
Foto : Tova Pradana – Sinergia
Sinergia | Kab. Madiun – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden RI, Prabowo Subianto mulai direalisasikan di Kabupaten Madiun, Jawa Timur. Dua dapur MBG di Desa Sidorejo, Kecamatan Kebonsari, siap beroperasi dan mulai memproduksi makanan pada Mei ini.
Wakil Kepala I Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) RI, Nanik S. Deyang, mengatakan bahwa dapur-dapur ini berada di bawah pengelolaan Satuan Pelayanan dan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang ditujukan untuk mempercepat penanganan kemiskinan serta stunting.
“Dua dapur sudah siap produksi bulan ini. Secara total akan ada enam dapur MBG yang berdiri di Sidorejo, termasuk empat di Dusun Kalilumbu, satu di Dusun Penjalinan, dan satu di Dusun Balungsari,” kata Nanik dalam peluncuran dapur MBG di Kalilumbu, Jumat (2/5/2025).
Setiap dapur MBG ditargetkan memproduksi antara 3.000 hingga 3.500 porsi makanan bergizi per hari. Sasaran distribusi mencakup siswa dari tingkat TK hingga SLTA, santri pondok pesantren, balita, serta ibu hamil dan menyusui di wilayah Kebonsari dan sebagian Geger.
Menurut Nanik, selain memastikan kebutuhan gizi anak-anak terpenuhi, program ini juga berdampak pada penciptaan lapangan kerja dan penguatan ekonomi lokal.
“Satu dapur bisa menyerap 47 tenaga kerja dari warga sekitar. Selain itu, petani, peternak, dan pelaku UMKM juga akan dilibatkan sebagai pemasok bahan makanan,” jelasnya.

Foto : Tova Pradana – Sinergia
Sementara itu, Bupati Madiun Hari Wuryanto, menyebut bahwa dampak ekonomi dari program MBG juga akan sangat besar.
“Program ini memberi multi efek, bukan hanya memutus rantai kemiskinan, tapi juga menggerakkan ekonomi desa karena petani, peternak, semua dilibatkan,” jelasnya.
Hari Wur juga menyampaikan bahwa selain MBG, pemerintah juga tengah menyiapkan program Sekolah Rakyat untuk anak-anak dari keluarga prasejahtera.
“Saat anak-anak ini sudah mengakses pendidikan secara layak, maka otomatis kita juga sedang memutus rantai kemiskinan dari hulu,” tandasnya.
Secara estimasi, total kebutuhan dapur di Kabupaten Madiun untuk program MBG minimal 36 titik. Lokasi-lokasi dapur kini tengah dipetakan bersama pihak TNI dan Polri agar siap operasional pada bulan-bulan mendatang.
Deputi Penyediaan dan Penyaluran Badan Gizi Nasional (BGN), Suardi Samiran, menambahkan bahwa pihaknya akan mengirimkan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) untuk memperkuat operasional dapur.
“Satu dapur akan didukung tiga SPPI, yaitu kepala dapur, ahli gizi, dan akuntan. Kami targetkan pertengahan Mei dapur sudah beroperasi penuh,” ujarnya.
Pemerintah juga merencanakan pasokan bahan makanan tidak hanya berasal dari Madiun, melainkan juga dari wilayah sekitar seperti Ponorogo dan Magetan, guna menjaga kesinambungan program.
Tova Pradana – Sinergia