Berita Terkini
light_mode
Trending Tags

Harga Sayuran di Magetan Anjlok, Petani Tertekan Cuaca Buruk dan Minimnya Serapan Program MBG

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
  • visibility 93
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Tanaman sayuran di Kabupaten Magetan alami kerusakan cukup akibat serangan hama. Foto : Kusnanto-Sinergia

Sinergia | Magetan – Harga berbagai komoditas sayuran di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, merosot tajam dalam beberapa minggu terakhir. Anjloknya harga dipicu cuaca tidak menentu yang menyebabkan banyak tanaman rusak akibat serangan hama. Sementara serapan pasar, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai belum berpihak pada petani lokal.

Pantauan di Dusun Singolangu, Kelurahan Sarangan, Kecamatan Plaosan, menunjukkan kerusakan cukup parah pada komoditas hortikultura. Tanaman cabai rawit banyak yang busuk terserang hama patek selama empat bulan terakhir. Kondisi serupa terjadi pada cabai merah keriting yang mengering dan rontok sebelum dipanen.

Kerusakan juga melanda komoditas lain seperti sawi. Tanaman tersebut berlubang dan membusuk akibat hama jendel, menyebabkan panen tak maksimal dan sebagian besar gagal dijual.

Di pasaran, harga anjlok signifikan. Cabai rawit yang sebelumnya mencapai Rp70.000/kg kini hanya Rp40.000–Rp50.000 di tingkat petani. Cabai merah keriting turun dari Rp50.000 menjadi Rp20.000/kg. Sementara sawi hanya dihargai Rp1.000/kg dari harga normal Rp10.000/kg.

Penurunan ini membuat banyak petani tidak dapat menutup biaya produksi, terutama untuk obat-obatan yang semakin mahal saat cuaca ekstrem.

Image Not Found
Tanaman sayuran di Kabupaten Magetan alami kerusakan cukup akibat serangan hama. Foto : Kusnanto-Sinergia

Di tengah keterpurukan tersebut, petani mengaku tidak pernah dilibatkan dalam suplai bahan pangan untuk program MBG. Mereka menilai sayur lokal justru terpinggirkan karena pemasok lebih memilih mendatangkan komoditas dari luar daerah seperti Kediri, Nganjuk, atau Wonosobo yang memiliki harga lebih murah.

Supriyadi, salah satu petani, menyayangkan keputusan tersebut.

“Masalah utama petani di sini itu iklim, harga yang jatuh, dan penjualan yang sulit. Program MBG pun tidak melibatkan kami. Padahal sayuran dari Magetan kualitasnya tidak kalah dengan daerah lain,” ujar Supriyadi.

Ia menyebut kualitas komoditas lokal seperti brokoli, kubis, kentang, hingga sayuran dataran tinggi lain sebenarnya sangat baik. Namun karena suplai MBG dipenuhi dari luar daerah, petani mengaku “tidak tersentuh sama sekali”.

Hal senada disampaikan Suratno, petani lainnya. Ia menegaskan biaya produksi meningkat, namun pendapatan anjlok.

“Cuaca buruk bikin kebutuhan obat naik, tapi harga sayur turun semua. Sawi cuma seribu rupiah per kilo. Modal saja tidak kembali. MBG juga tidak ada pengaruhnya bagi petani,” ungkapnya.

Petani berharap pemerintah daerah melakukan evaluasi rantai distribusi MBG agar melibatkan petani lokal sebagai pemasok utama. Selain menumbuhkan ekonomi desa, kebijakan itu dinilai bisa memperbaiki harga pasar dan mencegah kerugian berkepanjangan.

“Kami hanya ingin pemerintah lebih memperhatikan petani kecil. Kalau sayur diambil dari lokal, harga bisa lebih baik dan ekonomi warga terangkat,” kata Supriyadi.

Di tengah cuaca yang masih tidak stabil, para petani berharap ada langkah cepat dari pemerintah untuk menekan kerugian dan memastikan keberlanjutan produksi sayuran di Magetan.

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilut Belum Ditemukan, Sang Ibu : Anak Saya Masih Hidup

    Ilut Belum Ditemukan, Sang Ibu : Anak Saya Masih Hidup

    • calendar_month Senin, 12 Mei 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 5
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Pencarian Ilut Apriliani, remaja penyandang disabilitas yang dilaporkan hilang di hutan Desa Lembean Wetan, Kecamatan Lembean, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, terus dilakukan hingga Minggu (11/5/2025). Memasuki hari ketiga, keberadaan Ilut masih belum diketahui meskipun ratusan personel gabungan telah dikerahkan. Sekitar 200 petugas dari TNI, Polri, Basarnas, BPBD, relawan, dan warga menyisir hutan […]

    Bagikan
  • TKD Dipangkas Rp. 243 Miliar, DPRD Ponorogo Ingatkan Pemkab Tak Salah Prioritas

    TKD Dipangkas Rp. 243 Miliar, DPRD Ponorogo Ingatkan Pemkab Tak Salah Prioritas

    • calendar_month Rabu, 15 Okt 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 5
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Pemangkasan Transfer Keuangan Daerah (TKD) oleh pemerintah pusat mendapat perhatian serius dari DPRD Ponorogo. Dewan meminta eksekutif berhati-hati dalam menyusun skala prioritas anggaran, agar program pembangunan tidak terganggu secara signifikan. Ketua DPRD Ponorogo Dwi Agus Prayitno mengatakan, total pemangkasan TKD mencapai Rp. 243,1 miliar. Jumlah tersebut berasal dari berbagai pos, mulai […]

    Bagikan
  • Dewan Pendidikan Jatim Bakal Telisik Dugaan Kecurangan SPMB SMA di Kota Madiun

    Dewan Pendidikan Jatim Bakal Telisik Dugaan Kecurangan SPMB SMA di Kota Madiun

    • calendar_month Rabu, 2 Jul 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 6
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Dewan Pendidikan Jawa Timur turut prihatin mendapat laporan kisruh Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMAN di Kota Madiun. Bukanya reda malahan belum berkesudahan. Tak heran, Dewan Pendidikan Jawa Timur ikut menaruh atensi serius. Khususnya soal dugaan kecurangan dalam penerimaan calon peserta didik. ‘’Kalau memang ada dugaan kecurangan harus disemprit,’’ […]

    Bagikan
  • 2 Pelaku Pembuangan Bayi Dibekuk Polisi

    2 Pelaku Pembuangan Bayi Dibekuk Polisi

    • calendar_month Senin, 13 Jan 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 3
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Tim Resmob Satreskrim Polres Madiun bergerak cepat mengungkap kasus pembuangan bayi di Sungai Sono Desa Tiron Kecamatan/Kabupaten Madiun yang ditemukan pada Kamis (9/1/2025) lalu. Dua orang pelaku ialah VVK (25) warga Desa Sumberejo, Kecamatan/ Kabupaten Madiun, dan EENO (19) warga Desa Mojorayung, Kecamatan Wungu Kabupaten Madiun. Keduanya berhasil dibekuk dirumahnya […]

    Bagikan
  • Kepala Bakesbangpol Kab Madiun Ditahan Kejari Perkara Tanah Kas Desa Untuk Lahan Tol

    Kepala Bakesbangpol Kab Madiun Ditahan Kejari Perkara Tanah Kas Desa Untuk Lahan Tol

    • calendar_month Rabu, 22 Jan 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 4
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun– Penyidik Kejari Kab Madiun menetapkan Kepala Bakesbangpol Pemkab Madiun, Mashudi sebagai Tersangka. Mashudi terjerat perkara tanah kas Desa Cabean Kec Sawahan yang dipakai untuk lahan tol. Saat itu dia sebagai Camat Sawahan. Dia ditahan untuk 20 hari ke depan dititipkan ke Lapas Madiun, Rabu ( 22/01/2025). Kajari Madiun Oktario Hartawan Achmad […]

    Bagikan
  • Gudang Rumah Makan Ayam Geprek dr. R di Lalap Si Jago Merah

    Gudang Rumah Makan Ayam Geprek dr. R di Lalap Si Jago Merah

    • calendar_month Sabtu, 12 Jul 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 6
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Kebakaran melanda rumah makan Ayam Geprek dr. R yang terletak di Jalan Ciliwung, Kelurahan Taman, Kecamatan Taman, Kota Madiun, pada Sabtu (12/07/2025) siang. Api dilaporkan muncul sekitar pukul 13.00 WIB dari bangunan yang digunakan sebagai gudang penyimpanan. Gudang tersebut diketahui berisi tumpukan kayu dan kardus bekas, yang membuat api cepat […]

    Bagikan
expand_less