Kamis, 15 Okt 2026
Trending Tags

Klaim Manfaat Jaminan Sosial Ketenagakerjaan di Kota Madiun Tembus Rp. 58,8 Miliar

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month Senin, 29 Des 2025
  • visibility 223
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Wali kota madiun melaksanakan penandatanganan kesepakatan bersama dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang Pelaksanaan Pro JKK-JKM, Foto : Krs/Sinergia

Sinergia | Kota Madiun – Badan Peyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Madiun mencatat telah membayarkan manfaat program jaminan sosial ketenaga kerjaan (Jamsostek) kepada peserta dengan total nilai sebesar Rp. 58,8 Miliar rupiah. Angka tersebut dari total TK klaim sebanyak 4.168 kasus klaim periode Januari hingga November 2025. Sementara data per 26 Desember 2025, tercatat kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di Kota Madiun sebanyak 51.293 peserta.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Madiun, Zefriansyah mengungkapkan dari 51.293 peserta, 17.484 tenaga kerja merupakan kepesertaan aktif dari Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) Pemerintah Kota Madiun. Total iuran penerimaan yang dibayarkan mencapai Rp. 3 miliar rupiah.

“Klaim manfaat Pro JKK-JKM Kota Madiun periode Januari-November 2025 ini tercatat Rp. 6,2 miliar rupiah. Jadi klaim rationya mencapai 206 persen. Jadi program ini memiliki nilai manfaat lebih bagi penerimanya,” terang Zefriansyah saat dikonfirmasi pada Senin (29/12/2025).

Dari klaim manfaat Rp. 58,8 miliar yang disalurkan, Rp. 656 juta merupakan beasiswa bagi anak yang orang tuanya meninggal dunia saat bekerja. Total penerima beasiswa tercatat sebanyak 130 anak.

“Jadi anaknya itu akan dibiayai mulai dari TK sampai dengan kuliah itu mendapatkan beasiswa untuk 2 orang anak. Kalau anaknya belum sekolah, tetap diberikan saat nanti dia masuk sekolah. Jadi anak-anak ini nantinya tetap terjamin pendidikannya,” imbuhnya.

Sementara itu, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Madiun mencatatkan 44.800 tenaga kerja di Kota Madiun belum tercover Jamsostek. Untuk itu, BPJS bersama Pemkot Madiun akan menindaklanjuti serta mengevaluasi terkait langkah kepesertaan Jamsostek kedepannya.

“Kedepannya, sesuai dengan komitmen Wali Kota Madiun tadi, dari 44 ribu yang belum mendapatkan Jamsostek akan coba dikroscek lagi, data mana yang bisa masuk dalam Pro JKK-JKM. Harapan kita adalah seluruh masyarakat di Kota Madiun ini terlindungi secara jaminan sosial yang menyeluruh,” pungkas Zefriansyah.

Sementara itu, Wali Kota Madiun, Maidi usai penandatanganan kesepakatan bersama dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang Pelaksanaan Pro JKK-JKM mengungkapkan jaminan sosial itu bagian program Pemkot Madiun untuk melindungi warganya. Pro JKK-JKM Kota Madiun diberikan untuk melindungi tenaga kerja (terutama rentan/informal) dari risiko kecelakaan dan kematian saat bekerja. Selain itu, juga mencegah beban ekonomi keluarga yang ditinggalkan serta meningkatkan kesejahteraan melalui jaminan sosial, sekaligus menargetkan Universal Coverage Jamsostek (UCJ).

“Kalau yang meninggal itu tulang punggung keluarga itu akan meninggalkan beban ekonomi yang ditinggalkan. Kita tidak maulah hal seperti itu, maka ini kita berikan asuransi BPJS. Jadi yang ditinggalkan atau ahli warisnya itu semuanya sudah terjamin, baik jaminan kematian atau beasiswa bagi anak,” ujar Maidi.

Maidi menambahkan kedepan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di Kota Madiun akan ditingkatkan. Hal itu merujuk pada pekerja yang belum tercover sekitar 40 ribu lebih. “Ini jaminan akan kita tambah dan perluas. 40 ribu itu kan yang bisa masuk Pro JKK-JKM kan desil 1-5. Maka akan kita cek lagi. Termasuk soal pembayaran, jika tidak bisa dicover APBD, maka akan kita coba lewat CSR dari perusahaan-perusahaan besar di Kota Madiun,” pungkas Maidi.

BPJS Ketenagakerjaan mengimbau seluruh pekerja, baik sektor formal maupun informal, untuk memastikan kepesertaan tetap aktif. Hal itu demi mendapatkan perlindungan menyeluruh dari risiko kerja dan sosial ekonomi di masa depan.(Krs).

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bus Indorent Tabrak Truk Boks di Tol Ngawi, 34 Orang Luka, Satu Pramugari Tewas

    Bus Indorent Tabrak Truk Boks di Tol Ngawi, 34 Orang Luka, Satu Pramugari Tewas

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 1.387
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Kecelakaan tragis melibatkan Bus Indorent dan sebuah truk boks terjadi di ruas Jalan Tol Solo–Ngawi KM 566 A, tepatnya di Desa Bangunrejo Kidul, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, Kamis (12/2/2026) sekitar pukul 04.30 WIB. Insiden ini mengakibatkan satu pramugari bus meninggal dunia dan puluhan penumpang lainnya luka-luka. Kasatlantas Polres Ngawi, AKP Yuliana […]

    Bagikan
  • Dua Truk Terjun ke Sungai Sedalam 15 Meter di Ngawi, Sopir Terjepit Dua Jam

    Dua Truk Terjun ke Sungai Sedalam 15 Meter di Ngawi, Sopir Terjepit Dua Jam

    • calendar_month Jumat, 2 Okt 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 230
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Kecelakaan melibatkan dua truk terjadi di atas jembatan di Desa Karangjati, Kecamatan Karangjati, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Jumat (2/10/2026) dini hari. Dua truk tersebut bertabrakan hingga sama-sama terjun ke sungai sedalam sekitar 15 meter. Kecelakaan terjadi sekitar pukul 03.40 WIB. Salah seorang sopir, Rahardian Hendra Rosena (34), warga Kelurahan Pacar Keling, […]

    Bagikan
  • Pemkot Madiun Gencarkan Sosialisasi Mesin Incinerator untuk Wujudkan Kota Zero Sampah

    Pemkot Madiun Gencarkan Sosialisasi Mesin Incinerator untuk Wujudkan Kota Zero Sampah

    • calendar_month Selasa, 16 Sep 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 152
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Upaya mewujudkan predikat Kota Zero Sampah terus digenjot Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun. Salah satunya melalui sosialisasi pemanfaatan mesin incinerator atau pembakar sampah kepada masyarakat. Wali Kota Madiun, Maidi, menegaskan bahwa pengelolaan sampah bukan hanya sebatas menyelesaikan persoalan lingkungan, tetapi juga bisa memberikan nilai tambah bagi daerah.  “Saya tekuni persoalan sampah […]

    Bagikan
  • Pemkot-DPRD Kota Madiun Sepakati Perubahan Propemperda 2026, Legislatif Usulkan 3 Raperda Inisiatif

    Pemkot-DPRD Kota Madiun Sepakati Perubahan Propemperda 2026, Legislatif Usulkan 3 Raperda Inisiatif

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 321
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Madiun melaksanakan Rapat Paripurna dengan agenda Penetapan Perubahan Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) tahun 2026 di Gedung Paripurna pada Jumat (09/01/2026).  Dari hasil koordinasi antara Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kota Madiun dan Tim Pelaksana Harmonisasi dan Sinkronisasi Raperda Pemerintah Kota Madiun, Legislatif […]

    Bagikan
  • Misi Kemanusiaan Berujung Penahanan Israel, Keluarga Aktivis Ponorogo Menanti Kepastian

    Misi Kemanusiaan Berujung Penahanan Israel, Keluarga Aktivis Ponorogo Menanti Kepastian

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 217
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo — Keluarga Herman Budianto  (53), salah satu aktivis kemanusiaan asal Indonesia yang dilaporkan ditahan militer Israel saat mengikuti misi Global Sumud Flotilla menuju Gaza, berharap pemerintah Indonesia segera mengambil langkah tegas untuk membebaskan para WNI tersebut. Suasana cemas terlihat di rumah keluarga Herman di Jalan Cinde Wilis, Kelurahan Kertosari, Kecamatan Babadan, Ponorogo, […]

    Bagikan
  • 31 Kasus Kebakaran Terjadi Sepanjang Agustus di Ponorogo, Didominasi Kelalaian

    31 Kasus Kebakaran Terjadi Sepanjang Agustus di Ponorogo, Didominasi Kelalaian

    • calendar_month Kamis, 10 Sep 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 124
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Sebanyak 31 kasus kebakaran terjadi di Kabupaten Ponorogo sepanjang Agustus 2026. Mayoritas kebakaran dipicu kelalaian manusia, terutama akibat aktivitas pembakaran sampah yang tidak diawasi hingga api merembet ke area sekitar. Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP Ponorogo, Bambang Supeno, mengatakan kebakaran terjadi di sejumlah lokasi dengan objek yang beragam. […]

    Bagikan
expand_less