Berita Terkini
Trending Tags

Revitalisasi Pasar Sayur Dimatangkan, Ada Miskomunikasi soal Relokasi

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
  • visibility 177
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Disperindag Kabupaten Magetan menggelar pertemuan dengan Paguyuban Pedagang Mandiri Pasar Sayur. Foto : Kusnanto-Sinergia

Sinergia | Magetan – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Magetan menggelar pertemuan dengan Paguyuban Pedagang Mandiri Pasar Sayur, Selasa (10/2/2026). Forum dialog tersebut menjadi ruang bagi pemerintah dan pedagang untuk menyamakan persepsi soal rencana penataan dan pembangunan Pasar Sayur Magetan.

Sekretaris Disperindag Magetan, Kiki Indriyani, menyebut audiensi itu penting untuk memastikan seluruh data pedagang dari berbagai paguyuban yang beraktivitas di area pasar dapat diselaraskan. Ia mengaku baru mengetahui bahwa Paguyuban Pedagang Mandiri Pasar Sayur sudah mengantongi legalitas resmi.

“Dari pertemuan ini kami mendapatkan informasi baru bahwa Paguyuban Pedagang Mandiri ternyata telah memiliki akta notaris dan beroperasi sebagai paguyuban resmi di area tengah pelataran pasar,” tutur Kiki.

Ia menjelaskan, keberadaan beberapa paguyuban di Pasar Sayur, yang masing-masing menaungi pedagang di zona berbeda, perlu dicairkan menjadi satu alur komunikasi agar pembangunan tidak menimbulkan kesalahpahaman.

“Kami ingin seluruh paguyuban, baik yang berada di sisi timur maupun tengah, bisa bergerak selaras. Jika data pedagang sudah tersusun dengan benar, maka pembangunan pun dapat mengikuti kebutuhan mereka,” jelasnya.

Image Not Found
Kawasan Pasar Sayur Magetan. Foto : Kusnanto-Sinergia

Kiki menegaskan bahwa pembangunan Pasar Sayur masih memasuki tahapan penyusunan persyaratan, termasuk verifikasi pedagang yang nantinya akan menempati area setelah revitalisasi.

“Dengan adanya audiensi ini, kami jadi lebih memahami kondisi di lapangan. Seluruh data yang masuk akan kami cocokkan dengan rencana pembangunan agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari,” ungkapnya.

Terkait wacana relokasi pedagang yang sempat berkembang, Kiki meluruskan bahwa pemindahan pedagang selama ini dilakukan bertahap dan baru menyasar pedagang di area timur pasar.

“Relokasi kemarin sebenarnya baru tahap awal dan hanya untuk pedagang sisi timur. Paguyuban di area lain memang belum termasuk dalam tahap tersebut, tetapi tetap akan kami koordinasikan sesuai perencanaan,” terangnya.

Ia juga menambahkan bahwa wacana pemindahan pedagang secara total belum memungkinkan karena keterbatasan lahan. Disperindag pun akan kembali menggelar audiensi yang melibatkan seluruh paguyuban setelah Lebaran.

“Kami masih punya rentang waktu sekitar satu bulan pasca-Lebaran. Rencananya akan ada audiensi lanjutan untuk menyatukan persepsi dan mencari keputusan terbaik,” imbuhnya.

Sementara itu, perwakilan Paguyuban Pedagang Mandiri Pasar Sayur, Afandi, menjelaskan bahwa audiensi tersebut bukan bentuk keberatan atau tuntutan, melainkan keinginan untuk memastikan komunikasi antara pedagang dan Disperindag tetap terbuka.

“Kami hadir bukan untuk menekan, tetapi untuk menyampaikan masukan dan menjalin komunikasi yang baik. Paguyuban kami sudah resmi berbadan hukum, jadi kami ingin turut dilibatkan dalam pembahasan,” ujarnya.

Ia menyampaikan bahwa paguyuban yang berdiri sejak 2013 itu menaungi sekitar 400–500 pedagang aktif, seluruhnya tercatat sebagai anggota.

“Sekitar empat ratus hingga lima ratus pedagang sudah menjadi anggota resmi dan memiliki kartu keanggotaan,” jelasnya.

Afandi berharap proses penataan Pasar Sayur dapat mengakomodasi kepentingan pedagang sehingga berdampak positif pada kondisi usaha mereka.

“Harapan kami, Pasar Sayur bisa tertata lebih baik—bersih, rapi, dan memberikan kenyamanan. Jika pasar berkembang, tentu pedagang juga bisa merasakan peningkatan kesejahteraan. Kami siap mendukung upaya pemerintah,” pungkasnya.(Kusnanto).

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Kris

Rekomendasi Untuk Anda

  • Aksi Nekad Remaja 16 Tahun di Madiun Diduga Akibat Depresi

    Aksi Nekad Remaja 16 Tahun di Madiun Diduga Akibat Depresi

    • calendar_month Sabtu, 20 Des 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 158
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Seorang remaja berinisial ARP (16) ditemukan meninggal dunia dalam kondisi gantung diri di samping kamar kakek buyutnya, di Desa Bodag, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun, Sabtu (20/12) sore.  Belum diketahui pasti penyebab aksi remaja yang masih duduk di bangku SMA tersebut nekat mengakhiri hidupnya. Korban pertama kali ditemukan oleh ibu kandungnya, Endah […]

    Bagikan
  • Gunung Lawu Siap Berstatus Tahura, Langkah Serius Jaga Sumber Air dan Ekosistem Alam

    Gunung Lawu Siap Berstatus Tahura, Langkah Serius Jaga Sumber Air dan Ekosistem Alam

    • calendar_month Sabtu, 20 Des 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 165
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Gunung Lawu segera memasuki babak baru dalam pengelolaan kawasan hutannya. Setelah melalui kajian terpadu oleh tim teknis Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada awal Desember 2025, sekitar 7.341 hektare hutan lindung direkomendasikan untuk dinaikkan statusnya menjadi Taman Hutan Raya (Tahura). Upaya ini dipandang sebagai langkah strategis untuk memperkuat fungsi konservasi […]

    Bagikan
  • Terminal Seloaji Ponorogo Dipadati Penumpang, Berebut Naik Bus Tujuan Surabaya

    Terminal Seloaji Ponorogo Dipadati Penumpang, Berebut Naik Bus Tujuan Surabaya

    • calendar_month Selasa, 24 Mar 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 192
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Arus balik Lebaran 2026 mulai memuncak. Ribuan pemudik terlihat memadati Terminal Seloaji, Kabupaten Ponorogo, Selasa (24/3/2026). Bahkan, sebagian penumpang harus berebut untuk bisa naik ke dalam bus yang tersedia. Pantauan di lokasi menunjukkan mayoritas penumpang memiliki tujuan ke Surabaya untuk kembali bekerja setelah libur panjang IdulFitri. Kepadatan terjadi sejak pagi hingga […]

    Bagikan
  • 3 Wisatawan Asal Ponorogo Tenggelam di Sungai Dung Glondang Pacitan

    3 Wisatawan Asal Ponorogo Tenggelam di Sungai Dung Glondang Pacitan

    • calendar_month Sabtu, 5 Apr 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 58
    • 0Komentar

    Sinergia | Pacitan – Viral di media sosial video evakuasi terhadap 3 wisatawan asal Ponorogo yang tenggelam di Sungai Dung Glondang, masuk Dusun Soge Desa Sidomulyo Kecamatan Ngadirojo Pacitan pada Sabtu (05/04/2025). Peristiwa tersebut menggemparkan warga yang tengah berlibur di sekitarnya. Ketiga korban ditemukan oleh petugas SAR gabungan dibantu warga dan dibawa ke Puskesmas Ngadirojo […]

    Bagikan
  • BPBD Gandeng FPRB Mitigasi Potensi Bencana Kemarau Basah dan Perkuat Sinergi Pentahelix

    BPBD Gandeng FPRB Mitigasi Potensi Bencana Kemarau Basah dan Perkuat Sinergi Pentahelix

    • calendar_month Senin, 26 Mei 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 81
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Madiun menggelar Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) sebagai bagian dari upaya memperkuat mitigasi bencana di wilayah setempat. Kegiatan berlangsung di Gedung Eka Kapti, Kabupaten Madiun, Jumat (23/05/2025). Forum bertema “Penguatan Mitigasi Bencana Untuk Ketangguhan Yang Bersahaja” itu dihadiri oleh berbagai unsur pentahelix, yang meliputi […]

    Bagikan
  • TMMD di Magetan Sukses, Jalan Baru Hingga Sumur Bor Jadi Harapan Baru

    TMMD di Magetan Sukses, Jalan Baru Hingga Sumur Bor Jadi Harapan Baru

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 117
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan –  Seluruh sasaran fisik, nonfisik, serta program unggulan Kasad dalam kegiatan TMMD ke-126 Kodim 0804/Magetan yang dilaksanakan di Desa Kembangan, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Magetan, telah rampung 100 persen dan sesuai target. Keberhasilan pelaksanaan TMMD tersebut mendapat apresiasi dari Irdam V/Brawijaya Brigjen TNI Ramli. Ia menilai, pembangunan infrastruktur seperti pengerasan jalan usaha tani […]

    Bagikan
expand_less