Berita Terkini
Trending Tags

Rentetan Longsor di Magetan, Jalan Tertutup, Air Bersih Terputus, Sekolah Terdampak

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Sabtu, 24 Mei 2025
  • visibility 113
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Longsor terjadi di Kabupaten Magetan yang berdampak di Sekolah, Foto : Kusnanto – Sinergia

Sinergia | Kab. Magetan – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Magetan selama lebih dari dua pekan memicu rentetan longsor di tiga lokasi berbeda pada Jumat (23/05/2025). Meski tidak menimbulkan korban jiwa, bencana ini mengganggu aktivitas warga, merusak infrastruktur, dan memicu krisis air bersih di beberapa titik.

Longsor pertama terjadi di jalur penghubung antara Wonomulyo dan Genilangit, tepatnya di Dukuh Wonomulyo, Desa Genilangit, Kecamatan Poncol. Sebuah tebing setinggi 10 meter runtuh, membawa serta batu-batu besar yang menutup seluruh badan jalan.

Jalur ini merupakan satu-satunya akses menuju desa tertinggi di Magetan. Tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, Dinas PUPR, serta relawan dan warga setempat segera diterjunkan untuk membersihkan material longsoran.

“Retakan tanah sebenarnya sudah terlihat sebelumnya. Longsor pertama terjadi saat hujan deras mengguyur, lalu disusul longsor susulan sekitar pukul 13.15 WIB,” ungkap Eka Wahyudi, Kepala Seksi Darurat dan Logistik BPBD Magetan.

Beberapa jam setelah kejadian pertama, musibah kedua terjadi di Dusun Gejeruk, Desa Sukowidi, Kecamatan Panekan. Sebuah talud jalan desa sepanjang 7 meter dan kedalaman 8 meter ambruk, menggerus halaman rumah warga dan memutus saluran air bersih yang digunakan sembilan kepala keluarga (KK).

“Untuk mencegah longsoran meluas, bagian yang rusak kami tutup sementara dengan terpal. Penanganan lebih lanjut akan dilakukan besok pagi,” kata Eka.

Warga kini harus mencari sumber air alternatif untuk kebutuhan sehari-hari, sembari menunggu perbaikan jaringan.

Menjelang sore, longsor ketiga menimpa SDN 1 Sidomulyo, Kecamatan Sidorejo. Pagar sekolah setinggi 2,5 meter dan panjang 10 meter ambruk bersama talud penyangga, menutup sebagian badan jalan dusun.

“Pihak sekolah sudah berkoordinasi dengan wali murid dan warga sekitar untuk gotong royong membersihkan lokasi pada esok hari,” tambah Eka.

BPBD Magetan kembali mengingatkan warga yang tinggal di dekat tebing atau lereng curam agar tetap waspada. Retakan tanah, suara gemuruh, atau pergerakan tanah sekecil apa pun harus segera dilaporkan.

“Jangan ragu menghubungi layanan darurat BPBD jika melihat tanda-tanda bahaya,” tegas Eka.

Berdasarkan prakiraan cuaca, hujan lebat masih berpotensi mengguyur wilayah Magetan dalam beberapa hari ke depan. Kesiapsiagaan dan kewaspadaan warga menjadi kunci untuk mengantisipasi bencana susulan.

Kusnanto – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • 5.879 Warga Terima BLT Kesra 2025, Wali Kota Maidi : Jangan Untuk Judol

    5.879 Warga Terima BLT Kesra 2025, Wali Kota Maidi : Jangan Untuk Judol

    • calendar_month Senin, 24 Nov 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 180
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Sebanyak 5.879 warga penerima manfaat di Kota Madiun dipastikan menerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) Kesejahteraan 2025. Bantuan ini merupakan bagian dari program perluasan yang ditujukan untuk masyarakat dalam kategori ekonomi terbawah berdasarkan desil kesejahteraan. Kepala Dinas Sosial Kota Madiun, Heri Suwartono, menjelaskan bahwa BLT perluasan diberikan kepada warga desil 1 […]

    Bagikan
  • Kabur Usai Gelapkan Motor Teman, Pria Asal Sleman Ditangkap Polres Ngawi Hendak Lari ke Bali

    Kabur Usai Gelapkan Motor Teman, Pria Asal Sleman Ditangkap Polres Ngawi Hendak Lari ke Bali

    • calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 134
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Upaya pelarian A.A warga Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, berakhir di tangan petugas Satreskrim Polres Ngawi. Pria 24 tahun itu ditangkap saat hendak melarikan diri ke Bali menggunakan bus antar kota setelah diduga menggelapkan sepeda motor milik temannya. Pelaku diamankan petugas di Terminal Kertonegoro, Kabupaten Ngawi, pada Sabtu (30/5/2026). Penangkapan dilakukan setelah […]

    Bagikan
  • Harga Cabai dan Tomat Melonjak di Pasar Sayur Magetan, Pedagang Keluhkan Sepinya Pembeli

    Harga Cabai dan Tomat Melonjak di Pasar Sayur Magetan, Pedagang Keluhkan Sepinya Pembeli

    • calendar_month Senin, 8 Sep 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 202
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Harga sejumlah komoditas pangan di Pasar Sayur Magetan, Jawa Timur, dalam sepekan terakhir mulai merangkak naik. Harga cabai keriting, cabai rawit, dan cabai merah besar nyaris seragam, berada di kisaran Rp40–45 ribu per kilogram. Padahal, sebelumnya masih di level Rp30–35 ribu per kilogram. “Sekarang cabai semua rata-rata Rp40 sampai Rp45 ribu […]

    Bagikan
  • Forkopimda Magetan Gelar Patroli Natal, Pastikan Ibadah Berjalan Aman dan Khidmat

    Forkopimda Magetan Gelar Patroli Natal, Pastikan Ibadah Berjalan Aman dan Khidmat

    • calendar_month Kamis, 25 Des 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 118
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Perayaan Natal 2025 di Kabupaten Magetan dipastikan berlangsung dalam suasana aman dan kondusif. Jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) turun langsung meninjau sejumlah gereja pada Kamis (25/12/2025). Bupati Mageta, Nanik Endang Rusminiarti memimpin rombongan yang terdiri dari Kapolres Magetan AKBP Raden Erik Bangun Prakasa, Dandim 0804 Magetan, Kajari Magetan, hingga pejabat […]

    Bagikan
  • Kebakaran Hebat di Ngawi, Lansia 86 Tahun Tewas Terjebak Api di Dalam Rumah

    Kebakaran Hebat di Ngawi, Lansia 86 Tahun Tewas Terjebak Api di Dalam Rumah

    • calendar_month Jumat, 12 Jun 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 124
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Kebakaran hebat melanda sebuah rumah di Desa Jambangan, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Kamis (11/6/2026) petang. Peristiwa tragis tersebut mengakibatkan seorang penghuni rumah Siryono (86), meninggal dunia setelah terjebak di dalam bangunan yang terbakar. Berdasarkan rekaman video warga yang beredar, kobaran api terlihat dengan cepat membesar dan melahap seluruh bagian […]

    Bagikan
  • Nguri-Uri Budaya Jawa, Pemerintah Kota Madiun Gelar Lomba Tata Rias Pengantin Adat Jawa 2026

    Nguri-Uri Budaya Jawa, Pemerintah Kota Madiun Gelar Lomba Tata Rias Pengantin Adat Jawa 2026

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 180
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Keseriusan, ketelitian dan kesibukan para perias memenuhi ruangan sejak pagi. Di balik sentuhan kuas dan ketelitian membentuk paes, tersimpan semangat besar untuk menjaga warisan budaya Jawa agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman. Sebanyak 18 peserta dari berbagai salon dan makeup artist (MUA) di Kota Madiun ambil bagian dalam Lomba […]

    Bagikan
expand_less