Berita Terkini
Trending Tags

Tiga SD di Magetan Tanpa Siswa Baru, Satu Terancam Ditutup

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Rabu, 16 Jul 2025
  • visibility 49
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Krisis kekurangan murid baru menghantui sejumlah Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kabupaten Magetan, Foto : Kusnanto – Sinergia

Sinergia | Kab. Magetan – Krisis kekurangan murid baru menghantui sejumlah Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kabupaten Magetan. Data dari Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) mencatat, hingga penutupan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) pada 23 Juni 2025, tiga SDN tercatat nihil pendaftar.

Ketiga sekolah itu adalah SDN Bangsri 1 (Kecamatan Ngariboyo), SDN Mojorejo 2 (Kecamatan Kawedanan), dan SDN Jomblang (Kecamatan Takeran). Dari ketiganya, SDN Jomblang menjadi perhatian serius karena sudah beberapa tahun tidak mendapat murid baru.

“SDN Jomblang itu hanya punya satu murid dalam beberapa tahun terakhir. Sekarang murid tersebut pun sudah mengajukan pindah ke sekolah lain,” terang Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas) Dikpora Magetan, Irawan, saat ditemui Rabu (16/07/2025) siang.

Kondisi itu menyebabkan SDN Jomblang tidak menyelenggarakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ini, lantaran dua tingkat kelas yang biasa mengikuti kegiatan tersebut – kelas 1 dan 2 – sudah tidak memiliki siswa aktif. Berbeda dengan SDN Jomblang, dua sekolah lain yakni SDN Mojorejo 2 dan SDN Bangsri 1 masih memiliki siswa kelas 2, sehingga MPLS tetap dijalankan meski tanpa siswa baru.

Di sisi lain, pelaksanaan SPMB 2025 di tingkat SD secara keseluruhan mencatatkan 4.353 siswa baru tersebar di 385 satuan pendidikan dengan 395 Rombongan Belajar (Rombel). Sementara, di jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP), terdapat 5.286 siswa yang diterima di 39 satuan pendidikan dengan total 165 Rombel.

Meski angka penerimaan terlihat tinggi secara agregat, nyatanya banyak sekolah tidak memenuhi pagu Rombel. Hanya sekitar 25 SD dan 8 SMP negeri yang berhasil mengisi rombongan belajar sesuai kapasitas maksimal.

“Jumlah Rombel itu bervariasi, tergantung masing-masing sekolah. Tidak semua bisa memenuhi target karena sebaran murid tidak merata,” tambah Irawan.

Fenomena sepinya peminat ini menjadi pekerjaan rumah tersendiri bagi Disdikpora Magetan. Irawan menyatakan pihaknya telah memanggil kepala sekolah dari sejumlah lembaga terdampak dan mengajak diskusi bersama warga dan pemangku kepentingan setempat.

“Kami terus mencari jalan keluar. Kami dorong sekolah-sekolah negeri, terutama di tingkat SD, agar lebih terbuka terhadap keinginan masyarakat. Misalnya, memperkuat kegiatan ekstrakurikuler agar bisa menarik minat,” tegasnya.

Langkah-langkah ini diharapkan mampu mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap sekolah negeri, sekaligus menyelamatkan sekolah-sekolah yang kini berada di ambang penutupan akibat minimnya jumlah siswa.

Kusnanto – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Target PAD Pariwisata Magetan 2025 Tak Tercapai, 2026 Malah Naik

    Target PAD Pariwisata Magetan 2025 Tak Tercapai, 2026 Malah Naik

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 105
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Jumlah wisatawan di Kabupaten Magetan, Jawa Timur diklaim mengalami peningkatan pada 2025. Namun, hal itu tidak berdampak capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata yang tidak mampu memenuhi target yang ditetapkan. PAD sektor pariwisata di Magetan pada 2025 ini mencapai Rp. 20,2 miliar dari target Rp. 21,2 miliar. Kepala Bidang […]

    Bagikan
  • Giat Patroli, Personel Korem 081/DSJ Sisir Pemukiman Warga

    Giat Patroli, Personel Korem 081/DSJ Sisir Pemukiman Warga

    • calendar_month Selasa, 1 Apr 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 83
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Tak hanya melakukan pengamanan di tempat-tempat keramaian, personel TNI dari jajaran Korem 081/DSJ juga melaksanakan patroli di pemukiman warga selama libur lebaran. Patroli yang dilakukan malam hari itu menyisir di pemukiman warga yang banyak ditinggal mudik oleh warganya. Kapenrem 081/DSJ, Mayor Cpl Eko Sudarto menegaskan, patroli itu sebagai bentuk komitmen […]

    Bagikan
  • Program Door-to-Door dan Dapur Umum, Wali Kota Madiun Perkuat Pelayanan dan Ketahanan Pangan

    Program Door-to-Door dan Dapur Umum, Wali Kota Madiun Perkuat Pelayanan dan Ketahanan Pangan

    • calendar_month Senin, 3 Mar 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 52
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Setelah menggelar apel besar, Wali Kota Madiun, Maidi melakukan kirab keliling Kota Madiun pada Senin 3/3/2025. Walikota Madiun juga menyambangi lapak UMKM yang berada di Kelurahan Kanigoro yang nantinya akan digunakan sebagai kantor sementara.  Dalam kunjungannya, Wali Kota Madiun menjelaskan bahwa upaya memperkuat pelayanan kepada masyarakat,maka mulai hari ini seluruh […]

    Bagikan
  • Pemkab Magetan Kejar Target Penurunan Belanja Pegawai ke 30 Persen Jelang 2027

    Pemkab Magetan Kejar Target Penurunan Belanja Pegawai ke 30 Persen Jelang 2027

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 95
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan terus berupaya menekan rasio belanja pegawai agar sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (UU HKPD). Hingga saat ini, porsi belanja pegawai masih berada di angka 37 persen, melampaui batas maksimal 30 persen yang mulai diberlakukan pada 2027. Kepala Badan Pengelolaan Keuangan […]

    Bagikan
  • Diduga Terpeleset, Remaja di Magetan Tenggelam ke Sungai, Pencarian Terkendala Arus Deras

    Diduga Terpeleset, Remaja di Magetan Tenggelam ke Sungai, Pencarian Terkendala Arus Deras

    • calendar_month Sabtu, 22 Nov 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 83
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Raditya Desta Nugroho (16) remaja asal Desa Pragak, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan meninggal dunia usai tenggelam di Sungai Gonggang di Desa Kediren, Kecamatan Lembeyan, Sabtu (22/11/2025) siang. Korban diduga terpeleset dan jatuh ke sungai. Insiden ini membuat warga sekitar terkejut mengingat lokasi sungai dikenal memiliki arus kuat serta kedalaman yang mencapai […]

    Bagikan
  • UMK Kabupaten Madiun 2026 Ditetapkan Rp. 2,55 Juta

    UMK Kabupaten Madiun 2026 Ditetapkan Rp. 2,55 Juta

    • calendar_month Sabtu, 27 Des 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 618
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Upah Minimum Kabupaten (UMK) Madiun tahun 2026 resmi naik. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menetapkan UMK Kabupaten Madiun sebesar Rp 2.553.221, naik Rp 152.900 atau sekitar 6,37 persen dibanding tahun 2025. Penetapan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 100.3.3.1/937/013/2025 tentang UMK kabupaten/kota di Jawa Timur tahun 2026. Pada tahun […]

    Bagikan
expand_less