Berita Terkini
Trending Tags

Magetan Raih Adipura “Menuju Kota Bersih”, Kerja Kolektif di Tengah Darurat Sampah Berbuah Hasil

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
  • visibility 285
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Bupati Nanik menerima plakat penghargaan Adipura dari KLH/BPLH RI, (25/2/2026), Foto : Kusnanto – Sinergia

Sinergia | Magetan – Kabupaten Magetan berhasil mencatat prestasi penting di bidang lingkungan. Daerah ini resmi menerima Penghargaan Adipura Kategori Kota Bersertifikat (Menuju Kota Bersih) dari Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup RI. Penghargaan diserahkan dalam Rakornas Pengelolaan Sampah yang sekaligus memperingati Hari Peduli Sampah Nasional di Jakarta, Rabu (25/2/2026), dengan mengusung tema “Kolaborasi untuk Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah)”.

Adipura tahun ini dinilai melalui standar yang lebih ketat. Dari 345 kabupaten/kota yang dievaluasi secara nasional, tidak satu pun daerah meraih predikat tertinggi Adipura Kencana maupun kategori Adipura Bersih. Hanya 35 daerah (termasuk Magetan) yang berhasil masuk kategori Kota Bersertifikat (Menuju Kota Bersih).

Sementara itu, 253 kabupaten/kota lain berada pada kategori Kota dalam Pembinaan (Kotor), serta 132 kabupaten/kota masuk Kota dalam Pengawasan (Sangat Kotor).

Dengan demikian, capaian Magetan menegaskan bahwa tata kelola persampahan di daerah ini telah memenuhi indikator nasional, meski masih memerlukan penguatan kelembagaan dan dukungan pendanaan.

Keberhasilan ini dinilai istimewa karena diraih saat Kabupaten Magetan masih menghadapi situasi darurat sampah. TPA Milangasri telah penuh, sementara pembangunan TPA baru di Desa Botok masih dalam proses.

Evaluasi nasional mencatat dua faktor yang memengaruhi nilai Magetan. Diantaranya belum adanya UPTD pengelola sampah, sehingga indikator kelembagaan mendapat nilai 0. Porsi anggaran persampahan masih jauh dari rekomendasi minimal 3% APBD.

Kendati demikian, Magetan dinilai berhasil memenuhi syarat teknis, termasuk pengendalian TPS liar dan penerapan metode controlled landfill di TPA.

Pemerintah Kabupaten Magetan menegaskan bahwa raihan Adipura merupakan hasil kerja besar seluruh elemen. Mulai dari yellow force pasukan kuning, KSM, TPS3R, bank sampah, relawan, hingga masyarakat. Petugas kebersihan disebut bekerja sepanjang malam untuk memastikan kota tetap bersih saat aktivitas warga dimulai di pagi hari.

Image Not Found
Bupati Nanik bersama Sekda Magetan

Bupati Magetan, Nanik Sumantri, menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. “Adipura kategori Menuju Kota Bersih ini kita raih di tengah kondisi darurat sampah. Ini bukti kerja keras seluruh jajaran dan dukungan masyarakat. Namun masih ada pekerjaan rumah besar, terutama penguatan kelembagaan dan anggaran. Kami berkomitmen membenahi sistem secara bertahap agar ke depan meningkat ke kategori lebih tinggi,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa penghargaan ini sekaligus menjadi momentum memperkuat Gerakan Pilah Sampah dari Rumah yang baru saja ia luncurkan.

“Terima kasih masyarakat Magetan yang sudah peduli kebersihan. Penghargaan ini kami persembahkan untuk warga Magetan,” tambahnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pangan Magetan, Saif Muchlissun, menyebut penghargaan ini sebagai pengakuan atas kerja nyata seluruh petugas kebersihan.

“Yellow Force, KSM, bank sampah, dan relawan bekerja tanpa kenal waktu. Evaluasi ini menjadi arah perbaikan, terutama pembentukan UPTD dan penguatan pembiayaan. Target kami memperkuat tata kelola, mempercepat solusi TPA, dan meningkatkan kategori pada penilaian berikutnya,” katanya.

Dengan segala keterbatasan sarana dan tekanan kapasitas TPA, Magetan dinilai mampu mempertahankan operasional sistem pengelolaan sampah secara konsisten. Pemerintah daerah menegaskan komitmen melanjutkan pembenahan guna mendorong Magetan naik kelas dalam penilaian Adipura tahun berikutnya. (Nan/Krs)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Arrachmando

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkab Madiun Targetkan 52 Dapur Pemenuhan Gizi hingga Akhir 2025

    Pemkab Madiun Targetkan 52 Dapur Pemenuhan Gizi hingga Akhir 2025

    • calendar_month Selasa, 30 Sep 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 172
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun menargetkan pendirian 52 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) hingga akhir 2025. Target ini menyusul bertambahnya unit SPPG yang sudah mulai beroperasi di sejumlah wilayah. Salah satunya SPPG Polres Madiun di bawah naungan Yayasan Bhayangkari, yang telah menyalurkan 2.492 paket makanan bergizi gratis ke 24 sekolah di […]

    Bagikan
  • Peringati Hari Jadi ke-107, Pemkot Madiun Gelar Nikah Massal bagi 6 Pasangan

    Peringati Hari Jadi ke-107, Pemkot Madiun Gelar Nikah Massal bagi 6 Pasangan

    • calendar_month Kamis, 19 Jun 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 179
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-107 Kota Madiun, Pemerintah Kota Madiun menggelar acara nikah massal bertajuk Madiun Mantu pada Rabu (19/06/2025). Kegiatan ini dilangsungkan di Rumah Dinas Wali Kota Madiun dan diikuti oleh enam pasangan pengantin dari berbagai latar belakang. Para pasangan tampak bahagia saat menjalani prosesi ijab kabul yang […]

    Bagikan
  • Kokoh “Tangan Kanan” Bupati Ponorogo Turut Terjaring OTT KPK 

    Kokoh “Tangan Kanan” Bupati Ponorogo Turut Terjaring OTT KPK 

    • calendar_month Sabtu, 8 Nov 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 193
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Nasib kurang beruntung menimpa Kokoh Priyo Utomo, sosok yang dikenal sebagai orang kepercayaan Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko. Belum genap sehari dilantik sebagai direktur di salah satu Perusahaan Umum Daerah (Perumda) milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo, Kokoh justru ikut diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pelantikan Kokoh […]

    Bagikan
  • Siswa SDN 1 Ngrupit Galang Dana untuk Korban Gempa NTT

    Siswa SDN 1 Ngrupit Galang Dana untuk Korban Gempa NTT

    • calendar_month Jumat, 21 Agt 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 266
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo — Puluhan siswa dan guru SD Negeri 1 Ngrupit, Desa Ngrupit, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, menggelar doa bersama sekaligus penggalangan dana untuk membantu korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat pagi. Kegiatan tersebut dilaksanakan di masjid yang berada di dekat sekolah, setelah para siswa menjalankan salat dhuha berjamaah. […]

    Bagikan
  • DPRD Kab Madiun Terima Audiensi Dari PPDI, Bahas 5 Poin Aduan

    DPRD Kab Madiun Terima Audiensi Dari PPDI, Bahas 5 Poin Aduan

    • calendar_month Selasa, 7 Jan 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 214
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kabupaten Madiun dibawah pimpinan Suntoyo bersama 13 anggotanya melakukan Audensi dan Silaturahmi dengan Komisi A DPRD Kabupaten Madiun serta Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) Kabupaten Madiun, Senin siang (06/01/2025). Pertemuan yang digelar di ruang rapat DPRD Kabupaten ini, dari pihak PPDI menyampaikan beberapa poin aduan. […]

    Bagikan
  • Harga Bahan Pokok Melonjak, Sambal Kacang Ikut “Pedas” Pedagang Kecil Tertekan

    Harga Bahan Pokok Melonjak, Sambal Kacang Ikut “Pedas” Pedagang Kecil Tertekan

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 208
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kenaikan harga bahan baku kembali menghantam pelaku usaha mikro, khususnya penjual sambal pecel. Lonjakan harga komoditas seperti kacang tanah, cabai, hingga gula membuat biaya produksi meningkat tajam dan berdampak langsung pada harga jual di tingkat pedagang. Berdasarkan pantauan, harga kacang tanah berada di kisaran Rp33 ribu hingga Rp36 ribu per kilogram, […]

    Bagikan
expand_less