Pemkot Madiun Perkuat Pembinaan Karakter Usai Keterlibatan Pelajar dalam Aksi Demonstrasi
- account_circle Kriswanto
- calendar_month Senin, 24 Nov 2025
- visibility 21
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun memberikan pembinaan kepada sejumlah siswa SMP yang sebelumnya diduga terlibat, baik secara langsung maupun tidak, dalam aksi demonstrasi di kantor DPRD Kota Madiun pada akhir Agustus lalu. Wali Kota Madiun, Maidi, menegaskan bahwa pembentukan karakter generasi muda merupakan tanggung jawab kolektif antara sekolah, orang tua, dan pemerintah.
Wali Kota Maidi menyebut, masa remaja tingkat SMP adalah fase krusial di mana anak-anak masih sangat membutuhkan pengawasan dan arahan. Ia khawatir jika nilai dan perilaku negatif dibiarkan melekat, maka dampaknya akan terbawa hingga dewasa.
“Perjalanan hidup mereka masih panjang. Jangan sampai masa panjang itu diisi dengan hal-hal yang tidak baik,” tegasnya, Senin (24/11/2025).
Maidi mengajak para orang tua dan pendidik untuk memberikan bekal pengalaman kepada anak-anak, terutama dalam menghadapi berbagai tantangan sosial. Menurutnya, pembinaan yang dilakukan secara konsisten dapat membantu siswa memahami risiko dan konsekuensi dari tindakan mereka.
“Kita yang sudah dewasa punya banyak pengalaman. Itu harus ditularkan agar perilaku mereka berubah dan mereka bisa mulai berpikir untuk masa depan dirinya sendiri,” ujarnya.
Sebagai langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi, Wali Kota menyoroti pentingnya pengawasan aktif dari sekolah. Ia menilai Bimbingan Konseling (BK) memiliki peran strategis dalam mengarahkan siswa.
“Anak tidak perlu dimarahi. Yang penting BK, guru agama, dan sekolah aktif. Kalau semua berfungsi, bukan anak nakal yang muncul, tetapi anak kreatif,” kata Maidi.
Ia juga menyinggung fenomena ketika sebagian orang tua justru mengurangi kewenangan sekolah. Hal ini dianggap berpotensi menghambat pembinaan karakter siswa.
“Kadang baru sedikit diingatkan, anak sudah dibela. Ini yang tidak kita inginkan. Rumah dan sekolah harus berjalan seiring,” tegasnya.
Maidi memastikan bahwa seluruh sekolah memiliki komitmen yang sama untuk mendidik siswa menjadi pribadi yang lebih baik. Karena itu, ia meminta orang tua untuk mempercayakan proses pendidikan karakter kepada pihak sekolah.
Dalam waktu dekat, pemerintah akan mengumpulkan komite sekolah melalui dewan pendidikan guna menyelaraskan pemahaman dan memperkuat kerja sama dalam pembinaan anak.
“Kalau semua takut menegur, semua membiarkan, dan kita tidak turun memberikan arahan, maka akan sulit. Orang bisa salah arah kalau tidak dibimbing,” pungkasnya. (Sur/Krs)
- Penulis: Kriswanto

