Ratusan Siswa TK Geruduk Kantor Damkar Ponorogo, Bukan Unjuk Rasa Tetapi Belajar Mitigasi Kebakaran
- account_circle Ega Patria
- calendar_month Senin, 15 Des 2025
- visibility 20
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ponorogo – Ratusan siswa taman kanak-kanak mengunjungi Kantor Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Senin (15/12). Kegiatan ini menjadi sarana edukasi bagi anak-anak untuk mengenal profesi pemadam kebakaran sekaligus memahami bahaya kebakaran sejak usia dini.
Sedikitnya 118 siswa TK RA Muslimat NU Setono, Kecamatan Jenangan, mengikuti kegiatan kunjungan edukatif tersebut. Anak-anak tampak antusias saat diperkenalkan berbagai peralatan pemadam kebakaran, mulai dari alat pemadam api ringan (APAR), perlengkapan penyelamatan, hingga alat khusus untuk evakuasi ular dan sarang tawon.
Tak hanya pengenalan alat, petugas Damkar juga memberikan edukasi sederhana terkait cara mengatasi kebakaran. Anak-anak diajarkan langkah dasar memadamkan api, seperti menangani kebocoran tabung gas hingga pemadaman api menggunakan cara sederhana dengan kain basah.
Kegiatan semakin menarik ketika para siswa diajak mempraktikkan langsung pemadaman api menggunakan selang dari mobil pemadam kebakaran. Momen ini menjadi pengalaman pertama yang menyenangkan bagi sebagian besar siswa.
Salah satu siswa, Roby Zidni, mengaku senang bisa ikut memadamkan api. “Senang, paling senang pas nyemprot api. Main air,” ujarnya polos.
Kepala TK RA Muslimat NU Setono, Hindun Komariah, mengatakan kunjungan ini merupakan bagian dari pembelajaran bertema profesi. Menurutnya, pemadam kebakaran dipilih karena memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat.
“Kami ingin mengenalkan kepada anak-anak apa itu damkar, peralatannya, dan bagaimana cara menghadapi situasi berbahaya agar anak-anak lebih berhati-hati,” jelas Hindun.
Sementara itu, petugas Damkar Ponorogo, Surya Negara, menyebut kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman mitigasi bencana secara sederhana, tidak hanya kepada anak-anak, tetapi juga guru dan wali murid.
“Kami menyampaikan tugas-tugas damkar, sekaligus praktik memadamkan api menggunakan air, APAR, karung, hingga simulasi kebocoran gas agar mereka tahu bagaimana mitigasi kebakaran,” katanya.
Selain edukasi, anak-anak juga diajak bermain air bersama petugas Damkar sebagai penutup kegiatan. Damkar Ponorogo berharap edukasi sejak dini ini dapat menumbuhkan kesadaran anak-anak tentang bahaya kebakaran, terutama yang disebabkan oleh kelalaian manusia. (ega)
- Penulis: Ega Patria


