Selasa, 20 Okt 2026
Trending Tags

Banjir Berulang di Magetan Tuai Kritik, Aktivis Desak Evaluasi Kinerja OPD

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
  • visibility 282
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Aktivis LSM Magetan Center desak evaluasi kinerja OPD terkait banjir berulang di Magetan, (6/4/2026), Foto : Tangkapan Layar

Sinergia | Magetan – Banjir yang kembali melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Magetan menuai sorotan tajam dari berbagai pihak. Dalam satu tahun terakhir, sejak awal kepemimpinan Bupati Nanik Sumantri bersama Wakil Bupati Suyatni Prihasmoro, kejadian serupa tercatat telah terjadi dua kali.

Aktivis LSM Magetan Center, Beni Ardi, menilai kondisi ini tidak bisa lagi dianggap sebagai bencana musiman semata. Ia menyebut, banjir yang terus berulang menunjukkan adanya persoalan mendasar dalam penanganan, termasuk kinerja organisasi perangkat daerah (OPD) dan lemahnya pengawasan.

“Kalau setiap tahun bahkan bisa berulang dalam waktu dekat, ini bukan lagi sekadar faktor cuaca. Ada yang tidak beres dalam penanganannya,” ujar Beni, Senin (6/4/2026).

Ia mempertanyakan langkah konkret yang telah dilakukan OPD terkait, serta peran DPRD (khususnya Komisi D) dalam menjalankan fungsi pengawasan terhadap program penanggulangan banjir.

Menurut Beni, persoalan tata ruang juga menjadi faktor krusial yang belum terselesaikan. Ia menyoroti masih banyaknya bangunan yang berdiri di atas aliran sungai maupun saluran drainase.

“Penataan ruang kita ini masih amburadul. Banyak bangunan berdiri di atas saluran air, bahkan di bantaran sungai. Ini jelas memperparah risiko banjir,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menilai sejumlah proyek pengendalian banjir seperti pembangunan embung dan sudetan belum memberikan hasil signifikan di lapangan.

“Sudah ada embung di wilayah atas, sudetan juga dibangun. Tapi faktanya banjir tetap terjadi. Artinya ada yang salah dalam perencanaan atau pelaksanaannya,” imbuh Beni.

Ia juga mengingatkan agar pemerintah tidak terus-menerus menyalahkan masyarakat dalam persoalan banjir, seperti kebiasaan membuang sampah sembarangan.

“Memang perilaku masyarakat perlu dibenahi, tapi pemerintah punya tanggung jawab utama untuk memastikan sistemnya berjalan baik. Jangan semua dibebankan ke warga,” katanya.

Beni menegaskan, kepala daerah perlu mengambil sikap tegas terhadap OPD yang dinilai tidak bekerja optimal. Ia menilai anggaran besar yang telah digelontorkan selama ini seharusnya mampu menghasilkan solusi nyata.

“Bupati harus berani mengevaluasi dan menindak OPD yang kinerjanya tidak maksimal. Uang rakyat sudah banyak dipakai untuk penanganan banjir, tapi hasilnya belum terlihat,” tandasnya.

Ia pun mendorong adanya evaluasi menyeluruh dan langkah konkret agar persoalan banjir di Magetan tidak terus berulang setiap musim hujan. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Korem 081/DSJ Tancap Gas Tingkatkan Kemampuan Prajurit

    Korem 081/DSJ Tancap Gas Tingkatkan Kemampuan Prajurit

    • calendar_month Kamis, 30 Jan 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 166
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Korem 081/Dhirot Saha Jaya terus berupaya meningkatkan profesionalisme prajuritnya. Salah satunya dengan menggelar latihan perorangan dasar teritorial (Latorsarter) di Asrama Bosbow, Jl. Diponegoro No. 39 Kota Madiun, Kamis (30/01/2025).    Dankimarem 081/DSJ, Kapten Inf Muhammad Umagapi selaku komandan latihan (Danlat) menyebut, Latorsarter ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan yang […]

    Bagikan
  • Polemik Dugaan Penggelapan Uang Nasabah Koperasi MSI Magetan

    Polemik Dugaan Penggelapan Uang Nasabah Koperasi MSI Magetan

    • calendar_month Sabtu, 26 Apr 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 193
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Dalam beberapa hari terakhir, Kabupaten Magetan dihebohkan dengan dugaan penipuan dan penggelapan uang nasabah Koperasi Mitra Sejahtera Indonesia (MSI) yang berkantor Desa Driyorejo, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Magetan. Bahkan, beredar video di media sosial, puluhan emak-emak yang menjadi nasabah koperasi membawa paksa Ketua Koperasi (MSI), Wawan Wandoyo (50) ke kantor Polsek Nguntoronadi […]

    Bagikan
  • Dispertan Madiun : ID Food Akan Serap 20 Ribu Ton Gula Petani

    Dispertan Madiun : ID Food Akan Serap 20 Ribu Ton Gula Petani

    • calendar_month Rabu, 27 Agt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 140
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun — Polemik pembayaran hasil panen tebu di Kabupaten Madiun belum tuntas. Dinas Pertanian dan Perikanan (Disperta) mencatat, hingga tahun ini total lahan tebu di wilayah tersebut mencapai 2.388 hektare yang memasok bahan baku ke PG Rejoagung dan PG Pagotan. “Luasan ini tersebar di sejumlah kecamatan dan menjadi penopang produksi gula dua […]

    Bagikan
  • Parluh PSHT Pusat Madiun 2026, R. Moerdjoko Kembali Terpilih Jadi Ketua Umum Periode 2026–2031

    Parluh PSHT Pusat Madiun 2026, R. Moerdjoko Kembali Terpilih Jadi Ketua Umum Periode 2026–2031

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 3.499
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Parapatan Luhur (Parluh) Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Tahun 2026 yang digelar di Padepokan Agung Madiun telah dilaksanakan pada 6-8 Februari 2026. Agenda sidang berlangsung di dua lokasi, yakni Jalan Merak No. 10 dan Jalan Merak No. 17, Kota Madiun. Rapat pleno hari kedua dibagi ke dalam dua komisi. Komisi A […]

    Bagikan
  • Kampung Bahasa Bulukerto Magetan Tawarkan Belajar Empat Bahasa Gratis, Target Jadi Pusat Pembelajaran Bahasa

    Kampung Bahasa Bulukerto Magetan Tawarkan Belajar Empat Bahasa Gratis, Target Jadi Pusat Pembelajaran Bahasa

    • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 173
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Upaya melestarikan bahasa sekaligus meningkatkan keterampilan masyarakat dilakukan Pemerintah Kelurahan Bulukerto, Kabupaten Magetan, melalui program Kampung Bahasa. Program yang digagas sejak 2023 itu kini berkembang menjadi pusat pembelajaran gratis yang mengajarkan empat bahasa, yakni bahasa Jawa, Indonesia, Inggris, dan Arab. Bahkan, pesertanya pun mencapai ratusan orang dari berbagai daerah. Tak hanya […]

    Bagikan
  • Kota Madiun Masuk Daftar Daerah Darurat Sampah, Pemkot Genjot Inovasi Pengelolaan Lingkungan

    Kota Madiun Masuk Daftar Daerah Darurat Sampah, Pemkot Genjot Inovasi Pengelolaan Lingkungan

    • calendar_month Kamis, 6 Nov 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 368
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Kota Madiun masuk dalam daftar daerah dengan status darurat sampah nasional. Hal itu berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 2567 Tahun 2025. Status darurat ini diberikan kepada daerah yang tidak memiliki tempat pemrosesan akhir (TPA), masih melakukan open dumping, memiliki nilai Adipura […]

    Bagikan
expand_less