Berita Terkini
Trending Tags

Kebutuhan PJU di Kabupaten Madiun Masih Kurang Ribuan, Baru 8.100 Titik Terpasang

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
  • visibility 120
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Kebutuhan PJU di Kabupaten Madiun masih kurang ribuan titik, (3/3/2026), Foto : Tova

Sinergia | Madiun – Kebutuhan penerangan jalan umum (PJU) di Kabupaten Madiun hingga kini belum sepenuhnya terpenuhi. Dari total kebutuhan sekitar 10 ribu titik alat penerangan jalan (APJ), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun baru mampu memasang sekitar 8.100 titik.

Kepala Seksi Prasarana Jalan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Madiun, Devie Anggara, membenarkan masih adanya kekurangan tersebut. Ia menyebut, keterbatasan anggaran menjadi kendala utama dalam pemenuhan kebutuhan PJU di wilayahnya.

“Kalau total kebutuhan itu sekitar 10 ribu sekian titik. Saat ini yang sudah terpasang sekitar 7.459 titik, ditambah sekitar 600 titik existing, jadi totalnya kurang lebih 8.100. Artinya memang masih kurang cukup banyak,” ujar Devie, Selasa (3/3/2026).

Menurut Devie, mayoritas kekurangan PJU berada di wilayah pelosok, terutama yang belum masuk skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).

Untuk tahun 2026, Dishub Kabupaten Madiun mengalokasikan anggaran sekitar Rp 900 juta hingga Rp 1 miliar guna menambah titik PJU baru. Dari anggaran tersebut, diperkirakan hanya mampu merealisasikan sekitar 60 titik tambahan.

“Anggarannya kurang lebih sekitar Rp 900 jutaan sampai Rp 1 miliar. Itu nanti dapatnya sekitar 60-an titik. Akan tersebar di beberapa wilayah yang kondisinya cukup rawan,” jelasnya.

Image Not Found
Dari 10 ribu kebutuhan, baru 8.100 terpasang karena keterbatasan anggaran daerah, (3/3/2026), Foto : Tova

Salah satu wilayah yang menjadi prioritas pemasangan adalah kawasan Kampung Baru, Kecamatan Saradan. Menurut Devie, ruas jalan di wilayah tersebut cukup panjang dan minim penerangan sehingga membuat warga merasa khawatir saat beraktivitas pada malam hari.

“Di arah Saradan, Kampung Baru, itu jalannya panjang dan gelap. Masyarakat kalau mau keluar malam hari cukup takut, jadi salah satunya dipasang di situ,” katanya.

Tingginya biaya pemasangan juga menjadi tantangan tersendiri.

Berdasarkan harga di e-katalog, satu titik APJ membutuhkan anggaran sekitar Rp 17 juta hingga Rp 20 juta. “Di e-katalog kisarannya antara Rp 17 sampai Rp 20 juta per titik,” ungkap Devie.

Dishub pun mengimbau masyarakat untuk turut menjaga fasilitas yang telah dipasang. Pasalnya, masih ditemukan aksi vandalisme seperti pemasangan baliho dan spanduk pada tiang PJU yang dapat mengganggu fungsi penerangan.

“Kami mohon fasilitas yang sudah disediakan pemerintah dijaga dan tidak dirusak. Biasanya ada yang ditempeli baliho atau spanduk sehingga menurunkan fungsinya,” tuturnya.(Tov)

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Madiun Tinjau Pos Pantau dan Pos Pelayanan Mudik Lebaran 2025

    Bupati Madiun Tinjau Pos Pantau dan Pos Pelayanan Mudik Lebaran 2025

    • calendar_month Selasa, 25 Mar 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 45
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Sepekan jelang hari raya Idul Fitri 1446 H, Bupati Madiun, Hari Wuryanto, bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Madiun, melakukan peninjauan pos pantau dan pos pelayanan arus mudik Lebaran 2025 pada Selasa sore (25/03/2025). Pos pantau dan pelayanan yang ditinjau diantaranya Jiwan, Dumpil, Caruban serta Saradan. Bupati dan […]

    Bagikan
  • Operasi Senyap Berlanjut, Tim Penyidik KPK Geledah Rumah Pribadi Wali Kota Nonaktif Maidi

    Operasi Senyap Berlanjut, Tim Penyidik KPK Geledah Rumah Pribadi Wali Kota Nonaktif Maidi

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 162
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melanjutkan penggeledahan di rumah pribadi Wali Kota Madiun Nonaktif Maidi yang berada di Jalan Merpati, Kelurahan Nambangan Lor, Kecamatan Manguharjo pada Rabu (21/01/2026).  Dari keterangan warga sekitar, operasi senyap KPK ini sudah dilakukan sejak Rabu sore. Sekitar pukul 20.39 WIB, tim penyidik KPK keluar dari kediaman […]

    Bagikan
  • Janin Ditemukan Di Bawah Kasur Warga Ngebel, Polisi Selidiki Penyebab Kematian

    Janin Ditemukan Di Bawah Kasur Warga Ngebel, Polisi Selidiki Penyebab Kematian

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 101
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Warga Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, digegerkan dengan penemuan jenazah janin yang terbungkus plastik dan disimpan di bawah kasur sebuah rumah di Desa Pupus, Kecamatan Ngebel, Kamis (16/4/2026) dini hari. Janin tersebut ditemukan di rumah seorang perempuan berinisial T (40). Penemuan ini bermula saat yang bersangkutan menjalani perawatan di RSUD dr Harjono […]

    Bagikan
  • Panen Raya di Ngawi, Gubernur Khofifah Klaim Jawa Timur Menuju Kedaulatan Pangan

    Panen Raya di Ngawi, Gubernur Khofifah Klaim Jawa Timur Menuju Kedaulatan Pangan

    • calendar_month Senin, 7 Apr 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 67
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ngawi – Jawa Timur merupakan lumbung pangan nasional dalam beberapa tahun terakhir. Sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, produksi padi pada 2024 sebanyak 9,27 juta ton GKG (Gabah Kering Giling-red) dan produksi beras pada 2024 untuk konsumsi pangan penduduk mencapai 5,35 juta ton. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengklaim […]

    Bagikan
  • Jari Remuk Terjepit Mesin Molen, Pekerja Proyek KDMP Bingung Biaya Berobat

    Jari Remuk Terjepit Mesin Molen, Pekerja Proyek KDMP Bingung Biaya Berobat

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 249
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Upaya menambah penghasilan menjelang Lebaran berakhir tragis bagi seorang pekerja proyek di Desa Sidomulyo, Kecamatan Sidorejo, Kabupaten Magetan. Suratni (39) mengalami kecelakaan kerja setelah jarinya remuk terjepit mesin molen pada Rabu (18/2/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. Insiden terjadi ketika Suratni sedang mengoperasikan alat pengaduk semen dalam proyek pembangunan Koperasi Desa Merah […]

    Bagikan
  • Eskavator Terbakar di Ponorogo, Diduga Akibat Korsleting Listrik

    Eskavator Terbakar di Ponorogo, Diduga Akibat Korsleting Listrik

    • calendar_month Senin, 28 Apr 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 51
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Sebuah eskavator milik seorang operator terbakar hebat saat dipanasi di lahan kosong yang rencananya akan dijadikan rest area di Jalan Nasional penghubung Ponorogo-Trenggalek, tepatnya di Desa Sawoo, Kecamatan Sawoo, Ponorogo, Senin (28/04/2025) sekitar pukul 10.00 WIB. Kebakaran bermula saat Rochim (48), operator asal Desa Jambangan, Kecamatan Paron, Ngawi, memanaskan mesin […]

    Bagikan
expand_less