Prabowo di 100 Tahun Gontor: Jangan Berpolitik Praktis, Tapi Harus Paham Politik
- account_circle Tova Pradana
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 40
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ponorogo – Presiden RI Prabowo Subianto menghadiri resepsi kesyukuran puncak peringatan 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) di Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo mengapresiasi perjalanan panjang Gontor sekaligus menyinggung banyaknya alumni pesantren tersebut yang kini berada di lingkaran pemerintahan maupun koalisi Merah Putih.
Prabowo mengatakan, Gontor memiliki prinsip untuk tidak terlibat dalam politik praktis. Namun, menurut dia, para santri dan alumni tetap perlu memahami politik sebagai bagian dari kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Saya tahu banyak alumni Gontor ada di situ (koalisi Merah Putih), terima kasih dukungannya. Saya tahu Gontor tidak boleh berpolitik, itu benar, Gontor jangan ikut politik praktis tapi harus paham politik,” kata Prabowo dalam sambutannya.
Prabowo kemudian menyampaikan pesan yang selama ini menjadi prinsip Gontor dalam menjaga independensi lembaga pendidikan pesantren tersebut.

“Gontor tidak boleh ke mana-mana, tapi harus ada di mana-mana. Gontor ini sudah benar, berada di jalan yang benar,” ujarnya.
Menurut Prabowo, usia satu abad menjadi momentum penting bagi Gontor untuk melihat kembali perjalanan sejarah sekaligus menyiapkan peran yang lebih besar bagi bangsa dan negara.
Ia menekankan, sejarah tidak cukup hanya untuk dikenang, tetapi harus dijadikan bahan pembelajaran dalam menentukan langkah ke depan.
“Sejarah tidak hanya diingat, tapi itu adalah guru terbaik untuk kemajuan yang akan datang,” kata Prabowo.
Presiden juga berpesan agar nilai-nilai yang menjadi motto dan prinsip pendidikan di Gontor tidak hanya berhenti sebagai slogan. Nilai tersebut, kata dia, harus diwujudkan dalam kehidupan para santri.
Prabowo secara khusus menekankan pentingnya berbudi tinggi, kejujuran, dan keikhlasan.

“Teruskan perjuanganmu untuk bangsa dan umat,” tegasnya.
Sementara itu, Pimpinan PMDG Ponorogo KH Hasan Abdullah Sahal menyampaikan rasa syukur atas kehadiran Presiden Prabowo dalam puncak peringatan 100 tahun Gontor.
Menurut Hasan, kehadiran kepala negara menjadi keberkahan sekaligus bentuk kesyukuran bagi keluarga besar Gontor, termasuk para santri dan alumni.
“Kedatangan Presiden ini insyaallah dapat berkah dan memberkahi. Kita tidak hanya berguru pada sejarah, tapi membangun sejarah dan membangun peradaban,” ujarnya.
Resepsi kesyukuran 100 Tahun Gontor tersebut juga dihadiri sejumlah pejabat negara. Di antaranya Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya, Menteri Agama Nazaruddin Umar, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, serta Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.
Hadir pula Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Menteri Luar Negeri Sugiono, Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti, Wakil Grand Syaikh Al-Azhar, serta sejumlah duta besar negara sahabat. (Tov)
- Penulis: Tova Pradana
- Editor: Diez





