Berita Terkini
Trending Tags

Buruh FSBI Madiun Desak Penghapusan Disparitas Upah, Ini Kata Bupati Hari Wur

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month Kamis, 1 Mei 2025
  • visibility 92
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Ratusan buruh FSBI menggelar aksi unjuk rasa di depan Pendopo Ronggo Jumeno, Foto : Tova Pradana – Sinergia

Sinergia | Kab. Madiun – Ratusan buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Buruh Independen (FSBI) menggelar aksi unjuk rasa di depan Pendopo Ronggo Jumeno, Mejayan, Kabupaten Madiun, Kamis (01/05/2025). Aksi itu digelar bertepatan dengan peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day. Tuntutan utama mereka penghapusan kesenjangan upah antara Kabupaten Madiun dan kawasan industri di Ring 1 Jawa Timur.

Koordinator aksi, Ahmad Soleh, menyebut bahwa upah minimum kabupaten (UMK) Madiun tertinggal jauh dibandingkan daerah-daerah seperti Surabaya, Gresik, Sidoarjo, Mojokerto, dan Pasuruan. Padahal, kata dia, harga kebutuhan pokok di daerah-daerah itu tak jauh berbeda dengan Madiun.

“Menurut data BPS, kebutuhan hidup layak di Madiun mencapai Rp3,5 juta. Harga sembako di sini juga setara dengan di Surabaya atau Sidoarjo,” kata Soleh kepada wartawan.

Ia berharap momentum May Day dapat menjadi pintu masuk bagi pemerintah daerah untuk mengusulkan penghapusan disparitas upah kepada pemerintah provinsi. 

“Kami mendorong Pemkab Madiun agar lebih berani menyuarakan aspirasi buruh. Tahun ini kami sudah mengusulkan penetapan Upah Minimum Sektoral Kabupaten (UMSK) untuk 2024 dan 2025. Kami ingin pemerintah yang akan datang tetap melanjutkannya,” ujarnya.

Tak hanya soal upah, FSBI juga menyoroti maraknya sistem kerja outsourcing di Kabupaten Madiun. Menurut Sholeh, praktik alih daya yang tak terkendali menggerus kesejahteraan buruh.

Image Not Found
Ratusan buruh FSBI menggelar aksi unjuk rasa di depan Pendopo Ronggo Jumeno, Foto : Tova Pradana – Sinergia

“Banyak perusahaan menggandeng penyedia jasa tenaga kerja. Kami minta pemerintah membatasi praktik outsourcing agar hak-hak pekerja lebih terlindungi,” ucapnya.

Menanggapi tuntutan tersebut, Bupati Madiun Hari Wuryanto mengatakan bahwa penyesuaian upah harus mempertimbangkan karakteristik dan kemampuan daerah.

“UMK dan UMSK tidak bisa disamaratakan. Tidak adil jika dibandingkan dengan kota besar seperti Surabaya. Karakteristik wilayah dan taraf hidup masyarakat berbeda,” kata Hari.

Meski begitu, ia menyatakan bahwa pemerintah daerah tetap membuka ruang dialog. “Kami akan terus mendorong pembahasan upah melalui mekanisme tripartit bersama serikat buruh dan pengusaha. Tapi tentu dengan perhitungan matang sesuai kondisi daerah,” ujar Bupati Hari Wuryanto.

Selama aksi berlangsung ratusan massa FSBI dikawal ketat oleh aparat keamanan TNI Polri dan Satpol PP.

Tova Pradana – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana

Rekomendasi Untuk Anda

  • Diduga Kurang Konsentrasi, Pengendara Motor Hantam Truk Bermuatan Tanah

    Diduga Kurang Konsentrasi, Pengendara Motor Hantam Truk Bermuatan Tanah

    • calendar_month Selasa, 4 Nov 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 83
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Basuki Rahmat, Kelurahan Tawangrejo, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun, Selasa (04/11/2025). Insiden ini melibatkan sebuah sepeda motor dan truk bermuatan tanah urug tengah antri untuk masuk ke lokasi proyek. Truk bermuatan tanah dengan nomor polisi AE 9017 UP dikemudikan oleh Tri Santoso, warga Bondrang, Kecamatan […]

    Bagikan
  • Kayu Limbah Disulap Jadi Kerajinan Antik Bernilai Seni Tinggi

    Kayu Limbah Disulap Jadi Kerajinan Antik Bernilai Seni Tinggi

    • calendar_month Senin, 3 Mar 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 97
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Kayu limbah yang kerap diabaikan banyak orang disulap menjadi kerajinan antik bernilai seni tinggi di tangan Heri Ismakut, warga Desa Mojomati, Kecamatan Jetis, Ponorogo. Dengan teknik ukir tradisional dan pewarnaan khas tempo dulu, karya-karya Heri tidak hanya memperkenalkan kembali seni lama yang nyaris punah, tetapi juga memiliki nilai ekonomi tinggi. […]

    Bagikan
  • Absen 162 Hari, Bintara Polres Ponorogo Dipecat Tidak Hormat

    Absen 162 Hari, Bintara Polres Ponorogo Dipecat Tidak Hormat

    • calendar_month Jumat, 16 Mei 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 147
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Seorang anggota Polres Ponorogo, BT, resmi diberhentikan secara tidak hormat dari institusi kepolisian setelah terbukti melakukan pelanggaran berat berupa desersi atau meninggalkan tugas dinas tanpa izin selama lebih dari lima bulan. Upacara Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) terhadap bintara berpangkat Brigadir Polisi itu digelar di halaman Mapolres Ponorogo, Kamis (15/5/2025). […]

    Bagikan
  • DPRD Ngawi Dorong Perbaikan Cagar Budaya Kepatihan Lewat APBD Perubahan 2025

    DPRD Ngawi Dorong Perbaikan Cagar Budaya Kepatihan Lewat APBD Perubahan 2025

    • calendar_month Jumat, 18 Jul 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 86
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Gedung Kepatihan, salah satu cagar budaya tertua di Kabupaten Ngawi, kondisinya kian memprihatinkan. Dinding retak, kayu penyangga lapuk, hingga bagian kamar mandi yang ambles menandai kerusakan serius pada bangunan bersejarah yang berdiri sejak 1828 tersebut. Menyikapi hal ini, Komisi II DPRD Ngawi turun langsung meninjau lokasi, Kamis (17/07/2025), dan menyatakan komitmennya […]

    Bagikan
  • Mengulik Sejarah Masjid Kuno Kuncen dan Kegiatan di Bulan Suci Ramadhan

    Mengulik Sejarah Masjid Kuno Kuncen dan Kegiatan di Bulan Suci Ramadhan

    • calendar_month Senin, 17 Mar 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 266
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Masjid Kuno Kuncen atau Masjid Nur Hidayatullah merupakan masjid bersejarah yang terletak di Kelurahan Kuncen, Kecamatan Taman Kota Madiun. Masjid ini memiliki sejarah panjang dalam penyebaran agama Islam di wilayah Madiun. Masjid ini didirikan pada 18 Juli 1568 oleh Pangeran Timur, yang dikenal juga dengan nama Ki Ageng Panembahan Ronggo […]

    Bagikan
  • Serangga Masuk Telinga, Dokter: Terlalu Sering Membersihkan Telinga Justru Berisiko

    Serangga Masuk Telinga, Dokter: Terlalu Sering Membersihkan Telinga Justru Berisiko

    • calendar_month Senin, 21 Jul 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 106
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kasus serangga masuk ke dalam telinga mungkin terdengar sepele, namun masih sering terjadi dan tak jarang membuat panik. Menariknya, kebiasaan masyarakat yang terlalu rajin membersihkan telinga justru bisa memperbesar risiko tersebut. Fenomena ini diungkapkan oleh dr. Rosa Falerina, Sp.THT-BKL Subsp.N.O (K), dokter spesialis THT dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, saat memberikan […]

    Bagikan
expand_less