Stabilitas Harga Minyak Goreng, Bulog Madiun Mulai Distribusikan Minyakita
- account_circle Kriswanto
- calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
- visibility 13
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kota Madiun – Perum Bulog Madiun kini tidak hanya fokus pada distribusi beras. Namun, mulai Januari 2026 ini, Bulog juga mendapatkan tugas untuk mendistribusikan Minyakita dari produsen ke pengecer. Ini bagian langkah pemerintah dalam menjaga stabilitas harga minyak goreng bagi masyarakat.
Agung Sarianto, Pemimpin Cabang Perum Bulog Madiun mengatakan skema distribusi Minyakita ini agar lebih terkontrol. Pihaknya telah mendistribusikan 12.000 liter Minyakita untuk pedagang pasar maupun pengecer lainnya.
“Untuk di Kota Madiun saja itu ada 7.000 liter Minyakita yang sudah didistribusikan. Untuk di gudang Kantor Cabang Madiun ini stoknya ada 482.000 liter. Kita sudah mulai menyalurkan dan menyuplai pasar-pasar, termasuk pengecer-pengecer yang ada di luar pasar,” ujar Agung usai peninjauan di Pasar Sleko pada Sabtu (24/01/2026).
Lebih lanjut, untuk Harga Eceran Tertinggi (HET) Minyakita sebesar RP. 15.700 per liter. Untuk penyaluran Minyakita diprioritaskan kepada pedagang di pasar-pasar tradisional yang sudah terdata oleh dinas terkait. Namun, untuk pengecer dapat melakukan pengajukan dengan memenuhi persyaratan yang telah ditentukan.
“Eceran tertingginya Rp. 15.700 per liter. Nah, para pedagang ini mendapatkan harga dari kami itu Rp. 14.500 per liter. Sampai hari ini sudah tersalurkan di seluruh wilayah Cabang Madiun itu sebanyak 12.000 liter. Langkah ini untuk menjaga stabilitas distribusi dan harga minyak goreng,” terangnya.
Selain itu, distribusi Minyakita melalui Bulog ini juga untuk menjaga stok cukup menjelang bulan Ramadhan nanti. Hal itu guna menjaga inflasi di Kota Madiun dan sekitarnya. “Sesuai arahan Kementerian Perdagangan itu memastikan stok ini harus cukup sampai dengan Ramadhan nanti. Jangan sampai ada gejolak harga tinggi dan meningkat agar inflasinya bisa kita jaga, salah satunya dari sisi minyak goreng,” tutur Agung.
Langkah Bulog ini pun mendapat dukungan dari para pedagang Pasar Sleko Kota Madiun. Salah satunya, Hikmatun mengaku jika dengan harga yang terjangkau tersebut banyak masyarakat yang membeli. Rata-rata per hari bisa menghabiskan sekitar 3 dus Minyakita, yang masing-masing berisi 12 pack.
“Alhamdulillah, kalau harganya terjangkau ramai mas. Kalau harganya seperti sebelumnya yang dapat dari luar kan jualnya sampai Rp. 18.000 per liter. Ini sudah dapat dari Bulog ini ya pembeli jadi ramai, sangat terbantu banget ini,” katanya.
Bulog Madiun akan terus melakukan pemantauan terhadap distribusi Minyakita. Hal itu untuk menghindari penimbunan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab.(Kris).
- Penulis: Kriswanto

