Selasa, 20 Okt 2026
Trending Tags

Klaim Manfaat Jaminan Sosial Ketenagakerjaan di Kota Madiun Tembus Rp. 58,8 Miliar

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month Senin, 29 Des 2025
  • visibility 226
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Wali kota madiun melaksanakan penandatanganan kesepakatan bersama dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang Pelaksanaan Pro JKK-JKM, Foto : Krs/Sinergia

Sinergia | Kota Madiun – Badan Peyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Madiun mencatat telah membayarkan manfaat program jaminan sosial ketenaga kerjaan (Jamsostek) kepada peserta dengan total nilai sebesar Rp. 58,8 Miliar rupiah. Angka tersebut dari total TK klaim sebanyak 4.168 kasus klaim periode Januari hingga November 2025. Sementara data per 26 Desember 2025, tercatat kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di Kota Madiun sebanyak 51.293 peserta.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Madiun, Zefriansyah mengungkapkan dari 51.293 peserta, 17.484 tenaga kerja merupakan kepesertaan aktif dari Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) Pemerintah Kota Madiun. Total iuran penerimaan yang dibayarkan mencapai Rp. 3 miliar rupiah.

“Klaim manfaat Pro JKK-JKM Kota Madiun periode Januari-November 2025 ini tercatat Rp. 6,2 miliar rupiah. Jadi klaim rationya mencapai 206 persen. Jadi program ini memiliki nilai manfaat lebih bagi penerimanya,” terang Zefriansyah saat dikonfirmasi pada Senin (29/12/2025).

Dari klaim manfaat Rp. 58,8 miliar yang disalurkan, Rp. 656 juta merupakan beasiswa bagi anak yang orang tuanya meninggal dunia saat bekerja. Total penerima beasiswa tercatat sebanyak 130 anak.

“Jadi anaknya itu akan dibiayai mulai dari TK sampai dengan kuliah itu mendapatkan beasiswa untuk 2 orang anak. Kalau anaknya belum sekolah, tetap diberikan saat nanti dia masuk sekolah. Jadi anak-anak ini nantinya tetap terjamin pendidikannya,” imbuhnya.

Sementara itu, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Madiun mencatatkan 44.800 tenaga kerja di Kota Madiun belum tercover Jamsostek. Untuk itu, BPJS bersama Pemkot Madiun akan menindaklanjuti serta mengevaluasi terkait langkah kepesertaan Jamsostek kedepannya.

“Kedepannya, sesuai dengan komitmen Wali Kota Madiun tadi, dari 44 ribu yang belum mendapatkan Jamsostek akan coba dikroscek lagi, data mana yang bisa masuk dalam Pro JKK-JKM. Harapan kita adalah seluruh masyarakat di Kota Madiun ini terlindungi secara jaminan sosial yang menyeluruh,” pungkas Zefriansyah.

Sementara itu, Wali Kota Madiun, Maidi usai penandatanganan kesepakatan bersama dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang Pelaksanaan Pro JKK-JKM mengungkapkan jaminan sosial itu bagian program Pemkot Madiun untuk melindungi warganya. Pro JKK-JKM Kota Madiun diberikan untuk melindungi tenaga kerja (terutama rentan/informal) dari risiko kecelakaan dan kematian saat bekerja. Selain itu, juga mencegah beban ekonomi keluarga yang ditinggalkan serta meningkatkan kesejahteraan melalui jaminan sosial, sekaligus menargetkan Universal Coverage Jamsostek (UCJ).

“Kalau yang meninggal itu tulang punggung keluarga itu akan meninggalkan beban ekonomi yang ditinggalkan. Kita tidak maulah hal seperti itu, maka ini kita berikan asuransi BPJS. Jadi yang ditinggalkan atau ahli warisnya itu semuanya sudah terjamin, baik jaminan kematian atau beasiswa bagi anak,” ujar Maidi.

Maidi menambahkan kedepan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di Kota Madiun akan ditingkatkan. Hal itu merujuk pada pekerja yang belum tercover sekitar 40 ribu lebih. “Ini jaminan akan kita tambah dan perluas. 40 ribu itu kan yang bisa masuk Pro JKK-JKM kan desil 1-5. Maka akan kita cek lagi. Termasuk soal pembayaran, jika tidak bisa dicover APBD, maka akan kita coba lewat CSR dari perusahaan-perusahaan besar di Kota Madiun,” pungkas Maidi.

BPJS Ketenagakerjaan mengimbau seluruh pekerja, baik sektor formal maupun informal, untuk memastikan kepesertaan tetap aktif. Hal itu demi mendapatkan perlindungan menyeluruh dari risiko kerja dan sosial ekonomi di masa depan.(Krs).

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • 3 Wisatawan Asal Ponorogo Tenggelam di Sungai Dung Glondang Pacitan

    3 Wisatawan Asal Ponorogo Tenggelam di Sungai Dung Glondang Pacitan

    • calendar_month Sabtu, 5 Apr 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 130
    • 0Komentar

    Sinergia | Pacitan – Viral di media sosial video evakuasi terhadap 3 wisatawan asal Ponorogo yang tenggelam di Sungai Dung Glondang, masuk Dusun Soge Desa Sidomulyo Kecamatan Ngadirojo Pacitan pada Sabtu (05/04/2025). Peristiwa tersebut menggemparkan warga yang tengah berlibur di sekitarnya. Ketiga korban ditemukan oleh petugas SAR gabungan dibantu warga dan dibawa ke Puskesmas Ngadirojo […]

    Bagikan
  • Mobil Elf Terbakar di Tol Madiun-Kertosono, 18 Penumpang Selamat

    Mobil Elf Terbakar di Tol Madiun-Kertosono, 18 Penumpang Selamat

    • calendar_month Sabtu, 21 Jun 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 202
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Sebuah kendaraan minibus Elf terbakar hebat di ruas Tol Madiun -Kertosono, tepatnya di KM 630 A arah Madiun-Surabaya, Desa Pajaran, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Sabtu (21/6/2025). Insiden tersebut terjadi diduga akibat ledakan dari stop kontak di dalam kabin kendaraan. Menurut keterangan Kanit Gakkum Satlantas Polres Madiun, Ipda Roni Susanto, kendaraan […]

    Bagikan
  • Namanya Terseret Polemik PAW Anggota DPRD Magetan, Ini Respon Bupati Nanik

    Namanya Terseret Polemik PAW Anggota DPRD Magetan, Ini Respon Bupati Nanik

    • calendar_month Senin, 22 Des 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 250
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Polemik Pergantian Antar Waktu (PAW) Nur Wakhid anggota DPRD Kabupaten Magetan dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) terus mencuri perhatian publik. Isu yang semula menjadi dinamika internal partai kini berkembang ke ranah politik terbuka dan masuk jalur hukum. Situasi semakin kompleks setelah nama Bupati Magetan, Nanik Sumantri, ikut terseret dalam perdebatan tersebut. […]

    Bagikan
  • Siswa SMPN 1 Parang Nikmati Makan Bergizi Gratis Menu Mie Ayam

    Siswa SMPN 1 Parang Nikmati Makan Bergizi Gratis Menu Mie Ayam

    • calendar_month Sabtu, 20 Sep 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 298
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini semakin dirasakan manfaatnya oleh sekolah-sekolah di wilayah pinggiran. Salah satunya di SMPN 1 Parang, Kabupaten Magetan. Pada Jumat (19/09/2025), suasana sekolah tampak meriah. Usai salat Jumat, ratusan siswa bersorak gembira karena menu MBG hari itu adalah mie ayam sesuai dengan keinginan mereka sebelumnya. Di Kecamatan […]

    Bagikan
  • BPBD Kota Madiun Evakuasi Sarang Tawon Vespa dengan Teknik Pembakaran

    BPBD Kota Madiun Evakuasi Sarang Tawon Vespa dengan Teknik Pembakaran

    • calendar_month Sabtu, 15 Mar 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 153
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – BPBD Kota Madiun menerima laporan dari pihak PLN terkait keberadaan sarang tawon vespa pada Sabtu (15/3/2025). Hal itu diketahui oleh petugas PLN saat akan pembersihan panel kontrol yang ada di sekitar Pabrik Gula Rejo Agung, yang terletak di Jalan Basuki Rahmat guna pemeliharaan. Setelah menerima informasi keberadaan sarang tawon tersebut, pihak […]

    Bagikan
  • Sarapan Ala Bule di Madiun Sajikan Menu English Breafast Harga Kaki Lima

    Sarapan Ala Bule di Madiun Sajikan Menu English Breafast Harga Kaki Lima

    • calendar_month Minggu, 6 Jul 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 403
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun— Sebuah lapak kaki lima bernama Sarapan Ala Bule viral di media sosial berkat sajian menu English breakfast yang biasanya hanya ditemukan di hotel-hotel mewah. Berbeda dari kebiasaan warga Madiun yang umumnya sarapan dengan nasi pecel, soto, atau rawon, Sarapan Ala Bule menyuguhkan pilihan menu bergaya Barat seperti salad sayuran, sandwich telur, hingga […]

    Bagikan
expand_less