Hujan Deras Picu Longsor di Desa Suluk Madiun, Empat Titik Tutup Jalan Desa
- account_circle Kriswanto
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 55
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Madiun – Hujan deras pada Senin (30/3/2026) yang mengguyur wilayah Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, memicu tanah longsor di Desa Suluk. Sedikitnya empat titik longsor terjadi di dua dusun dan sempat menutup akses jalan desa pada Senin malam. Pada Selasa (31/3/2026) pagi, warga bersama BPBD serta TNI melakukan kerja bakti guna membersihkan material longsor.
Kepala Desa Suluk, Daryono, mengatakan hujan dengan intensitas tinggi mulai turun sekitar pukul 13.00 WIB dan berlangsung cukup lama. Kondisi geografis desa yang berada di wilayah lereng membuat kawasan tersebut rawan terjadi longsor saat hujan deras.
“Memang kemarin mulai jam satu hujan itu intensitasnya deras sekali. Khususnya di Desa Suluk, Dusun Krajan dan Dusun Mojo yang topografinya lereng, sehingga ketika ada hujan besar pasti ada longsor,” ujar Daryono.
Ia menjelaskan, longsor terjadi di empat titik, masing-masing dua titik di Dusun Krajan dan dua titik di Dusun Mojo. Material tanah dan batu sempat menutup seluruh akses jalan desa di lokasi tersebut.
“Empat titik itu semuanya menutup jalan. Tapi alhamdulillah masyarakat bergerak cepat kerja bakti sehingga setelah hujan selesai langsung dikerjakan dan jalan bisa dilalui kembali,” katanya.
Menurut Daryono, wilayah lereng di Desa Suluk sebenarnya membutuhkan pembangunan tanggul atau penguatan tebing agar lebih aman dari potensi longsor. Namun, keterbatasan anggaran desa membuat penanganan permanen belum dapat dilakukan secara maksimal.
Meski demikian, ia mengapresiasi kekompakan warga yang selalu sigap saat terjadi bencana. Warga bersama-sama membersihkan material longsor agar aktivitas masyarakat dapat kembali normal.
“Pagi ini aktivitas sudah berjalan. Warga yang punya kepentingan bisa lewat jalur alternatif. Masyarakat di sini sangat kompak dan selalu siap siaga jika ada bencana,” tambahnya.

Sungai Meluap, 23 Rumah di Desa Kedung Duren Pilangkenceng Terdampak Banjir
Sementara itu, anggota BPBD Kabupaten Madiun, Mursto, mengatakan hujan deras yang terjadi juga memicu banjir di wilayah Pilangkenceng. Salah satunya di Desa Kebon Duren yang menyebabkan luapan sungai setempat. Hal itu berdampak pada pemukiman warga.
“Di Kebon Duren ada banjir karena sungai meluap hingga masuk ke rumah warga. Ada sekitar 23 rumah yang terdampak air,” jelas Mursto.
Ia menyebut banjir tersebut merupakan kejadian yang kerap terjadi karena merupakan banjir kiriman dari wilayah Sekar, Kabupaten Bojonegoro. Saat hujan deras mengguyur daerah hulu, air biasanya mengalir ke wilayah Madiun.
BPBD Kabupaten Madiun mengimbau masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana, khususnya lereng dan bantaran sungai, untuk tetap waspada terhadap potensi longsor maupun banjir selama musim hujan berlangsung. (Krs)
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Diez






