Berita Terkini
Trending Tags

Disbudpar Magetan Angkat Bicara Terkait Keluhan Wisatawan Soal Harga Tak Wajar di Sarangan

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
  • visibility 162
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Disbudpar Kabupaten Magetan angkat bicara soal ramainya keluhan wisatawan terkait dugaan praktik “getok harga”, Foto: Kusnanto-Sinergia

Sinergia | Magetan – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Magetan angkat bicara soal ramainya keluhan wisatawan terkait dugaan praktik “getok harga” oleh sejumlah pedagang di kawasan wisata Telaga Sarangan. Fenomena tersebut sempat memicu perdebatan hangat di media sosial setelah beberapa wisatawan mengaku dikenai tarif makanan dan minuman yang dinilai jauh dari kewajaran.

Kepala Bidang Pariwisata Disbudpar Magetan, Eka Raditya, menuturkan bahwa pihaknya sejak lama telah mengingatkan seluruh pelaku usaha untuk menjaga standar harga. Ia menyebut imbauan tersebut telah disampaikan secara resmi.

“Kami sudah mengedarkan surat kepada para pelaku usaha agar tidak menetapkan harga yang melebihi batas wajar,” ungkap Eka, Senin (5/1/2026).

Selain soal kewajaran harga, Disbudpar meminta pedagang untuk menyediakan daftar harga yang jelas dan mudah dilihat pengunjung. Menurut Eka, transparansi menjadi langkah penting agar tidak terjadi kesalahpahaman.

“Dengan adanya daftar harga, pengunjung bisa mengetahui sejak awal biaya yang harus dikeluarkan sehingga tidak muncul kesan merasa dirugikan,” jelasnya.

Eka mengakui bahwa upaya pengawasan belum sepenuhnya berhasil. Masih ditemukan pedagang yang menetapkan harga jauh lebih tinggi dari standar yang dianggap pantas.

“Harus diakui ada yang masih memberikan harga terlalu tinggi. Wajar jika harga di tempat wisata sedikit lebih mahal, tapi tidak boleh sampai berlebihan,” tegasnya.

Untuk mengatasi persoalan itu, Disbudpar berencana meningkatkan koordinasi dengan paguyuban pedagang yang menaungi para pelaku UMKM di kawasan wisata. Melalui paguyuban tersebut, pembinaan hingga pemberian sanksi dinilai dapat berjalan lebih efektif.

“Melalui paguyuban, peringatan dan sanksi bisa diberikan lebih teratur dan lebih mudah diterapkan,” kata Eka.

Meski demikian, Eka menegaskan bahwa harga makanan dan minuman di kawasan wisata tidak dapat diatur secara kaku layaknya komoditas kebutuhan pokok. Namun ia menyebut, ke depan paguyuban akan membuat kesepakatan bersama terkait batas harga yang pantas diterapkan.

“Karena bukan kategori kebutuhan pokok, tidak bisa dibuat aturan baku soal batasan harganya. Tapi nanti akan ada kesepakatan internal paguyuban untuk menjaga harga tetap dalam batas wajar,” tuturnya. Polemik harga ini diharapkan menjadi bahan evaluasi seluruh pihak terkait. Disbudpar berharap kejadian serupa tidak terulang demi menjaga kenyamanan pengunjung dan citra Telaga Sarangan sebagai destinasi favorit di Magetan.(Nan/Krs).

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • KPU Magetan : Putusan PHPU Antara 24 Hingga 26 Februari 2025

    KPU Magetan : Putusan PHPU Antara 24 Hingga 26 Februari 2025

    • calendar_month Selasa, 18 Feb 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 117
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Kabupaten Magetan menjadi salah satu daerah di Jawa Timur, yang belum bisa mengikuti pelantikan kepala daerah dan wakil kepala daerah terpilih, pada 20 Februari mendatang. Hal tersebut dikarenakan Sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU), Bupati dan Wakil Bupati Magetan, masih berlangsung di Mahkamah Konstitusi. Diketahui, Paslon 03 Sujatno – Ida […]

    Bagikan
  • Mendes PDT Yandri Singgung Ulah Oknum LSM dan Wartawan Bodrek Mengganggu Pemerintah Desa

    Mendes PDT Yandri Singgung Ulah Oknum LSM dan Wartawan Bodrek Mengganggu Pemerintah Desa

    • calendar_month Kamis, 6 Feb 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 126
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Beberapa hari terakhir Pernyataan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto ramai diperbincangkan. Yakni ucapanya yang mengatakan pihak yang paling banyak mengganggu kepala desa adalah oknum LSM dan oknum wartawan bodrek mendapat tanggapan dari banyak kalangan. Pernyataan Yandri itu disampaikan saat sosialisasi Peraturan Menteri Desa (Permendes) nomor […]

    Bagikan
  • Tari Keling, warisan budaya unik yang hanya bertahan di Dusun Mojo Ponorogo

    Tari Keling, warisan budaya unik yang hanya bertahan di Dusun Mojo Ponorogo

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 162
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Di balik popularitas Reog Ponorogo, terdapat satu kesenian tradisi yang hingga kini masih bertahan dan hanya dapat ditemui di Dusun Mojo, Desa Singgahan, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo. Kesenian tersebut adalah Tari Keling, sebuah pertunjukan rakyat yang memadukan unsur ritual, sejarah, dan filosofi yang diwariskan secara turun-temurun. Sebelum pertunjukan dimulai, seorang tokoh desa […]

    Bagikan
  • Perayaan Natal Jemaat GKJW di Madiun Lebih Awal, Tunjukkan Toleransi Beragama dan Solidaritas Sosial

    Perayaan Natal Jemaat GKJW di Madiun Lebih Awal, Tunjukkan Toleransi Beragama dan Solidaritas Sosial

    • calendar_month Sabtu, 20 Des 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 182
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Puluhan jemaat Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Pepanthan Golang, Desa Kuwiran, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, merayakan Natal lebih awal pada Sabtu (20/12/2025). Perayaan yang mengusung tema “Allah Hadir Untuk Menyelamatkan Keluarga” ini berlangsung penuh khidmat, dengan dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk mereka yang berasal dari latar belakang agama […]

    Bagikan
  • Akademisi Apresiasi Capaian Kinerja Maidi, Tetapi Tidak Toleransi Soal Korupsi

    Akademisi Apresiasi Capaian Kinerja Maidi, Tetapi Tidak Toleransi Soal Korupsi

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 187
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Kasus operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Wali Kota Madiun nonaktif, Maidi menjadi sorotan publik dalam beberapa hari terakhir ini. Tidak terkecuali dari kalangan akademisi di Kota Madiun yang turut prihatin atas peristiwa tersebut. Selain Maidi, KPK telah menetapkan 2 tersangka lainnya yakni Thariq Megah, Kepala […]

    Bagikan
  • Relawan Magetan Tembus Daerah Terisolasi di Sumatera, Salurkan Bantuan Hingga ke Titik Terujung Longsor

    Relawan Magetan Tembus Daerah Terisolasi di Sumatera, Salurkan Bantuan Hingga ke Titik Terujung Longsor

    • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 230
    • 0Komentar

    Sinergia | Sumatera Barat – Perjalanan ribuan kilometer tak menghalangi tekad relawan asal Kabupaten Magetan, Jawa Timur, untuk mengantarkan bantuan ke wilayah terdampak banjir dan tanah longsor di Pulau Sumatra. Dengan menempuh jalur darat selama empat hari, tim ini berupaya menembus kawasan yang sempat terisolasi akibat kerusakan parah infrastruktur. Enam anggota Relawan 24 Jam Magetan […]

    Bagikan
expand_less