
Sinergia | Kota Madiun – Bulog Cabang Madiun mencatatkan realisasi beras program Stabilitas Pasokan dan Harga Pokok (SPHP) tahun 2025 ini sebanyak 8.400 ton. Tahun ini, Bulog Madiun ditargetkan realisasi serapan beras SPHP sekitar 10.000 ton.
“Realisasi SPHP di Bulog Madiun sekitar 8.400 ton, dari target 10.000 ton. Jadi ya sudah mencapai 80 persen. Memang agak terseok-seok, tetapi kita sudah berusaha untuk realisasinya,” terang Agung Sarianto, Kepala Bulog Cabang Madiun.
Rincian realisasi, di wilayah Kota Madiun 3.431 ton, Kabupaten Madiun 1.822 ton dan Kabupaten Ngawi 3.161 ton. Bulog Madiun terus mengoptimalkan terlebih pada momen Natal dan Tahun Baru (Nataru).
“2 bulan terakhir ini, November dan Desember permintaan beras SPHP naik signifikan. Pernah bisa sampai 200 ton per hari. Jadi ini bisa mendongkrak realisasi beras SPHP tahun ini,” ujarnya.
Bulog Madiun juga terus memantau stok dan harga beras SPHP di tingkat pasar. Sejauh ini, meski permintaan tinggi namun harga beras SPHP tetap dibawah harga eceran tertinggi (HET). Termasuk harga beras medium ataupun premium yang lain stoknya mencukupi.
“Tadi pantauan kami bersama Dinas Perdagangan Kota Madiun harga beras dibawah HET. Stok SPHP di tingkat pedagang juga masih tersedia. Kalau habis bisa segera hubungi kami untuk pengambilan stok lagi,” imbuh Agung.
Harga beras SPHP saat ini di angka Rp. 12.000 per kilogram atau Rp. 60.000 per 5 kilogram. Monitoring ke sejumlah pasar tradisional ini guna memastikan ketersedian stok dan harga yang terjangkau bagi masyarakat.
“Masyarakat tidak perlu khawatir. Stok beras mencukupi hingga tahun depan. Jadi jangan sampai panic buying,” tandasnya.(Kris).