Kemenhaj Kota Madiun Pantau Situasi Timur Tengah, Harap Biro Umroh Tunda Keberangkatan
- account_circle Kriswanto
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 22
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kota Madiun – Situasi kawasan Timur Tengah kian memanas dampak konflik Israel-Amerika dengan Iran. Hal itu menjadi kekhawatiran tersendiri bagi masyarakat, khususnya umat muslim yang akan ataupun tengah menjalankan ibadah umroh ke Tanah Suci. Kementerian Haji dan Umroh (Kemenhaj) RI telah memberikan sejumlah himbauan menyikapi situasi konflik tersebut.
Kepala Kantor Kemenhaj Kota Madiun, Datik Ardiyah mengatakan situasi kawasan Timur Tengah harus disikapi serius oleh semua pihak, termasuk biro ataupun agen travel umroh di Kota Madiun. Untuk itu, himbauan sudah disampaikan agar untuk sementara waktu menunda keberangkatan umroh.
“Sudah kami sampaikan ya kepada biro-biro ataupun agen-agen untuk menunda dulu keberangkatan. Karena memang ini sesuai himbauan Kementerian Haji dan Umroh di Jakarta,” ujarnya.
Namun, Kemenhaj Kota Madiun tidak mengetahui pasti jumlah jemaah umroh yang berada di Mekkah maupun Madinah. Pasalnya tidak ada laporan dari biro atau agen umroh kepada Kemenhaj.

“Data itu seharusnya dilaporkan kepada kami. Jadi ini sebagai evaluasi kedepannya, ketika ada jemaah biro travel manapun posisinya ber-KTP Kota Madiun itu mengharap untuk dilaporkan. Termasuk jumlah hingga tanggal berangkat dan pulangnya,” jelas Datik.
Sementara, untuk jemaah umroh yang tengah berada di Tanah Suci untuk tetap tenang. Selain itu, juga mengikuti arahan dari pihak terkait dalam menyikapi situasi saat ini.
“Jemaah yang masih di Mekkah ataupun di Madinah untuk tetap bersabar dan mengikuti arahan dari pemerintah. Juga bagi keluarga jemaah untuk tetap tenang,” pungkasnya.
Biro Travel Umroh Siap Ikuti Himbauan Kemenhaj, Pantau Kondisi Jemaah di Tanah Suci
Sementara itu, Jabal Rahmah Nadia Insani salah satu biro travel umroh yang telah memberangkatkan sebanyak 38 jemaah umroh pada 26 Februari lalu. Saat ini, seluruh jemaah telah menjalankan rangkaian ibadah umroh di Mekkah dan akan menuju ke Madinah. Seluruh jemaah dalam kondisi baik, meski ada kekhawatiran terkait konflik Timur Tengah.
“Soal kepulangannya rencana tanggal 8 Maret. Apapun yang terjadi kami seluruh pengurus berserah diri. Semoga kepulangannya tetap sesuai rencana,” terang Jauhari Purboyo, Pimpinan Jabal Rahmah Nadia Insani.
Lebih lanjut, pihaknya terus memantau kondisi jemaah secara setiap waktu. Jemaah telah menyelesaikan rangkaian ibadah umroh. “Kondisi fisik jemaah tetap sehat semua. Kalau psikis mungkin sedikit pengaruhnya. Karena masih berada disana jadi bisa berdoa untuk kelancaran,” imbuhnya.
Menyikapi himbauan penundaan keberangkatan umroh dalam waktu dekat, Jabal Rahmah Nadia Insani tetap mengikuti arahan dari Kemenhaj. Pihaknya juga turut memantau perkembangan situasi di Timur Tengah.
“Juni nanti sebenarnya kita akan memberangkatkan jemaah lagi. Tetapi itu nanti juga kita lihat perkembangannya. Jadi tetap kita patur kepada aturan negara. Kalau Kemenhaj mengatakan ditunda ya kami siap mengikuti aturannya,” tutup Jauhari Purboyo. (Krs)
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Diez

