
Sinergia | Kab.Madiun – Menjelang akhir 2025, PT Pupuk Indonesia (Persero) memastikan distribusi dan stok pupuk bersubsidi di Kabupaten Madiun berada dalam kondisi aman dan terkendali. Pemantauan dilakukan langsung di sejumlah kios resmi, salah satunya di Desa Klorogan, Kecamatan Geger, Kamis (13/11/2025).
Assistant Account Executive PT Pupuk Indonesia wilayah Kabupaten dan Kota Madiun, Danang Priansyah, mengatakan pemantauan intensif dilakukan untuk memastikan tidak terjadi kelangkaan pupuk di tingkat petani maupun pengecer.
“Pemantauan rutin kami lakukan di tingkat Penerima Pada Titik Serah (PPTS) untuk menjamin stok pupuk subsidi selalu tersedia sesuai kebutuhan petani,” ujar Danang kepada wartawan.
Selain pengecekan lapangan, Pupuk Indonesia juga memperbarui data penerima pupuk subsidi yang tercantum dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK). Pembaruan ini penting untuk memastikan keakuratan data penerima pada musim tanam mendatang.
“Kami terus memperbarui data petani dalam RDKK tahun 2026 agar seluruh penerima terdaftar dengan benar. Dengan begitu, penyaluran pupuk bisa lebih tepat sasaran,” jelas Danang.
Berdasarkan data terbaru perusahaan, tingkat penyerapan pupuk subsidi di Kabupaten Madiun hingga November 2025 telah mencapai 80 persen dari total 77.125 petani, dengan 92 titik PPTS yang tersebar di seluruh kecamatan.
Danang menambahkan, pengawasan ini juga sejalan dengan kebijakan pemerintah yang menurunkan harga pupuk subsidi sebesar 20 persen.
“Kami berharap dengan penyesuaian harga ini, produktivitas petani bisa meningkat tanpa terkendala ketersediaan pupuk,” tuturnya.
Kebijakan penurunan harga tersebut mendapat sambutan positif dari kalangan pengecer dan petani. Arif Kurniawan, penyalur pupuk bersubsidi di Desa Klorogan, menilai langkah itu meringankan beban biaya pemupukan.
Ia memastikan stok pupuk di kiosnya mencukupi untuk kebutuhan musim tanam berikutnya.
“Saat ini stok untuk setiap jenis pupuk—Urea, Phonska, maupun organik—semuanya tersedia lebih dari tujuh ton,” ungkapnya.
Penyaluran kepada petani, lanjut Arif, tetap mengacu pada data RDKK, namun dengan fleksibilitas bagi petani yang membutuhkan dalam jumlah kecil.
“Kalau ada petani yang butuh satu atau dua karung saja, tetap kami layani selama mereka terdaftar dalam RDKK,” ujarnya.
Arif berharap kebijakan pemerintah dalam mendukung sektor pertanian terus berlanjut, tidak hanya pada aspek harga.
“Kami berharap pupuk selalu tersedia, proses penebusannya dipermudah, dan petani bisa bekerja lancar agar hasil panen meningkat,” pungkasnya. (Tov/Krs)