Tebing 10 Meter Longsor di Lereng Gunung Wilis, Tembok Rumah Warga Madiun Roboh
- account_circle Tova Pradana
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 17
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Madiun – Bencana tanah longsor terjadi di lereng Gunung Wilis, tepatnya di Desa Padas, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Sabtu malam (28/3/2026). Longsor dari tebing setinggi sekitar 10 meter menimpa bagian rumah warga hingga menyebabkan kerusakan pada bangunan.
Material tanah dan batu menghantam tembok rumah milik Murtini, warga Dusun Sempu, Desa Padas. Akibatnya, dinding rumah roboh setelah tertimpa longsoran dari tebing di belakang rumah.
Selain merusak bangunan, longsor juga memutus akses jalan lingkungan yang biasa dilalui kendaraan roda empat. Warga setempat terpaksa menggunakan jalur alternatif untuk sementara waktu.
Petugas gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, dan Polri mendatangi lokasi pada Minggu pagi (29/3/2026) untuk melakukan peninjauan sekaligus membantu warga membersihkan material longsor.

Proses pembersihan dilakukan secara manual dengan melibatkan masyarakat sekitar.
Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Madiun, Boby Saktia Putra Lubis, menjelaskan bahwa longsor dipicu oleh curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut selama beberapa hari terakhir.
“Wilayah Dagangan memang memiliki sejumlah titik rawan longsor saat musim hujan. Kondisi tanah yang gembur membuat lereng mudah tergerus ketika diguyur hujan deras,” ujarnya, Minggu (29/3/2026).
BPBD mengimbau warga yang tinggal di sekitar lereng dan tebing untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat intensitas hujan tinggi. Masyarakat diminta segera melapor jika melihat retakan tanah atau tanda-tanda pergerakan tanah guna menghindari risiko longsor susulan. (Tov)
- Penulis: Tova Pradana






