Hari Pertama Rekayasa Lalu Lintas Magetan, Diklaim Lancar, Tapi Ada Titik Rawan yang Langsung Ditutup
- account_circle Kusnanto
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 43
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Magetan — Pelaksanaan hari pertama uji coba rekayasa arus lalu lintas di kawasan Kota Magetan, Senin (13/4/2026), berjalan relatif lancar. Meski demikian, sejumlah penyesuaian langsung dilakukan di lapangan guna mengantisipasi potensi kerawanan, khususnya kecelakaan lalu lintas.
Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub) Magetan, Achmad Fauzi Ichsan, mengatakan pengalihan arus mulai diberlakukan sejak pagi hari setelah persiapan dilakukan sejak dini hari.
“Petugas sudah mulai bekerja sejak pukul satu dini hari untuk menyiapkan rekayasa lalu lintas. Pelaksanaan dimulai sekitar pukul 05.30 WIB dengan penjagaan di sejumlah titik,” ujarnya.
Sejumlah lokasi yang menjadi fokus pengamanan antara lain kawasan sekitar Rumah Sakit – Pegadaian, Cemara Agung, Air Mancur Pasar Baru (kawasan MPP), hingga simpang Jalan Kresna dan beberapa titik lainnya. Petugas disiagakan untuk mengatur arus sekaligus melakukan evaluasi langsung di lapangan.
Menurut Fauzi, secara umum arus lalu lintas pada hari pertama berjalan lancar. Namun, ia mengakui adanya respons beragam dari masyarakat, mulai dari kebingungan hingga keluhan.
“Namanya hari pertama uji coba, pasti ada yang kaget dan komplain. Tapi itu wajar dan masih bisa kita arahkan,” jelasnya.
Hasil evaluasi cepat di lapangan juga mendorong Dishub melakukan perubahan skema pada beberapa titik yang dinilai rawan. Salah satunya di simpang yang menghubungkan Jalan Inspol Ismiadi menuju Kelurahan Tambran.
Awalnya, arus dari dua arah diperbolehkan saling melintas. Namun kondisi tersebut memicu perpotongan arus (crossing) yang berisiko tinggi terhadap kecelakaan.

“Tadi pagi sempat dibuka dua arah, tapi setelah dievaluasi terjadi crossing yang cukup rawan. Akhirnya kami putuskan untuk ditutup sementara demi mengurangi risiko kecelakaan,” tegas Fauzi.
Penutupan tersebut juga bertujuan untuk mengurangi kepadatan kendaraan di kawasan belakang Pegadaian. Setelah penyesuaian dilakukan, kondisi lalu lintas di lokasi tersebut dinilai lebih terkendali.
“Setelah dilakukan perubahan, alhamdulillah arus relatif lebih lancar dan tidak ada kendala berarti,” tambahnya.
Meski begitu, Dishub menegaskan bahwa uji coba ini masih akan terus dievaluasi secara bertahap untuk menemukan pola rekayasa lalu lintas yang paling efektif dan aman bagi masyarakat.
Fauzi juga mengimbau pengguna jalan untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama pada masa awal uji coba yang masih dalam tahap adaptasi.
“Kami minta masyarakat mengurangi kecepatan, terutama di titik-titik persimpangan. Kecepatan maksimal 30 kilometer per jam agar semua pengguna jalan bisa saling menyesuaikan dan tetap aman,” pungkasnya. (Kus)
- Penulis: Kusnanto
- Editor: Diez





