Lolos Dari Pengawasan, Anak Empat Tahun di Ponorogo Terperosok Selokan Saat Hujan Deras
- account_circle Ega Patria
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 55
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ponorogo – Seorang anak perempuan berinisial M.A.S berusia empat tahun, warga Jenangan, Ponorogo, mengalami peristiwa naas setelah terperosok ke dalam selokan saat hujan deras.
Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat, 10 April 2026, sekitar pukul 15.00 WIB, di Jalan Pramuka, masuk Kelurahan Kertosari, Kecamatan Babadan.
Kejadian bermula saat korban bersama ibunya berinisial T tengah menambal ban sekaligus berteduh dari hujan. Namun, hujan deras yang mengguyur lokasi menyebabkan air meluap hingga menutup saluran selokan di tepi jalan.
Diduga karena tidak mengetahui adanya selokan yang tertutup genangan air, korban tiba-tiba terperosok dan langsung terbawa arus yang cukup deras.
Warga sekitar yang mendengar teriakan segera melakukan pencarian. Korban akhirnya ditemukan sekitar lima puluh meter dari titik awal terjatuh, setelah ditunggu di titik aliran selokan oleh warga.
“Saya tidak tahu awalnya, saya dengar orang teriak-teriak katanya ada anak masuk selokan. Terus dicari, ditunggu sekitar lima puluh meter, akhirnya ketemu dan langsung dievakuasi,” ujar Yahdi, warga setempat.
Saksi mata lainnya, Evin Susanti, mengatakan korban sebelumnya berada di lokasi tambal ban bersama ibunya dan sempat hendak pulang saat hujan deras.
“Tadi anak kecil itu di sini ikut nambal ban sama ibunya, terus hujan deras. Mau pulang, tapi mungkin tidak tahu ada selokan karena banjir. Usianya masih kecil, terseret sekitar kurang lebih lima puluh meter,” jelasnya.
Saat ditemukan, korban dalam kondisi tidak sadarkan diri dengan bibir membiru. Korban kemudian langsung dilarikan ke IGD Rumah Sakit Aisyiyah Ponorogo untuk mendapatkan penanganan medis.
Hingga saat ini, korban masih dalam kondisi belum sadar, sementara pihak keluarga belum bersedia memberikan keterangan lebih lanjut terkait kejadian tersebut. (Ega)
- Penulis: Ega Patria
- Editor: Diez





