Kursi Ketua Askot PSSI Madiun Kosong, Wawali Minta Pembinaan Sepak Bola Tak Boleh Terhenti
- account_circle Kriswanto
- calendar_month Sabtu, 22 Nov 2025
- visibility 12
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kota Madiun – Kekosongan kursi Ketua Askot PSSI Kota Madiun menjadi perhatian serius berbagai pihak. Jabatan yang hingga kini belum terisi itu dikhawatirkan mempengaruhi jalannya organisasi, termasuk pembinaan atlet muda di Kota Pendekar.
Wakil Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun, menegaskan bahwa kegiatan pembinaan tidak boleh terhambat hanya karena persoalan struktur kepengurusan. Menurutnya, konsistensi dan loyalitas pengurus merupakan faktor yang paling menentukan.
“Pembinaan atlet tidak boleh berhenti hanya karena belum ada ketua. Sepak bola itu tidak bergantung pada satu figur, tetapi pada komitmen bersama untuk memajukan pembinaan,” tegas Bagus.
Ia menjelaskan, komunikasi yang intens antara Askot PSSI dengan Pemerintah Kota Madiun dan PSSI Provinsi Jawa Timur harus terus dilakukan. Hal itu penting agar proses penunjukan ketua baru segera menemukan titik terang.
“Untuk kepengurusan PSSI di Kota Madiun memang perlu komunikasi dengan pemkot dan provinsi. Kemarin ada yang bertemu dengan saya, tapi siapa sosok yang diusulkan masih belum muncul,” tambahnya.
Bagus berharap dinamika internal Askot PSSI Madiun segera menemukan solusi, sehingga roda organisasi kembali berjalan optimal. Ia menekankan bahwa keberlanjutan pembinaan atlet harus menjadi prioritas utama, terlepas dari adanya kekosongan jabatan. (Sur/Krs).
- Penulis: Kriswanto


