Berita Terkini
Trending Tags

Ini Langkah Pemkot Madiun Dalam Penataan Pedagang Kaki Lima

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month Kamis, 20 Nov 2025
  • visibility 140
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Suasana sosialisasi Peraturan Daerah serta Peraturan Wali Kota Madiun tentang PKL di Kota Madiun, Foto: Surya Wibawa – Sinergia

Sinergia | Kota Madiun – Pedagang Kaki Lima (PKL) menjadi salah satu penggerak ekonomi di masyarakat. Untuk itu, Pemerintah Kota Madiun mengambil langkah bagi para PKL bukan berupa penertiban, melainkan penataan. Hal itu ditegaskan Wakil Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun dalam sosialisasi Peraturan Daerah serta Peraturan Wali Kota Madiun tentang PKL yang diikuti pelaku usaha PKL di Kota Madiun.

Bagus menekankan pentingnya menciptakan lingkungan yang nyaman bagi warga maupun wisatawan di tengah meningkatnya kunjungan ke Kota Pendekar. Menurutnya, pemerintah memiliki tugas utama untuk memastikan fasilitas publik tetap layak dan tertata. Termasuk di dalamnya memperbaiki infrastruktur yang dinilai masih perlu pembenahan.

“Tugas pertama fasilitas dilakukan oleh Pemkot Madiun. Salah satunya infrastruktur yang kurang bagus ini harus terus ditata. Bagaimana masyarakat dan para pengunjung nanti bisa menikmati saat makan, atau saat ada hiburan,” ujarnya Kamis (20/11/2025).

Ia menambahkan, penataan PKL bukan hanya soal lokasi berdagang, namun juga menyangkut kebersihan kawasan. Dengan banyaknya pengunjung, kebersihan lingkungan menjadi aspek krusial yang harus dijaga bersama. “Lingkungan harus dijaga, sampah harus dijaga. Ini perlu banyak sosialisasi,” tegasnya.

Bagus juga menyoroti pentingnya menjaga harga makanan dan minuman tetap wajar. Menurutnya, pedagang yang mematok harga terlalu tinggi berpotensi merugikan diri sendiri sekaligus merusak upaya pemerintah dalam mengembangkan pariwisata daerah.

“Kalau ada pedagang yang jualannya terlalu tinggi, nanti pasti akan mendapat perhatian dari Pemkot. Karena salah satu penyebab wisatawan malas kembali adalah harga yang mahal. Apalagi saat ini wisata di Kota Madiun gratis dan jajanan murah-murah. Kalau ada yang menjual terlalu tinggi, itu bukan hanya merugikan pedagang, tetapi juga merugikan apa yang sudah dibangun Pak Wali Kota,” jelasnya.

Pemkot Madiun berkomitmen terus melakukan penataan kawasan wisata sekaligus memperkuat pengawasan dan sosialisasi kepada para PKL, demi menjaga kenyamanan dan citra positif pariwisata kota. (Sur/Krs).

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tender Penataan Lanskap MPP Kota Madiun Turun 20 Persen, DPRD Soroti Risiko Kualitas Proyek

    Tender Penataan Lanskap MPP Kota Madiun Turun 20 Persen, DPRD Soroti Risiko Kualitas Proyek

    • calendar_month Selasa, 11 Agt 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 118
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Penawaran proyek penataan lanskap Mall Pelayanan Publik (MPP) Kota Madiun yang turun sekitar 20 persen dari Harga Perkiraan Sendiri (HPS) mendapat perhatian DPRD. CV BJ selaku pemenang lelang mengajukan penawaran Rp 638,12 juta, jauh di bawah HPS yang ditetapkan sebesar Rp 797,65 juta. Selisih nilai penawaran tersebut mencapai sekitar Rp […]

    Bagikan
  • Wali Kota Maidi Garap Perkebunan dan Wisata Petik Melon

    Wali Kota Maidi Garap Perkebunan dan Wisata Petik Melon

    • calendar_month Kamis, 3 Apr 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Wali Kota Madiun, Maidi, mengungkapkan rencananya untuk mengembangkan sektor pertanian sebagai bagian dari target 100 hari kerja yang berfokus pada peningkatan ekonomi. Salah satu fokus utama adalah memperbanyak perkebunan melon. “Untuk memenuhi kebutuhan melon di Kota Madiun yang mencapai puluhan ton, kita akan tanami bibit melon di lahan yang tidak […]

    Bagikan
  • Rencana Pembangunan TPST di Bangunsari Dolopo Ditolak Warga, DLH Madiun Akui Aksi di Luar Prediksi

    Rencana Pembangunan TPST di Bangunsari Dolopo Ditolak Warga, DLH Madiun Akui Aksi di Luar Prediksi

    • calendar_month Senin, 24 Agt 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 208
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Rencana pengembangan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di Kelurahan Bangunsari, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun, kini menjadi sorotan setelah mendapat penolakan keras dari ratusan warga. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Madiun mengakui gelombang protes yang muncul dalam agenda sosialisasi pada Minggu (23/8/2026) malam itu berada di luar prediksi. Kepala DLH Kabupaten Madiun, […]

    Bagikan
  • Diterjang Banjir, Wawali Bagus Panuntun Pantau Wilayah Kelurahan Pilangbango

    Diterjang Banjir, Wawali Bagus Panuntun Pantau Wilayah Kelurahan Pilangbango

    • calendar_month Minggu, 16 Mar 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 123
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Wakil Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun memantau kondisi wilayah Kelurahan Pilangbango Kecamatan Kartoharjo yang terdampak banjir pada Sabtu (15/3/2025) malam. Didampingi personil BPBD dan stakeholder terkait, Wawali meninjau rumah warga terdampak luapan sungai Piring. Kelurahan Pilangbango menjadi salah satu daerah rawan banjir jika kondisi hujan lebat dan debit sungai […]

    Bagikan
  • Musisi Lokal Ponorogo Jadi Opening Act Konser Dewa 19

    Musisi Lokal Ponorogo Jadi Opening Act Konser Dewa 19

    • calendar_month Sabtu, 30 Agt 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 212
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Gelaran konser bertajuk Kidung Aruna Kinanti, sebagai puncak perayaan Hari Jadi ke-529 Kabupaten Ponorogo, semakin semarak dengan tampilnya musisi-musisi lokal sebagai pembuka untuk band legendaris, Dewa 19. Penampilan ini menjadi momentum penting bagi para musisi lokal yang mendapatkan kesempatan berharga di atas panggung megah ⁠— sekaligus membuka suasana bagi konser utama […]

    Bagikan
  • Dana Desa 2026 Kabupaten Madiun Capai Rp165 Miliar, Pemanfaatan 70 Persen Tunggu Program Mandatori Pusat

    Dana Desa 2026 Kabupaten Madiun Capai Rp165 Miliar, Pemanfaatan 70 Persen Tunggu Program Mandatori Pusat

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 324
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun memastikan Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2026 untuk 198 desa di wilayahnya tetap disalurkan. Namun, sebagian besar penggunaannya masih menunggu kejelasan kebijakan mandatori dari pemerintah pusat. Total anggaran Dana Desa 2026 yang diterima Kabupaten Madiun mencapai sekitar Rp165 miliar. Bupati Madiun, Hari Wuryanto, menjelaskan bahwa keterbatasan anggaran serta […]

    Bagikan
expand_less