Berita Terkini
Trending Tags

Kejari Kabupaten Madiun Musnahkan Puluhan Barang Bukti dari 17 Perkara Pidana

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month Rabu, 10 Des 2025
  • visibility 190
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Kejari Kabupaten Madiun memusnahan sejumlah barang bukti dari perkara pidana yang telah berkekuatan hukum tetap, Foto: Tova Pradana – Sinergia

Sinergia | Kab. Madiun – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Madiun memusnahkan berbagai barang bukti dari 17 perkara pidana yang telah berkekuatan hukum tetap. Pemusnahan dilakukan sebagai bagian dari pelaksanaan tugas jaksa penuntut umum selaku eksekutor putusan pengadilan.

Kepala Kejari Kabupaten Madiun, Achmad Hariyanto Mayangkoro, mengatakan pemusnahan itu merupakan kewajiban institusi kejaksaan dalam menindaklanjuti amar putusan yang telah inkrah di pengadilan negeri, banding, maupun kasasi.

“Pemusnahan barang bukti ini berkaitan dengan tugas pokok kami sebagai eksekutor putusan pengadilan. Amar putusan terkait barang bukti ada yang dikembalikan kepada pemilik, dirampas untuk negara, dan dirampas untuk dimusnahkan. Hari ini kami melaksanakan pemusnahan barang bukti yang diputus untuk dimusnahkan,” ujarnya Rabu (10/12/2025).

Barang bukti yang dimusnahkan berasal dari kasus narkotika, pencurian, penganiayaan, dan sejumlah perkara pidana umum lainnya. Adapun barang bukti yang ikut dimusnahkan antara lain: 6,84 gram sabu, 6,18 gram ganja,14 potong pakaian, 12 unit handphone, 2 timbangan elektronik dan lain lain. 

Kajari Achmad Hariyanto menjelaskan seluruh barang bukti itu merupakan hasil sitaan dari 17 perkara yang telah selesai proses hukumnya.

Kajari Madiun menegaskan pihaknya berkomitmen menangani perkara pidana umum secara profesional dan sesuai prosedur.

“Kami selaku penuntut umum tetap melaksanakan tugas penuntutan dan eksekusi. Kami bekerja sama dengan penyidik Polres Kabupaten Madiun dan BNN. Setiap perkara yang sudah dinyatakan lengkap atau P-21 pasti kami lanjutkan ke persidangan,” kata Achmad.

Ia menambahkan Kejari Kabupaten Madiun akan terus menjaga integritas dalam proses penegakan hukum dan memastikan setiap perkara ditangani secara transparan serta sesuai ketentuan. (Tov/Krs)

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemuda di Ponorogo Tewas Diduga Usai Pesta Miras Oplosan

    Pemuda di Ponorogo Tewas Diduga Usai Pesta Miras Oplosan

    • calendar_month Senin, 21 Apr 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Budi Santoso (22), pemuda disabilitas sensorik asal Desa Ngasinan, Kecamatan Jetis, Ponorogo ditemukan tewas setelah diduga mengalami overdosis usai pesta minuman keras (miras) oplosan. Korban sempat dibawa ke Puskesmas Jetis, namun nyawanya tak tertolong. Peristiwa tragis ini terjadi pada Sabtu (19/04/2025) tengah malam. Korban diketahui berpesta miras jenis arak jowo […]

    Bagikan
  • Pemasungan ODGJ Masih Terjadi, Dinkes Magetan Lakukan Pendekatan Keluarga

    Pemasungan ODGJ Masih Terjadi, Dinkes Magetan Lakukan Pendekatan Keluarga

    • calendar_month Jumat, 25 Jul 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 131
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Praktik pemasungan terhadap orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) masih terjadi di Kabupaten Magetan. Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat mencatat, hingga Juli 2025 terdapat sepuluh ODGJ yang dipasung oleh keluarganya karena dianggap membahayakan lingkungan sekitar. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Magetan, Suwantiyo, menjelaskan sepuluh ODGJ tersebut berada di enam kecamatan, […]

    Bagikan
  • Pemkab Madiun Uji Coba Program MASTER CETE, Dorong Pembelajaran Kontekstual di Luar Kelas

    Pemkab Madiun Uji Coba Program MASTER CETE, Dorong Pembelajaran Kontekstual di Luar Kelas

    • calendar_month Senin, 15 Des 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 739
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab.Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan mulai menguji coba Program MASTER CETE (Masyarakat Terdidik, Cerdas, dan Terampil). Program ini sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus mendorong penguatan ekonomi daerah. Uji coba program ini digelar di Madiun Umbul Square, Senin (15/12/2025) yang diikuti ratusan siswa tingkat SD dan […]

    Bagikan
  • Kecelakaan di Tol Madiun Bus Pariwisata Tumbur Kijang Innova

    Kecelakaan di Tol Madiun Bus Pariwisata Tumbur Kijang Innova

    • calendar_month Senin, 17 Feb 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 162
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab Madiun – Insiden  kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Tol Ngawi-Kertosono KM 617+900, tepatnya di Desa Sidorejo, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Minggu  (16/02/2025). Kecelakaan ini melibatkan dua kendaraan, yakni Toyota Kijang Innova dengan nomor polisi S 1050 PY dan Bus Pariwisata Karyajasa bernomor polisi AB 7869 AS.  Usai melakukan olah TKP, Kanit […]

    Bagikan
  • Pernikahan Usia Dini di Magetan Masih Terjadi, Mayoritas karena Kehamilan

    Pernikahan Usia Dini di Magetan Masih Terjadi, Mayoritas karena Kehamilan

    • calendar_month Jumat, 15 Agt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 222
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Meskipun jumlahnya terus menurun dalam lima tahun terakhir, pernikahan usia dini di Kabupaten Magetan belum sepenuhnya hilang. Hingga awal Agustus 2025, tercatat 38 pasangan muda mengajukan dispensasi nikah ke Pengadilan Agama. Plt Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Magetan, Miftahuddin, menyebut sebagian besar pengajuan dipicu […]

    Bagikan
  • Sungai di Magetan Berubah Jadi Tempat Pembuangan Sampah

    Sungai di Magetan Berubah Jadi Tempat Pembuangan Sampah

    • calendar_month Sabtu, 13 Sep 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 141
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Tumpukan plastik, botol bekas, popok bayi hingga sisa makanan kini menghiasi aliran sungai yang membelah Desa Krowe dan Desa Tapen, Kecamatan Lembeyan, Kabupaten Magetan. Air yang seharusnya jernih berubah keruh, memunculkan bau menyengat yang kian meresahkan warga. Di beberapa titik, sampah bercampur dengan tanaman liar membentuk gundukan besar. Kondisi tersebut membuat […]

    Bagikan
expand_less