Berita Terkini
Trending Tags

Magetan Raih Adipura “Menuju Kota Bersih”, Kerja Kolektif di Tengah Darurat Sampah Berbuah Hasil

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
  • visibility 63
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Bupati Nanik menerima plakat penghargaan Adipura dari KLH/BPLH RI, (25/2/2026), Foto : Kusnanto – Sinergia

Sinergia | Magetan – Kabupaten Magetan berhasil mencatat prestasi penting di bidang lingkungan. Daerah ini resmi menerima Penghargaan Adipura Kategori Kota Bersertifikat (Menuju Kota Bersih) dari Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup RI. Penghargaan diserahkan dalam Rakornas Pengelolaan Sampah yang sekaligus memperingati Hari Peduli Sampah Nasional di Jakarta, Rabu (25/2/2026), dengan mengusung tema “Kolaborasi untuk Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah)”.

Adipura tahun ini dinilai melalui standar yang lebih ketat. Dari 345 kabupaten/kota yang dievaluasi secara nasional, tidak satu pun daerah meraih predikat tertinggi Adipura Kencana maupun kategori Adipura Bersih. Hanya 35 daerah (termasuk Magetan) yang berhasil masuk kategori Kota Bersertifikat (Menuju Kota Bersih).

Sementara itu, 253 kabupaten/kota lain berada pada kategori Kota dalam Pembinaan (Kotor), serta 132 kabupaten/kota masuk Kota dalam Pengawasan (Sangat Kotor).

Dengan demikian, capaian Magetan menegaskan bahwa tata kelola persampahan di daerah ini telah memenuhi indikator nasional, meski masih memerlukan penguatan kelembagaan dan dukungan pendanaan.

Keberhasilan ini dinilai istimewa karena diraih saat Kabupaten Magetan masih menghadapi situasi darurat sampah. TPA Milangasri telah penuh, sementara pembangunan TPA baru di Desa Botok masih dalam proses.

Evaluasi nasional mencatat dua faktor yang memengaruhi nilai Magetan. Diantaranya belum adanya UPTD pengelola sampah, sehingga indikator kelembagaan mendapat nilai 0. Porsi anggaran persampahan masih jauh dari rekomendasi minimal 3% APBD.

Kendati demikian, Magetan dinilai berhasil memenuhi syarat teknis, termasuk pengendalian TPS liar dan penerapan metode controlled landfill di TPA.

Pemerintah Kabupaten Magetan menegaskan bahwa raihan Adipura merupakan hasil kerja besar seluruh elemen. Mulai dari yellow force pasukan kuning, KSM, TPS3R, bank sampah, relawan, hingga masyarakat. Petugas kebersihan disebut bekerja sepanjang malam untuk memastikan kota tetap bersih saat aktivitas warga dimulai di pagi hari.

Image Not Found
Bupati Nanik bersama Sekda Magetan

Bupati Magetan, Nanik Sumantri, menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. “Adipura kategori Menuju Kota Bersih ini kita raih di tengah kondisi darurat sampah. Ini bukti kerja keras seluruh jajaran dan dukungan masyarakat. Namun masih ada pekerjaan rumah besar, terutama penguatan kelembagaan dan anggaran. Kami berkomitmen membenahi sistem secara bertahap agar ke depan meningkat ke kategori lebih tinggi,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa penghargaan ini sekaligus menjadi momentum memperkuat Gerakan Pilah Sampah dari Rumah yang baru saja ia luncurkan.

“Terima kasih masyarakat Magetan yang sudah peduli kebersihan. Penghargaan ini kami persembahkan untuk warga Magetan,” tambahnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pangan Magetan, Saif Muchlissun, menyebut penghargaan ini sebagai pengakuan atas kerja nyata seluruh petugas kebersihan.

“Yellow Force, KSM, bank sampah, dan relawan bekerja tanpa kenal waktu. Evaluasi ini menjadi arah perbaikan, terutama pembentukan UPTD dan penguatan pembiayaan. Target kami memperkuat tata kelola, mempercepat solusi TPA, dan meningkatkan kategori pada penilaian berikutnya,” katanya.

Dengan segala keterbatasan sarana dan tekanan kapasitas TPA, Magetan dinilai mampu mempertahankan operasional sistem pengelolaan sampah secara konsisten. Pemerintah daerah menegaskan komitmen melanjutkan pembenahan guna mendorong Magetan naik kelas dalam penilaian Adipura tahun berikutnya. (Nan/Krs)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Arrachmando

Rekomendasi Untuk Anda

  • 9 Petugas Haji Kota Madiun Jalani Tes Kesehatan Rockport

    9 Petugas Haji Kota Madiun Jalani Tes Kesehatan Rockport

    • calendar_month Jumat, 14 Mar 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 23
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Sebagai persiapan untuk menyukseskan pelaksanaan ibadah haji, petugas haji di Kota Madiun menjalani tes kesehatan rockport di Asrama Haji Kota Madiun pada Jumaat (14/03/2025). Tes ini untuk memastikan mereka dalam kondisi fisik yang prima. Mereka nantinya diharapkan dapat membantu jamaah dengan optimal, yang tentunya membutuhkan kebugaran tubuh yang baik. Menurut […]

    Bagikan
  • 24 Jemaah Haji Ponorogo Batal Berangkat, Kuota Dikembalikan ke Kemenag Jatim

    24 Jemaah Haji Ponorogo Batal Berangkat, Kuota Dikembalikan ke Kemenag Jatim

    • calendar_month Kamis, 30 Jan 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 35
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Sejumlah jemaah haji asal Ponorogo dipastikan batal berangkat ke Tanah Suci tahun ini. Dari total kuota 519 jemaah Kabupaten Ponorogo, sedikitnya 24 orang mengundurkan diri karena berbagai alasan. “Sudah ada 24 jemaah yang dipastikan tidak berangkat tahun ini,” kata Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU) Kemenag Ponorogo, Marjuni, Kamis (30/01/2025). […]

    Bagikan
  • Pengendara Motor Tewas Mengenaskan Tertabrak Bus di Sukomoro Magetan

    Pengendara Motor Tewas Mengenaskan Tertabrak Bus di Sukomoro Magetan

    • calendar_month Minggu, 8 Jun 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 36
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Kecelakaan maut terjadi di ruas jalan Twinroad Sukomoro, tepatnya di Kelurahan Tinap, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, pada Sabtu malam (07/06/2025) sekitar pukul 23.30 WIB. Seorang pemuda berusia 19 tahun tewas setelah sepeda motornya tertabrak dan terlindas bus. Korban diketahui bernama Given Dimas Ara Dea, warga Desa Bogoarum, Kecamatan […]

    Bagikan
  • Seorang Pekerja di Magetan Ditemukan Meninggal di Area Persawahan Tebu

    Seorang Pekerja di Magetan Ditemukan Meninggal di Area Persawahan Tebu

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 29
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Seorang warga ditemukan meninggal dunia di area persawahan tebu Desa Carikan, Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan, pada Rabu (29/10/2025) pagi sekitar pukul 07.05 WIB. Korban diketahui bernama RB (60), warga Desa Pingkuk, Kecamatan Bendo. Peristiwa itu bermula saat korban tengah beristirahat bersama belasan rekannya setelah bekerja di lahan tebu. Menurut keterangan sejumlah […]

    Bagikan
  • Pasar Gula Macet, Petani Tebu Madiun Menjerit 13 Minggu Tak Terbayar

    Pasar Gula Macet, Petani Tebu Madiun Menjerit 13 Minggu Tak Terbayar

    • calendar_month Selasa, 26 Agt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 40
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun — Memasuki panen raya tebu, ratusan petani di Kabupaten Madiun terancam bangkrut karena tidak menerima pembayaran hasil panen selama 13 minggu. Sejak Juli 2025, gula petani tak terserap pasar akibat stok melimpah dan mandeknya program penyerapan pemerintah. “Petani tebu setengah mati tidak bisa hidup karena gula tidak laku. Sudah 13 minggu […]

    Bagikan
  • 530 ASN Resmi Diangkat, Bupati Madiun Tekankan Pelayanan Masyarakat

    530 ASN Resmi Diangkat, Bupati Madiun Tekankan Pelayanan Masyarakat

    • calendar_month Kamis, 15 Mei 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 29
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Sebanyak 530 Aparatur Sipil Negara (ASN) hasil seleksi tahun anggaran 2024 tahap pertama resmi menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun. SK tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Zudan Arif Fakrulloh, bersama Bupati Madiun Hari Wuryanto di Pendopo Ronggo Djumeno, Rabu (14/05/2025). Kepala […]

    Bagikan
expand_less