Pupuk Indonesia Uji Coba Fitur Baru i-Pubers, Permudah Distribusi Pupuk Subsidi
- account_circle Tova Pradana
- calendar_month Rabu, 11 Jun 2025
- visibility 31
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Jakarta – PT Pupuk Indonesia (Persero) terus berupaya mempercepat dan memperkuat distribusi pupuk subsidi melalui pemanfaatan teknologi. Terbaru, perusahaan meluncurkan uji coba fitur baru di aplikasi i-Pubers yang memungkinkan kios pengecer memesan pupuk langsung ke distributor.
“Fitur ini kami rancang untuk mempercepat proses distribusi, meningkatkan efisiensi, serta memperkuat sistem yang terintegrasi dan akuntabel,” kata Direktur Transformasi Bisnis Pupuk Indonesia, Panji Winanteya Ruky, di Jakarta, Selasa (10/06/2025).
Menurut Panji, uji coba fitur terbaru tersebut telah dilakukan di dua wilayah, yakni Kabupaten Madiun, Jawa Timur dan Kabupaten Lampung Tengah, Lampung. Langkah ini, ujar dia, merupakan bagian dari komitmen bersama antara Kementerian Pertanian dan Pupuk Indonesia dalam menciptakan sistem penyaluran pupuk subsidi yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.
“Pemerintah mendorong sistem informasi pupuk subsidi yang terintegrasi. Data yang dihimpun akan menjadi dasar dalam pendataan petani, pengalokasian pupuk, penagihan, hingga evaluasi distribusi,” jelas Panji.
i-Pubers merupakan aplikasi hasil kolaborasi Kementerian Pertanian dan Pupuk Indonesia yang dirancang untuk memudahkan petani menebus pupuk subsidi di kios resmi. Sejak resmi dioperasikan secara nasional pada 2024, petani yang telah terdaftar dalam sistem e-RDKK cukup menunjukkan KTP untuk melakukan penebusan.
Hingga 9 Juni 2025, Pupuk Indonesia mencatat telah menyalurkan 3,24 juta ton pupuk subsidi. Jumlah itu terdiri dari 1,55 juta ton pupuk Urea, 1,57 juta ton pupuk NPK, 25.500 ton pupuk NPK formula khusus, dan 98.600 ton pupuk organik.
Adapun stok nasional pupuk saat ini mencapai 2 juta ton. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1,37 juta ton merupakan pupuk subsidi dan sisanya 680.800 ton adalah pupuk non-subsidi.
Tova Pradana – Sinergia
- Penulis: Tova Pradana


