
Sinergia | Ponorogo – Upaya mengantisipasi potensi bencana akibat aktivitas pertambangan dilakukan oleh aktivis lingkungan bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo serta warga Desa Plalangan, Kecamatan Jenangan. Kegiatan tersebut diwujudkan melalui aksi reklamasi di sempadan sungai dengan penanaman ratusan bibit pohon, Kamis (18/12/2025).
Penanaman pohon ini bertujuan memperkuat struktur tanah serta menekan risiko longsor dan banjir, khususnya di wilayah yang terdampak aktivitas pertambangan. Sebanyak 500 bibit pohon, terdiri dari tanaman keras dan pohon buah, ditanam di sepanjang sempadan sungai yang sebelumnya merupakan area bekas tambang.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Ponorogo, Lisdyarita, turut hadir dan terlibat langsung dalam kegiatan reklamasi tersebut. Meski lokasi berada cukup jauh dari pusat kota, Bunda Lisdyarita, sapaan akrabnya, tetap menyusuri medan dengan berjalan kaki sejauh kurang lebih 100 meter dari jalan utama yang memiliki kontur naik turun.
Di lokasi reklamasi, ratusan warga tampak bergotong royong bersama aparat kepolisian dan TNI. Sejumlah awak media juga turut meliput jalannya kegiatan tersebut. “Ini merupakan langkah antisipasi agar tidak terjadi bencana banjir dan longsor di wilayah yang terdampak tambang maupun daerah lainnya di Kabupaten Ponorogo,” ujar Bunda Lisdyarita di sela kegiatan.
Menurutnya, reklamasi di sempadan sungai memiliki manfaat besar, baik dari sisi lingkungan maupun ekonomi masyarakat. Selain menanam pohon keras untuk menjaga kestabilan tanah, Pemkab juga menanam pohon buah yang hasilnya kelak dapat dinikmati warga. “Kalau pohon buah, saat panen nanti bisa dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Koordinator Daerah Mataraman, Ahmad Subkhi, mengatakan penanaman sengaja difokuskan di sempadan sungai karena kawasan tersebut merupakan area yang paling rentan dan terdampak aktivitas tambang.
“Tujuannya agar kawasan ini kembali aman. Jangan sampai bencana seperti yang terjadi di Sumatera terjadi di sini. Ini juga menjadi pengingat agar tidak ada aktivitas penambangan yang dilakukan secara sembarangan,” tegas kontributor MNC TV tersebut.(ega).