Berita Terkini
Trending Tags

Pohon Pisang Ajaib di Ponorogo Berbuah Enam Tandan Sekaligus

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month Jumat, 2 Mei 2025
  • visibility 170
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Kades tatung saat melihat pisang unik, Foto : Ega Patria – Sinergia

Sinergia | Kab. Ponorogo – Kejadian tak biasa terjadi di Desa Tatung, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo. Sebuah pohon pisang jenis Ulin tumbuh dengan cara yang luar biasa. Pisang ini menghasilkan enam tandan buah dalam satu batang. Fenomena langka ini pun langsung menyita perhatian warga sekitar.

Pohon pisang yang berada di area belakang Masjid Jami Desa Tatung ini menjadi perbincangan karena keunikannya. Biasanya, pohon pisang hanya memiliki satu tandan dalam satu kali masa berbuah. Namun kali ini, satu pohon yang bercabang dua justru menghasilkan enam tandan sekaligus.

“Saya baru pertama kali melihat yang seperti ini. Satu pohon bercabang dua dan masing-masing cabang mengeluarkan buah. Total ada enam tandan,” ujar Aura Virginia, salah seorang warga yang penasaran dan datang langsung untuk menyaksikan keanehan tersebut, Jum’at (02/05/2025)

Pemilik pohon, Rudi Sugiharto, juga mengaku terkejut melihat pisang miliknya tumbuh tidak seperti biasanya. Menurutnya, meski ia sudah lama membudidayakan pisang jenis ini, baru kali ini ia menyaksikan pohonnya berbuah sebanyak itu.

“Pohon pisang ini benar-benar berbeda. Kalau biasanya muncul dua tandan saja sudah dianggap luar biasa, ini malah enam. Saya juga heran,” kata Rudi.

Agar pohon tidak tumbang karena beban berat buahnya, Rudi pun menambahkan penyangga dari kayu. Ia tetap merawat pohon tersebut dan berniat membudidayakannya lebih lanjut.

“Pisang ini banyak benihnya, panennya pun bisa lebih melimpah. Kalau dirawat dengan baik, hasilnya bisa untuk kesejahteraan juga,” ujar Rudi sembari tersenyum.

Rudi berharap keunikan pohon pisang miliknya dapat menjadi motivasi bagi masyarakat untuk terus merawat dan mengembangkan tanaman lokal. Ia percaya bahwa tanaman seperti pisang Ulin memiliki potensi besar jika dibudidayakan dengan benar.

Ega patria – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Ega Patria

Rekomendasi Untuk Anda

  • Purna Tugas Dirut Perumdam Madiun Paparkan Kinerja, Pendapatan Belum Tercapai, Laba Tetap Meningkat

    Purna Tugas Dirut Perumdam Madiun Paparkan Kinerja, Pendapatan Belum Tercapai, Laba Tetap Meningkat

    • calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 132
    • 0Komentar

    Sinergia |Kota Madiun – Direktur Utama Perumdam Tirta Taman Sari Kota Madiun, Suyoto resmi purna tugas dari jabatannya. Usai dilantik pada 2021 lalu, posisi pimpinan perusahaan plat merah tersebut bakal segera diganti. Dihadapan Plt Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun serta Dewan Pengawas, Suyoto mengakui target pendapatan perusahaan selama lima tahun terakhir belum sepenuhnya tercapai. […]

    Bagikan
  • Ini Empat Nama Kandidat Yang Bertarung di Seleksi Sekda Ponorogo

    Ini Empat Nama Kandidat Yang Bertarung di Seleksi Sekda Ponorogo

    • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 315
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Seleksi terbuka jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Ponorogo memasuki tahap lanjutan. Dari sebelumnya lima peserta, kini tersisa empat pejabat eselon II yang melanjutkan proses seleksi berikutnya. Satu peserta tidak melanjutkan tahapan seleksi karena sakit sehingga tidak mengikuti tes lanjutan. Akibatnya, peserta tersebut tidak memenuhi syarat untuk melanjutkan ke tahap berikutnya. Plh […]

    Bagikan
  • Masjid Al Basyariyah Madiun Ramai Didatangi Jamaah di Penghujung Ramadan

    Masjid Al Basyariyah Madiun Ramai Didatangi Jamaah di Penghujung Ramadan

    • calendar_month Kamis, 27 Mar 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 139
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Setiap penghujung bulan Ramadan, ribuan umat Islam dari berbagai daerah menyempatkan berkunjung ke Masjid Al Basyariyah, Desa Sewulan, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Kamis dinihari (27/3/2025).   Ribuan jamaah datang untuk menunaikan Sholat Lail dalam suasana hening dan penuh kekhusyukan. Begitu imam bersiap memulai ibadah, seluruh lampu di area masjid dipadamkan, menciptakan […]

    Bagikan
  • Plt Wali Kota Madiun Pantau Tiga Kejuaraan Olahraga, Dorong Pembinaan Atlet dan Ekosistem Cabor Semakin Berkembang

    Plt Wali Kota Madiun Pantau Tiga Kejuaraan Olahraga, Dorong Pembinaan Atlet dan Ekosistem Cabor Semakin Berkembang

    • calendar_month Sabtu, 13 Jun 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 160
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Semangat olahraga di Kota Madiun terus menunjukkan geliat positif. Pada Sabtu (13/6/2026), Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun F Bagus Panuntun turun langsung meninjau tiga cabang olahraga (cabor) yang tengah menggelar kejuaraan. Termasuk dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-108 Kota Madiun. Tiga kejuaraan yang dipantau tersebut yakni Pentathlon Modern Wali […]

    Bagikan
  • Usulan BPIH 2027 Naik Jadi Rp107,34 Juta, Pemerintah Ungkap Penyebab Kenaikan, DPR Soroti Skema Pembiayaan

    Usulan BPIH 2027 Naik Jadi Rp107,34 Juta, Pemerintah Ungkap Penyebab Kenaikan, DPR Soroti Skema Pembiayaan

    • calendar_month Rabu, 8 Jul 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 107
    • 0Komentar

    Sinergia | Jakarta – Pemerintah mengusulkan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 1448 Hijriah/2027 Masehi sebesar Rp107.340.172,02 per jemaah atau naik sekitar Rp19,93 juta dibandingkan BPIH tahun 2026. Kenaikan tersebut dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari perubahan nilai tukar rupiah hingga meningkatnya biaya layanan haji di Arab Saudi. Usulan tersebut disampaikan Menteri Haji dan Umrah, Irfan Yusuf […]

    Bagikan
  • Sungai di Magetan Jadi Tempat Sampah, DLHP : Mohon Masukannya

    Sungai di Magetan Jadi Tempat Sampah, DLHP : Mohon Masukannya

    • calendar_month Minggu, 14 Sep 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 222
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Sungai yang seharusnya menjadi sumber kehidupan kini justru berubah fungsi menjadi “tempat sampah” di Kabupaten Magetan. Di perbatasan Desa Krowe dan Desa Tapen, Kecamatan Lembeyan, aliran sungai tampak dipenuhi plastik, botol bekas, popok bayi, hingga sisa makanan. Tumpukan itu menimbulkan bau menyengat, air keruh, serta gundukan sampah bercampur tanaman liar. Kondisi […]

    Bagikan
expand_less