Berita Terkini
Trending Tags

Belasan Siswi Tumbang Saat Upacara Hardiknas di Madiun, Diduga Akibat Dehidrasi

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month Jumat, 2 Mei 2025
  • visibility 57
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
belasan siswi tumbang akibat kelelahan dan cuaca panas dalam upacara hardiknas di alun- alun kab. madiun
Foto : Tova Pradana – Sinergia

Sinergia | Kab. Madiun — Upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang digelar di Alun-Alun Caruban, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Jumat (2/5/2025), diwarnai insiden belasan siswi tumbang akibat kelelahan dan cuaca panas.

Sebanyak 12 pelajar tingkat SMP dan SMA yang mengikuti upacara tersebut terlihat lemas, bahkan beberapa di antaranya mengalami kram dan pusing saat prosesi berlangsung. Tim medis dari Public Safety Center (PSC) 119 Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun langsung memberikan penanganan di lokasi.

“Sudah sarapan tadi pagi, tapi cuacanya panas sekali. Jadi pusing, lemas, dan kaki saya kram,” ujar Nora Lovita, salah satu siswi SMP yang mendapat perawatan di tenda medis.

Image Not Found
Sejumlah sisawa harus dipapah ke tenda dan salah satu siswa harus dibantu dengan OXYCAN,
Fotot : Tova Pradana – Sinergia

Petugas PSC 119, Bagus Yoshef, mengungkapkan bahwa kondisi para pelajar diduga melemah akibat dehidrasi karena paparan suhu tinggi selama upacara. Penanganan cepat dilakukan agar kondisi para siswa tidak memburuk.

“Kami berikan penanganan awal berupa terapi oksigen agar kondisi tubuh mereka cepat stabil kembali,” jelas Bagus.

Setelah mendapat perawatan dan kondisi membaik, para siswi diperbolehkan kembali bergabung dengan peserta upacara lainnya.

Upacara peringatan Hardiknas tahun ini dipimpin langsung oleh Bupati Madiun Hari Wuryanto dan diikuti oleh ratusan peserta, termasuk siswa SMP dan SMA, mahasiswa, tenaga pendidik, serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Peringatan tahun ini mengusung tema “Partisipasi Semesta Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua.”

Tova Pradana – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kecelakaan Maut di Ngawi: Bus Hantam Pikap, Satu Tewas, Sopir Bus Kabur!

    Kecelakaan Maut di Ngawi: Bus Hantam Pikap, Satu Tewas, Sopir Bus Kabur!

    • calendar_month Minggu, 5 Jan 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 53
    • 0Komentar

    KAB. NGAWI – Sebuah kecelakaan maut terjadi di Jalan Raya Ngawi-Solo, Desa Jenggrik, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, Minggu (5/1/2025) pagi. Bus PT Madjoe Muda Mandiri jurusan Jakarta-Ponorogo menabrak mobil pikap bermuatan burung. Akibat kecelakaan ini, pengemudi pikap tewas di tempat, sementara dua penumpangnya mengalami luka-luka. Pengemudi pikap, Supii (52), warga Jaten, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, […]

    Bagikan
  • Waspada Beli Alat Bantu Dengar Tanpa Konsultasi, Pakar: Bukan Barang Umum, Harus Disesuaikan

    Waspada Beli Alat Bantu Dengar Tanpa Konsultasi, Pakar: Bukan Barang Umum, Harus Disesuaikan

    • calendar_month Senin, 21 Jul 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 94
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Tren masyarakat membeli alat bantu dengar secara daring semakin marak. Banyak yang berharap solusi instan untuk gangguan pendengaran dengan membeli alat tersebut melalui marketplace, bahkan dengan harga tinggi. Namun di balik kemudahan itu, ada risiko besar jika dilakukan tanpa konsultasi tenaga medis. Hal ini ditegaskan oleh dr. Rosa Falerina, Sp.THT-BKL […]

    Bagikan
  • Petani Bungkal Terima Bantuan Mesin Pemanen Padi

    Petani Bungkal Terima Bantuan Mesin Pemanen Padi

    • calendar_month Minggu, 2 Mar 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 38
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Para petani di Desa Bediwetan, Kecamatan Bungkal, semringah. Sebanyak 80 unit mesin pemanen padi (paddy reaper) disalurkan Yayasan STAPA Center untuk 80 kelompok tani setempat, Sabtu (2/3). Bantuan tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional. Direktur Yayasan STAPA Center, Agus Rohmatulloh, mengatakan distribusi mesin pemanen […]

    Bagikan
  • Kasus Suspek Campak di Magetan Capai 10 Orang, Dinkes Perketat Pemantauan

    Kasus Suspek Campak di Magetan Capai 10 Orang, Dinkes Perketat Pemantauan

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 91
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Dinas Kesehatan Kabupaten Magetan meningkatkan kewaspadaan setelah mendapati 10 warga berstatus suspek campak di awal tahun 2026. Mereka tersebar di delapan kecamatan dan kini berada dalam pemantauan intensif fasilitas kesehatan setempat. Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Magetan, Suwantyo, menyebut temuan tersebut tercatat hingga pekan ke-9 tahun ini. Ia menegaskan […]

    Bagikan
  • Bupati Nonaktif Sugiri Sancoko Digugat Mantan Kepala DLH, Tuntut Ganti Rugi Rp. 1 Miliar

    Bupati Nonaktif Sugiri Sancoko Digugat Mantan Kepala DLH, Tuntut Ganti Rugi Rp. 1 Miliar

    • calendar_month Rabu, 19 Nov 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 101
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Bupati Ponorogo non aktif Sugiri Sancoko digugat seorang aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ponorogo. Gugatan tersebut diajukan Gulang Winarno, mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang menilai keputusan Bupati menjatuhkan sanksi pembebasan jabatan selama 12 bulan tidak memiliki dasar hukum yang kuat dan cacat prosedur. Sidang kedua perkara […]

    Bagikan
  • Bekas Galian C Memakan Korban, Pemdes Tulung Pasangi Papan Peringatan

    Bekas Galian C Memakan Korban, Pemdes Tulung Pasangi Papan Peringatan

    • calendar_month Rabu, 30 Apr 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 54
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Insiden tenggelamnya seorang bocah laki-laki berinisial RYA (11) di kubangan air bekas tambang galian C yang berada di Dusun Purworejo, Desa Tulung, Kecamatan Saradan mendapat atensi dari pemerintah. Setelah lokasi tersebut menelan korban jiwa, Pemerintah Desa Tulung berencana memasang pagar pembatas keliling, serta memasang papan peringatan.  Hal itu dilakukan agar […]

    Bagikan
expand_less