Berita Terkini
Trending Tags

Banjir Berulang di Magetan Tuai Kritik, Aktivis Desak Evaluasi Kinerja OPD

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
  • visibility 222
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Aktivis LSM Magetan Center desak evaluasi kinerja OPD terkait banjir berulang di Magetan, (6/4/2026), Foto : Tangkapan Layar

Sinergia | Magetan – Banjir yang kembali melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Magetan menuai sorotan tajam dari berbagai pihak. Dalam satu tahun terakhir, sejak awal kepemimpinan Bupati Nanik Sumantri bersama Wakil Bupati Suyatni Prihasmoro, kejadian serupa tercatat telah terjadi dua kali.

Aktivis LSM Magetan Center, Beni Ardi, menilai kondisi ini tidak bisa lagi dianggap sebagai bencana musiman semata. Ia menyebut, banjir yang terus berulang menunjukkan adanya persoalan mendasar dalam penanganan, termasuk kinerja organisasi perangkat daerah (OPD) dan lemahnya pengawasan.

“Kalau setiap tahun bahkan bisa berulang dalam waktu dekat, ini bukan lagi sekadar faktor cuaca. Ada yang tidak beres dalam penanganannya,” ujar Beni, Senin (6/4/2026).

Ia mempertanyakan langkah konkret yang telah dilakukan OPD terkait, serta peran DPRD (khususnya Komisi D) dalam menjalankan fungsi pengawasan terhadap program penanggulangan banjir.

Menurut Beni, persoalan tata ruang juga menjadi faktor krusial yang belum terselesaikan. Ia menyoroti masih banyaknya bangunan yang berdiri di atas aliran sungai maupun saluran drainase.

“Penataan ruang kita ini masih amburadul. Banyak bangunan berdiri di atas saluran air, bahkan di bantaran sungai. Ini jelas memperparah risiko banjir,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menilai sejumlah proyek pengendalian banjir seperti pembangunan embung dan sudetan belum memberikan hasil signifikan di lapangan.

“Sudah ada embung di wilayah atas, sudetan juga dibangun. Tapi faktanya banjir tetap terjadi. Artinya ada yang salah dalam perencanaan atau pelaksanaannya,” imbuh Beni.

Ia juga mengingatkan agar pemerintah tidak terus-menerus menyalahkan masyarakat dalam persoalan banjir, seperti kebiasaan membuang sampah sembarangan.

“Memang perilaku masyarakat perlu dibenahi, tapi pemerintah punya tanggung jawab utama untuk memastikan sistemnya berjalan baik. Jangan semua dibebankan ke warga,” katanya.

Beni menegaskan, kepala daerah perlu mengambil sikap tegas terhadap OPD yang dinilai tidak bekerja optimal. Ia menilai anggaran besar yang telah digelontorkan selama ini seharusnya mampu menghasilkan solusi nyata.

“Bupati harus berani mengevaluasi dan menindak OPD yang kinerjanya tidak maksimal. Uang rakyat sudah banyak dipakai untuk penanganan banjir, tapi hasilnya belum terlihat,” tandasnya.

Ia pun mendorong adanya evaluasi menyeluruh dan langkah konkret agar persoalan banjir di Magetan tidak terus berulang setiap musim hujan. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Peternak Sapi Perah Tak Merasakan Dampak PMK, Permintaan Susu Segar Meningkat

    Peternak Sapi Perah Tak Merasakan Dampak PMK, Permintaan Susu Segar Meningkat

    • calendar_month Selasa, 28 Jan 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 113
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Wabah virus Penyakit Mulut dan Kuku ( PMK) tidak begitu dirasakan dampaknya bagi peternak sapi perah di Kabupaten Madiun. Justru permintaan susu segar saat momen Imlek dan Isra’ Mi’raj meningkat dibanding hari biasanya.  Seperti yang dialami oleh kelompok peternak sapi perah Nedyo Rahayu di Desa Kresek, Kecamatan Wungu Kabupaten Madiun […]

    Bagikan
  • 62 Ribu Warga Madiun Terima Bantuan Pangan dari Pemerintah Pusat

    62 Ribu Warga Madiun Terima Bantuan Pangan dari Pemerintah Pusat

    • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 145
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun— Sebanyak 62.543 warga Kabupaten Madiun menerima bantuan pangan (Banpang) dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) Republik Indonesia. Penyaluran dilakukan di Kantor Desa Tiron, Kecamatan Madiun, Kamis (30/10/2025),  Bantuan tersebut berupa 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng untuk alokasi dua bulan. Bupati Madiun Hari Wuryanto menegaskan agar bantuan tersebut tidak diperjualbelikan […]

    Bagikan
  • 72 Siswa di Mantingan Ngawi Diduga Keracunan Menu MBG, Ini Langkah Dinkes

    72 Siswa di Mantingan Ngawi Diduga Keracunan Menu MBG, Ini Langkah Dinkes

    • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 221
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi bergerak cepat menyikapi dugaan keracunan makanan yang dialami puluhan siswa di Kecamatan Mantingan pada Kamis (04/12/2025). Para siswa itu dilarikan ke fasilitas kesehatan setelah mengalami gejala mual, muntah, pusing, hingga demam. Diketahui, sehari sebelumnya mereka menyantap menu program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kepala Puskesmas Mantingan, Muhammad Al […]

    Bagikan
  • HUT ke-80 TNI, Danrem 081/DSJ Madiun Ajak Tingkatkan Soliditas Sebagai Perekat Bangsa 

    HUT ke-80 TNI, Danrem 081/DSJ Madiun Ajak Tingkatkan Soliditas Sebagai Perekat Bangsa 

    • calendar_month Senin, 6 Okt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 133
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Tentara Nasional Indonesia (TNI) tahun 2025, Korem 081/Dhirotsaha Jaya (DSJ) menggelar upacara di Pendopo Ronggo Djoemeno, Kabupaten Madiun, Minggu (05/10/2025). Upacara dipimpin langsung Komandan Korem 081/DSJ, Kolonel Artileri Medan (Arm) Untoro Hariyanto, selaku Inspektur Upacara. Kegiatan ini dihadiri Bupati Madiun Hari Wuryanto, […]

    Bagikan
  • Pemkab Madiun Genjot Pelatihan Kerja, Upaya Tekan Pengangguran 19 Ribu Warga

    Pemkab Madiun Genjot Pelatihan Kerja, Upaya Tekan Pengangguran 19 Ribu Warga

    • calendar_month Selasa, 3 Jun 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 99
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun mengambil langkah cepat dan terukur untuk menekan angka pengangguran yang masih tinggi. Data Badan Pusat Statistik (BPS) setempat mencatat tingkat pengangguran terbuka di Bumi Kampung Pesilat mencapai 4,34 persen atau setara 19.285 jiwa pada akhir 2024. Merespons kondisi ini, Bupati Madiun Hari Wuryanto bersama Wakil Bupati Purnomo […]

    Bagikan
  • 33.730 Warga Ponorogo Kaget, Kepesertaan PBI BPJS Mendadak Dicabut

    33.730 Warga Ponorogo Kaget, Kepesertaan PBI BPJS Mendadak Dicabut

    • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 212
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Ribuan warga Kabupaten Ponorogo dibuat terkejut setelah mengetahui status kepesertaan Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan yang dinonaktifkan. Padahal, selama ini program tersebut menjadi tumpuan utama masyarakat kurang mampu untuk mengakses layanan kesehatan. Penonaktifan mendadak tanpa sosialisasi memadai dinilai menambah beban psikologis warga, terutama mereka yang tengah berjuang melawan penyakit. Di […]

    Bagikan
expand_less