
Sinergia | Kab. Madiun – Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Daarul Ahkaam menjadi salah satu ruang penting bagi warga yang selama ini berada di luar jangkauan pendidikan formal. Berdiri sejak 2003, lembaga pendidikan non-formal yang berlokasi di Desa Uteran, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Jawa Timur ini kini menampung hampir 250 warga belajar melalui program kesetaraan Paket B dan Paket C.
Kepala PKBM Daarul Ahkaam, Muhammad Faiq, mengatakan lembaganya mengusung prinsip pendidikan inklusif dan pembelajaran sepanjang hayat. Sasaran utama masyarakat yang putus sekolah, memiliki keterbatasan akses, atau membutuhkan pola belajar lebih fleksibel.
“PKBM berperan sebagai jembatan untuk menutup kesenjangan pendidikan. Program yang kami jalankan setara sekolah formal, tetapi lebih lentur dan mengikuti kebutuhan warga belajar,” ujar Faiq Senin (08/12/2025).
Model pendidikan berbasis kebutuhan itu tidak hanya menargetkan kelulusan setara SMP dan SMA. Namun juga memberi ruang bagi peserta untuk mengembangkan minat, bakat, dan keterampilan yang relevan secara ekonomi. Menurut Faiq, pendekatan tersebut penting agar pendidikan non-formal tidak berhenti pada pemberian ijazah, tetapi juga mendorong kemandirian warga.
Selain program kesetaraan, PKBM Daarul Ahkaam menyediakan sejumlah pelatihan keterampilan yang diarahkan pada peningkatan kapasitas sosial dan ekonomi warga. Faiq menegaskan, keberadaan PKBM tidak dimaksudkan menggantikan sekolah formal, melainkan menjadi pelengkap bagi mereka yang tidak terakomodasi oleh sistem pendidikan arus utama.
“Pertanyaannya bukan siapa yang lebih baik, tetapi bagaimana memastikan setiap warga memiliki kesempatan yang adil untuk belajar,” tambah Faiq.
Inisiatif PKBM seperti Daarul Ahkaam menunjukkan pentingnya pendidikan non-formal dalam memperluas akses belajar. Lebih utama bagi kelompok yang selama ini terpinggirkan. Dengan pendekatan yang lebih adaptif, lembaga ini mengisi celah yang sering luput dari kebijakan pendidikan formal dan memberi ruang tumbuh bagi masyarakat dari berbagai latar belakang. (Tov/Krs)