Hujan Lebat Picu 10 Titik Longsor di Poncol Magetan, Sejumlah Rumah Rusak
- account_circle Kusnanto
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 33
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Magetan – Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang yang mengguyur wilayah Kecamatan Poncol selama lebih dari tiga jam pada Senin (9/3/2026) memicu bencana tanah longsor di sejumlah lokasi. Sedikitnya 10 titik longsor dilaporkan, sembilan di antaranya berada di Desa Plangkrongan, dan satu titik lainnya di Desa Genilangit.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, BPBD Kabupaten Magetan mencatat titik terdampak meliputi beberapa rumah milik warga. Selain itu, talud jalan usaha tani di Desa Genilangit juga ikut longsor.
Kerusakan yang terjadi beragam, mulai dari pondasi rumah tergerus, tembok jebol, hingga kandang ternak roboh. Di salah satu titik, material longsor menutup 30 persen badan jalan desa.
Salah satu korban, Samsudin, menceritakan detik-detik kejadian saat hujan tanpa henti menyebabkan tebing di belakang rumahnya ambrol.
“Hujan Mas dari siang, terus tiba-tiba longsor. Yang longsor tebing, tingginya sekitar enam meter. Dampaknya ke rumah, dapur saya. Tembok dapurnya sampai jebol,” ungkapnya.
Kepala Desa Plangkrongan, Wawan Setyobudi, membenarkan bahwa hujan lebat disertai angin kencang menjadi pemicu utama bencana tersebut.

“Dari jam tiga sore sampai jam lima hujan sangat deras disertai angin. Air melimpah dan menyebabkan longsor di beberapa titik desa kami,” jelasnya.
Menurutnya, sejumlah rumah mengalami kerusakan pada bagian tembok, sementara di titik lain material longsor sudah sangat dekat dengan struktur bangunan.
“Untuk rumah ada sekitar delapan titik, sementara jalan desa ada hampir sepuluh sampai dua belas titik yang tertimpa longsor. Tidak ada korban jiwa, Alhamdulillah,” tambah Wawan.
BPBD Kabupaten Magetan mengingatkan warga di wilayah rawan longsor untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan deras terjadi.
BPBD juga menegaskan agar warga tidak beraktivitas di sekitar lereng terjal, serta menghindari area yang telah dipasangi barikade atau ditutup terpal karena merupakan titik rawan longsor susulan.
Hingga kini, lokasi terdampak telah dipasangi terpal dan sebagian material longsor mulai dibersihkan secara mandiri oleh warga. Aktivitas masyarakat kembali berjalan, meski warga tetap diminta waspada mengingat cuaca masih berpotensi hujan. (kus)
- Penulis: Kusnanto
- Editor: Diez







