Parkir Motor Semrawut Tutupi Panorama Telaga Sarangan, Wisatawan Keluhkan Akses dan Kenyamanan
- account_circle Kusnanto
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 61
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Magetan — Kawasan wisata Telaga Sarangan kembali menuai sorotan publik saat momen libur akhir pekan. Kali ini, keluhan bukan terkait tarif atau praktik harga tidak wajar, melainkan kondisi parkir sepeda motor yang dinilai semrawut hingga menutup panorama telaga dan mengganggu akses pejalan kaki.
Sorotan tersebut mencuat setelah sebuah video yang diunggah akun Facebook Mas Febrii viral di media sosial pada Minggu (10/5/2026). Rekaman itu memperlihatkan deretan sepeda motor terparkir memanjang di sisi jalan kawasan wisata, bahkan hingga memakan area pedestrian yang seharusnya digunakan pengunjung untuk berjalan santai menikmati pemandangan.
Unggahan tersebut dengan cepat memicu reaksi warganet. Dalam kolom komentar, banyak pengguna media sosial menyebut kondisi serupa kerap terjadi setiap akhir pekan maupun musim liburan panjang.
“Kalau hari libur memang sering seperti ini. Jalan buat wisatawan jadi sempit, mau lihat telaga tertutup motor-motor,” tulis salah satu netizen.
Keluhan juga datang dari wisatawan yang mengaku terganggu dengan menyempitnya ruang berjalan kaki. Sejumlah pengunjung menilai penataan kawasan wisata unggulan di Kabupaten Magetan itu terkesan kurang tertib dan belum mencerminkan destinasi wisata yang nyaman.
Hingga Minggu malam, video tersebut telah ditonton ribuan kali dan menuai puluhan komentar. Mayoritas warganet mendesak pemerintah daerah segera melakukan penataan serius agar kawasan tetap tertib, aman, dan estetis.
Menanggapi hal itu, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Magetan angkat bicara. Kepala Dinas, Suwito, menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami wisatawan.
“Kami mohon maaf atas kondisi tersebut. Penataan parkir kendaraan roda dua memang masih menjadi pekerjaan rumah bagi kami,” ujarnya, Senin (11/5/2026).
Suwito menjelaskan, banyak kendaraan roda dua telah masuk ke kawasan sebelum loket wisata dibuka, yakni sebelum pukul 06.00 WIB. Hal ini menyebabkan pengawasan dan pengaturan parkir belum dapat dilakukan secara optimal sejak pagi hari.
Sebagai langkah penanganan, pemerintah daerah tengah menyiapkan penataan melalui pembentukan tim gabungan lintas instansi, melibatkan Satpol PP, Dinas Perhubungan, serta dinas terkait lainnya. Tim ini nantinya difokuskan untuk mengatur arus kendaraan dan parkir, khususnya saat akhir pekan dan hari libur.
“Kami sedang membentuk tim kerja untuk membantu penataan, terutama pada Sabtu, Minggu, dan hari libur,” tambahnya.
Di sisi lain, masyarakat berharap upaya tersebut tidak berhenti pada rencana semata. Penanganan yang konkret dinilai penting untuk menjaga citra Telaga Sarangan sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Jawa Timur yang nyaman dan layak dikunjungi. (Kus)
- Penulis: Kusnanto
- Editor: Diez





