Berita Terkini
Trending Tags

Rayakan HUT ke-530 Ponorogo, Puluhan Mahasiswa Beri Bingkisan Simbolis ke Kejaksaan

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month Kamis, 13 Agt 2026
  • visibility 143
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Mahasiswa serahkan bingkisan simbolis ke Kejari. Foto : Ega-Sinergia

Sinergia | Ponorogo – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Ponorogo mendatangi Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Ponorogo, Kamis (13/8/2026). Mereka membawa sejumlah bingkisan simbolis sebagai bentuk apresiasi sekaligus dukungan terhadap Kejari Ponorogo dalam mengusut dugaan korupsi tunjangan perumahan DPRD Ponorogo.

Aksi tersebut digelar dalam momentum peringatan Hari Jadi ke-530 Kabupaten Ponorogo yang diperingati pada 11 Agustus 2026. Selain memberikan dukungan, mahasiswa menyampaikan sejumlah tuntutan agar penanganan perkara dugaan korupsi tunjangan perumahan DPRD Ponorogo dilakukan secara transparan dan tidak tebang pilih.

Ketua PC PMII Ponorogo, Ulil Arzaq Ahmadi, mengatakan bingkisan yang diberikan kepada kejaksaan memiliki makna simbolis. Empat barang yang dibawa mahasiswa yakni cotton bud, obat tetes mata, cairan pembersih, dan obat luka.

Cotton bud, kata Ulil, menjadi simbol agar aparat penegak hukum terus mendengar suara dan aspirasi masyarakat. “Cotton bud untuk membersihkan telinga agar suara-suara rakyat bisa terus didengar,” ujarnya.

Sementara obat tetes mata dimaknai sebagai simbol agar kejaksaan dapat melihat seluruh persoalan secara jernih. Cairan pembersih menjadi simbol untuk membersihkan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).

Sedangkan obat luka merupakan simbol untuk mengobati kekecewaan masyarakat akibat berbagai persoalan yang terjadi di Ponorogo.

Dalam aksinya, PMII Ponorogo menyampaikan sejumlah tuntutan. Pertama, mahasiswa meminta kejaksaan mengusut tuntas dugaan penyimpangan tunjangan perumahan DPRD Ponorogo Tahun Anggaran 2023-2026 serta menelusuri seluruh pihak yang terlibat berdasarkan alat bukti tanpa tebang pilih.

Kedua, mereka meminta penelusuran aliran dana dan penghitungan kerugian negara dituntaskan secara final, transparan, dan akuntabel.

Ketiga, PMII mendesak adanya transparansi dalam proses penetapan tunjangan perumahan, mulai dari kajian Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP), dasar dan proses perubahan nilai kajian, penganggaran, realisasi pembayaran, penerima tunjangan, hingga proses pembentukan dan pengesahan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 111 Tahun 2022.

Keempat, mahasiswa meminta adanya evaluasi dan perbaikan tata kelola tunjangan perumahan berdasarkan hasil penyidikan. Penetapan besaran tunjangan dinilai harus mengacu pada prinsip kepatutan, kewajaran, rasionalitas, serta ketentuan peraturan perundang-undangan.

Ulil berharap Kejari Ponorogo tidak berhenti pada dua tersangka yang telah ditetapkan dalam perkara tersebut. Menurutnya, seluruh pihak yang terlibat dalam penyusunan hingga pengesahan aturan tunjangan perumahan perlu diperiksa secara menyeluruh.

“Harapan kami seluruh pimpinan saat itu diperiksa dan bertanggung jawab. Karena yang mengatur landasan hukum dan melegalkan aturan tunjangan perumahan itu dilakukan secara kolektif kolegial,” tegasnya.

PMII Ponorogo, lanjut Ulil, akan terus mengawal proses hukum perkara tersebut. Mereka bahkan siap kembali melakukan aksi dengan jumlah massa yang lebih besar apabila menemukan indikasi penanganan perkara tidak berjalan sebagaimana mestinya.

“Kalau kejaksaan masuk angin dalam penanganan kasus ini, kami akan kembali dan menyuarakan dengan massa yang berlipat-lipat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Intelijen Kejari Ponorogo, I Komang Ugra Jagiwirata, mengapresiasi dukungan dan aspirasi yang disampaikan mahasiswa.

Dia memastikan aspirasi masyarakat, termasuk tuntutan terkait transparansi proses penghitungan nilai oleh KJPP dan perbaikan tata kelola tunjangan perumahan, akan menjadi perhatian Kejari Ponorogo dalam penanganan perkara sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“Kami juga ingin bersama masyarakat untuk memberikan pertanggungjawaban. Apalagi tuntutan dari masyarakat, kami akan laksanakan. Semoga ini menjadi amanah untuk masyarakat,” kata Ugra. (Ega)

Bagikan
  • Penulis: Ega Patria
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perubahan APBD 2025 Disetujui, DPRD Tekankan Peningkatan Layanan Publik dan PAD

    Perubahan APBD 2025 Disetujui, DPRD Tekankan Peningkatan Layanan Publik dan PAD

    • calendar_month Kamis, 7 Agt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 193
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Madiun menggelar rapat paripurna untuk menyepakati bersama Bupati Madiun terkait Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025. Agenda yang berlangsung di ruang sidang utama DPRD Kabupaten Madiun tersebut turut dihadiri oleh Bupati Hari Wuryanto, Wakil Bupati, […]

    Bagikan
  • 24 Jemaah Haji Ponorogo Batal Berangkat, Kuota Dikembalikan ke Kemenag Jatim

    24 Jemaah Haji Ponorogo Batal Berangkat, Kuota Dikembalikan ke Kemenag Jatim

    • calendar_month Kamis, 30 Jan 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 145
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Sejumlah jemaah haji asal Ponorogo dipastikan batal berangkat ke Tanah Suci tahun ini. Dari total kuota 519 jemaah Kabupaten Ponorogo, sedikitnya 24 orang mengundurkan diri karena berbagai alasan. “Sudah ada 24 jemaah yang dipastikan tidak berangkat tahun ini,” kata Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU) Kemenag Ponorogo, Marjuni, Kamis (30/01/2025). […]

    Bagikan
  • Jadi Plt Wali Kota, Ini Arahan Bagus Panuntun kepada ASN Pemkot Madiun

    Jadi Plt Wali Kota, Ini Arahan Bagus Panuntun kepada ASN Pemkot Madiun

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 525
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Kinerja Pemerintahan Kota Madiun tengah disorot setelah operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Wali Kota Madiun nonaktif, Maidi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Minggu (19/01/2026) lalu. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa telah menunjuk Wakil Wali Kota Madiun, F Bagus Panuntun sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun. Bagus menegaskan […]

    Bagikan
  • 339 Calon Jemaah Haji Magetan Diberangkatkan, Suasana Haru Iringi Keberangkatan

    339 Calon Jemaah Haji Magetan Diberangkatkan, Suasana Haru Iringi Keberangkatan

    • calendar_month Jumat, 16 Mei 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 128
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan — Sebanyak 339 calon jemaah haji (CJH) asal Kabupaten Magetan, Jawa Timur, yang tergabung dalam Kloter 51, resmi diberangkatkan pada Jumat pagi (16/05/2025). Prosesi pelepasan berlangsung di Pendopo Surya Graha dan dipimpin langsung oleh Penjabat (Pj) Bupati Magetan, Nizhamul, serta disaksikan jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Suasana haru menyelimuti pemberangkatan […]

    Bagikan
  • Mengenal Joko Susilo , Salah Satu Petugas Transportasi di Balik Kelancaran Ibadah Haji 2025

    Mengenal Joko Susilo , Salah Satu Petugas Transportasi di Balik Kelancaran Ibadah Haji 2025

    • calendar_month Selasa, 3 Jun 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 167
    • 0Komentar

    Sinergia | Madinah – Di tengah lautan manusia yang beribadah dengan khusyuk di Masjid Nabawi dan Masjidil Haram selama musim haji 2025, ada sosok-sosok yang nyaris tak terlihat namun berperan besar dalam menjaga kelancaran setiap langkah para tamu Allah. Mereka adalah petugas transportasi, yang dengan sabar dan tulus melayani para jamaah haji dari berbagai penjuru […]

    Bagikan
  • Kasus Dugaan Pemerasan Libatkan Oknum Wartawan, Polisi : Masih Didalami

    Kasus Dugaan Pemerasan Libatkan Oknum Wartawan, Polisi : Masih Didalami

    • calendar_month Selasa, 10 Jun 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 179
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Satreskrim Polres Madiun Kota tengah mengusut kasus dugaan pemerasan terhadap salah satu anggota Satpol PP Kota Madiun. Kasus itu diduga dilakukan oleh sejumlah oknum wartawan. Berdasarkan informasi yang dihimpun, empat dari lima orang terduga pelaku telah berhasil diamankan oleh penyidik. Mereka yang ditangkap diantaranya Adi Prayitno, Rifai, Seno, dan Samboro. […]

    Bagikan
expand_less