LMBI Seri Pertama 2026 Digelar di Temboro, Magetan, Perkuat Sport Tourism dan Gaungkan Olahraga Tradisi
- account_circle Kusnanto
- calendar_month Senin, 9 Feb 2026
- visibility 68
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Magetan – Pondok Pesantren Al-Fatah Temboro kembali dipercaya menjadi tuan rumah Liga Memanah Berkuda Indonesia (LMBI) Seri 1 Tahun 2026. Ajang ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Magetan yang menilai event tersebut berperan penting dalam pengembangan olahraga tradisional, pembinaan atlet, sekaligus penguatan identitas daerah.
Wakil Bupati Magetan, Suyatni Priasmoro, menyampaikan bahwa penyelenggaraan kompetisi ini bukan hanya sekadar kegiatan olahraga, namun juga momentum untuk mengenalkan Magetan ke tingkat internasional.
“Event seperti ini membuat nama Magetan semakin terdengar. Tidak sedikit peserta dari luar negeri mengenal Temboro sebelum mengenal Magetan. Melalui kegiatan ini, daerah kita mendapatkan ruang promosi yang luar biasa,” ungkapnya.
Ia menambahkan, keberadaan event rutin semacam ini dapat berdampak signifikan terhadap sektor ekonomi masyarakat.
“Semakin sering kegiatan berskala besar digelar, semakin banyak pergerakan ekonomi rakyat yang ikut tumbuh. Wisata, jasa, hingga usaha kecil pasti merasakan manfaatnya,” lanjutnya.
Suyatni juga berharap LMBI dapat menjadi agenda tahunan yang terus berkembang.
“Kalau event ini bisa dipertahankan meski dimulai dari skala kecil, saya percaya suatu saat Magetan bisa dikenal sebagai pusat memanah berkuda yang mendunia,” tambahnya.

Ketua Pelaksana LMBI Seri 1, Ronald Regenth, menjelaskan bahwa antusiasme peserta pada tahun ini meningkat dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya.
“Liga Memanah Berkuda Indonesia ini digelar tiga seri dalam satu tahun. Untuk seri pertama, kami bekerja sama dengan LMBI, Federasi Jawa Barat, Ponpes Al-Fatah Temboro, serta sejumlah sponsor,” jelasnya.
Ronald menyebutkan bahwa peserta tidak hanya datang dari berbagai provinsi, tetapi juga lima negara Asia, yakni Vietnam, China, Thailand, Singapura, dan Malaysia.
“Malaysia yang paling banyak mengirimkan atlet, ada 17 orang. Sementara China tahun ini mengirim dua atlet. Total ada sekitar 70 peserta untuk kategori berkuda,” ujarnya.
Selain kompetisi horseback archery, ajang ini juga mempertandingkan ground archery dengan jumlah peserta yang jauh lebih besar.
“Untuk ground archery ada sembilan kategori, mulai dari U9 sampai senior. Pesertanya mencapai lebih dari 300 orang,” tambah Ronald.
Penyelenggaraan LMBI di Ponpes Al-Fatah Temboro dinilai memberikan dampak luas bagi pengembangan sport tourism. Ponpes tersebut memiliki fasilitas memadai melalui Stable Joko Tingkir Temboro, lengkap dengan arena latihan, lintasan berkuda, dan pendamping profesional.
Kehadiran peserta mancanegara juga menambah nilai strategis event ini. Selain memperluas jejaring olahraga internasional, kegiatan ini mengangkat citra Kabupaten Magetan sebagai destinasi olahraga khas berbasis budaya.(Kusnanto).
- Penulis: Kusnanto
- Editor: Kris/Byg

