Ratusan Guru dan Kepala SD di Kabupaten Madiun Ikuti Bimtek, Penguatan Kokurikuler Jadi Fokus Pembelajaran
- account_circle Tova Pradana
- calendar_month 17 jam yang lalu
- visibility 59
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Madiun — Pemerintah Kabupaten Madiun mendorong penguatan kegiatan kokurikuler di sekolah dasar sebagai bagian dari upaya membangun karakter sekaligus kompetensi peserta didik. Upaya tersebut dilakukan melalui bimbingan teknis (Bimtek) yang diikuti ribuan guru dan kepala sekolah dasar.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Madiun, Agus Sucipto, menjelaskan bahwa pembentukan karakter siswa tidak hanya bergantung pada pembelajaran di kelas. Pendidikan, menurutnya, bertumpu pada tiga pilar utama, yakni kegiatan intrakurikuler, ekstrakurikuler, dan kokurikuler.
“Intrakurikuler membentuk kecerdasan akademik, sementara penguatan bakat dan minat dapat dikembangkan melalui kegiatan ekstra dan kokurikuler,” kata Agus, Jumat (13/2/2026).
Ia menuturkan, kegiatan kokurikuler memiliki peran strategis karena menjadi penghubung antara teori pembelajaran dengan praktik di kehidupan nyata. Kegiatan ini bersifat wajib dan terstruktur, serta dirancang untuk memperdalam maupun memperkaya materi yang telah diterima siswa dalam pembelajaran intrakurikuler.
“Dari pendekatan ini, sekolah diharapkan mampu membantu siswa mengenali minat, bakat, serta kompetensi yang dapat menjadi bekal dalam menentukan pilihan di masa depan,” imbuhnya.
Salah satu materi kokurikuler yang menjadi perhatian di tingkat sekolah dasar adalah pengenalan Kampung Pesilat Indonesia sebagai ikon daerah. Program ini sejalan dengan kebijakan pemerintah daerah yang mendorong perubahan paradigma pencak silat, dari yang sebelumnya kerap dipersepsikan negatif menjadi bagian dari identitas budaya sekaligus potensi wisata daerah.
“Kita serahkan ke sekolah untuk pengemasan kegiatan kokurikuler ini. Namun tetap harus menghadirkan pembelajaran yang kontekstual dan bermakna bagi siswa,” jelas Agus.
Untuk mendukung implementasi tersebut, Disdikbud bersama Kelompok Kerja Kepala Sekolah Kabupaten Madiun menyelenggarakan bimtek penyusunan bahan ajar kokurikuler. Kegiatan ini berlangsung selama empat hari dan diikuti sekitar 2.700 guru serta kepala sekolah dasar di Kabupaten Madiun.
Ketua K3S SD Kabupaten Madiun, Suroso, mengatakan bimtek tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas guru dalam merancang materi dan aktivitas kokurikuler yang sesuai dengan karakteristik sekolah masing-masing.
Melalui penguatan ini, pemerintah daerah menargetkan kegiatan kokurikuler tidak sekadar menjadi pelengkap pembelajaran, melainkan bagian integral yang mampu memperkuat pengalaman belajar sekaligus membentuk karakter peserta didik secara berkelanjutan.(Tova).
- Penulis: Tova Pradana
- Editor: Kris


