
Sinergia | Magetan — Proses pendirian Sekolah Rakyat (SR) permanen di Kabupaten Magetan memasuki tahap akhir. Hampir seluruh persyaratan teknis dan administrasi telah dipenuhi, tinggal menunggu terbitnya rekomendasi pelepasan status tanah dari Kementerian ATR/BPN.
Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kabupaten Magetan, Parminto Budi Utomo, menjelaskan bahwa upaya Magetan untuk mendapatkan SR permanen telah berlangsung panjang sejak 2025. Pemerintah daerah telah menghadap langsung Menteri Sosial Saifullah Yusuf dan sejumlah pejabat kementerian terkait untuk menyampaikan kesiapan daerah.
Menurut Parminto, lahan awal yang diusulkan di SDN Selosari 4 telah disurvei namun dinyatakan tidak memenuhi syarat karena luasnya tidak mencapai standar minimal lima hektare. Pemkab kemudian mengusulkan lahan baru di Kelurahan Manisrejo, Kecamatan Karangrejo yang akhirnya disetujui setelah dilakukan survei lapangan oleh Kementerian PUPR.
“Hasil survei menyatakan luas lahan oke, lokasi oke, semua kesiapan teknis untuk pematangan juga oke,” kata Parminto.
Namun satu catatan penting masih harus dipenuhi, yakni rekomendasi pelepasan lahan LSD dari ATR/BPN. Dokumen inilah yang hingga kini menjadi faktor penentu dimulainya pembangunan fisik oleh Kementerian PUPR.
“Kami tinggal menunggu rekomendasi dari ATR/BPN. Secara progres, semuanya sudah selesai, tinggal bukti administratif itu saja,” jelasnya.
Selain itu, pertemuan terakhir melalui zoom meeting bersama Kementerian PUPR pada Desember 2025 lalu menegaskan bahwa Magetan telah masuk jalur yang benar, hanya menunggu kelengkapan syarat akhir.
Apabila rekomendasi ATR/BPN sudah terbit, pembangunan fisik dapat segera dimulai, sementara Kementerian Sosial dan Kemendikdasmen akan menyiapkan proses rekrutmen calon siswa. Jumlah calon peserta didik dari kategori Desil Kemiskinan (DC) 1 di Magetan dinilai sangat mencukupi. Data menunjukkan terdapat lebih dari 2.400 anak usia 7 tahun dan total 8.000 anak usia sekolah SD–SMA yang memenuhi kriteria. Target yang direncanakan, apabila seluruh proses berjalan lancar, pembangunan SR permanen dapat dimulai 2026 dan siap beroperasi pada 2027. Sekolah Rakyat permanen ini dirancang mencakup jenjang SD, SMP, hingga SMA, dengan kapasitas hingga 1.000 siswa dari keluarga berpenghasilan rendah.(Nan/Krs).