Seruan “Free Palestine” Bergema Saat Prabowo Dikalungi Keffiyeh Dubes Palestina di Gontor
- account_circle Tova Pradana
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 39
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ponorogo – Seruan “Free Palestine” menggema di Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM), Pondok Modern Darussalam Gontor, Ponorogo, Sabtu (19/9/2026). Seruan itu pecah setelah Presiden RI Prabowo Subianto menerima kain keffiyeh bermotif lambang negara Palestina dari Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Abdalfatah A.K. Alsattari.
Momen tersebut terjadi saat Presiden Prabowo menyapa sejumlah duta besar yang hadir dalam resepsi kesyukuran peringatan 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor.
Ketika tiba di hadapan Dubes Palestina, suasana acara langsung berubah riuh. Abdalfatah kemudian mengalungkan kain keffiyeh khas Palestina ke pundak Prabowo di atas panggung.
Aksi tersebut disambut tepuk tangan meriah dari para peserta. Seruan dukungan untuk Palestina juga terdengar menggema di dalam gedung.

Dalam kesempatan itu, Prabowo menyinggung kondisi masyarakat Palestina, khususnya di Gaza, yang menurutnya masih menghadapi serangan dan penderitaan akibat konflik dengan Israel.
Prabowo mengingatkan bahwa Indonesia memiliki pengalaman pahit sebagai bangsa yang pernah dijajah. Karena itu, dia meminta generasi penerus menjaga kekuatan dan kemandirian bangsa.
“Kita pernah dijajah oleh bangsa lain, itu kenyataan yang pahit. Kita harus bertekad, jangan sekali-sekali kita dijajah lagi oleh siapapun. Kita harus kuat, kalau kita kuat, kita bisa membantu saudara kita yang ditindas. Kalau kita tidak punya kekuatan, bagaimana kita bisa membantu,” kata Prabowo
Presiden kemudian menekankan pentingnya Indonesia menjadi bangsa yang kuat. Menurut dia, kekuatan tersebut diperlukan agar Indonesia memiliki kemampuan untuk membantu negara-negara yang tertindas, termasuk Palestina.
Prabowo juga mengajak generasi penerus bangsa, termasuk para ulama dan ustadz, untuk berani mengevaluasi kelemahan serta kekurangan bangsa Indonesia.
“Gampang untuk bicara dengan hebat, tapi sulit untuk kita lihat kekurangan kita. Saya berharap dari generasi penerus, dari ustadz-ustadz, ulama-ulama, untuk bisa membangun keberanian, untuk belajar dari kelemahan kita sendiri, dari kekurangan kita sendiri,” ujarnya.
Prabowo hadir di Pondok Modern Darussalam Gontor untuk mengikuti resepsi kesyukuran 100 tahun Gontor. Peringatan satu abad tersebut menjadi puncak rangkaian kegiatan milad Gontor yang berlangsung sepanjang 2026. (Tov)
- Penulis: Tova Pradana
- Editor: Diez





