Insiden di Perlintasan JPL 121, KAI Daop 7 Madiun Tegaskan Petugas Sudah Sesuai SOP
- account_circle Kriswanto
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 19
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Madiun – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun memberikan penjelasan resmi terkait peristiwa tertempernya seseorang oleh KA 251B Jayakarta di perlintasan sebidang JPL 121 Km 151+1/9 petak jalan Caruban–Babadan, Kamis (12/2/2026) lalu.
Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 7 Madiun, Tohari, menegaskan bahwa seluruh petugas saat kejadian tersebut telah menjalankan tugas sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku.
Menurut Tohari, masinis KA Jayakarta telah membunyikan Semboyan 35 berupa suara panjang sebagai peringatan saat kereta akan melintas di perlintasan tersebut. Namun, peringatan itu tidak diindahkan oleh korban.
Selain itu, petugas penjaga perlintasan dari Dinas Perhubungan disebut telah menutup palang pintu dan melaksanakan Semboyan 1, yakni berdiri di depan pos penjaga perlintasan menghadap ke arah datangnya kereta api sebagai bagian dari prosedur pengamanan perjalanan kereta.
“Pada saat masinis membunyikan Semboyan 35, petugas penjaga perlintasan melihat korban berjalan menuju tengah jalur rel. Jarak kereta dengan lokasi kejadian diperkirakan sekitar 100 meter, sehingga secara teknis tidak memungkinkan bagi kereta api untuk berhenti mendadak,” jelas Tohari.
Ia menambahkan, kereta api memerlukan jarak pengereman yang panjang untuk dapat berhenti secara aman, sehingga dalam kondisi tersebut tidak tersedia ruang dan waktu yang cukup untuk menghindari insiden.
Atas peristiwa tersebut, KAI Daop 7 Madiun menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban. Pihaknya juga mengingatkan masyarakat bahwa jalur rel merupakan area terbatas yang hanya diperuntukkan bagi operasional perkeretaapian.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas di jalur rel karena sangat membahayakan keselamatan diri sendiri maupun perjalanan kereta api,” pungkas Tohari.
KAI Daop 7 Madiun menyatakan akan terus berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan guna meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api serta mencegah kejadian serupa terulang kembali.(Kris).
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Buyung


