai 618.479 siswa. Namun, daya tampung SMA dan SMK negeri di Jawa Timur hanya tersedia untuk 244.621 siswa.
Jumlah tersebut terdiri dari 121.538 kursi SMA Negeri dan 123.083 kursi SMK Negeri. Dengan demikian, sekolah negeri hanya mampu menampung sekitar 39,55 persen dari total lulusan tahun ini. Sebanyak 373.858 siswa atau sekitar 60,45 persen lainnya diperkirakan akan melanjutkan pendidikan melalui sekolah swasta maupun jalur pendidikan lainnya.
Azzila Arifania, salah satu calon peserta didik mengaku dirinya melakukan verifikasi dan validasi langsung ke sekolah yang ingin dituju yakni SMK Negeri 1 Madiun. Antrian calon peserta didik untuk proses verifikasi cukup banyak.
“Kalau untuk pengambilan PIN, bawa fotokopi KK sama KK asli, terus ada akta kelahiran, sama SKL (Surat Keterangan Lulus). Kalau untuk daftarnya saya pakai jalur itu, prestasi non-akademik, jadi tanggal 17 sampai 18,” jelasnya.
Dirinya berharap dapat nantinya dapat diterima sesuai sekolah tujuan. Untuk di SMK 1 nantinya, akan mengambil jurusan Teknik Instalasi Tenaga Listrik atau Desain Pemodelan Dan Informasi Bangunan.
“Ya, harapannya bisa keterima di sini dan sekolah di sini. Mau ngambil jurusan TITL, listrik, sama yang kedua DPIB, arsitek,” pungkasnya. (Krs)
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Diez





