Berita Terkini
Trending Tags

Revitalisasi Pasar Sayur Dimatangkan, Ada Miskomunikasi soal Relokasi

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
  • visibility 302
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Disperindag Kabupaten Magetan menggelar pertemuan dengan Paguyuban Pedagang Mandiri Pasar Sayur. Foto : Kusnanto-Sinergia

Sinergia | Magetan – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Magetan menggelar pertemuan dengan Paguyuban Pedagang Mandiri Pasar Sayur, Selasa (10/2/2026). Forum dialog tersebut menjadi ruang bagi pemerintah dan pedagang untuk menyamakan persepsi soal rencana penataan dan pembangunan Pasar Sayur Magetan.

Sekretaris Disperindag Magetan, Kiki Indriyani, menyebut audiensi itu penting untuk memastikan seluruh data pedagang dari berbagai paguyuban yang beraktivitas di area pasar dapat diselaraskan. Ia mengaku baru mengetahui bahwa Paguyuban Pedagang Mandiri Pasar Sayur sudah mengantongi legalitas resmi.

“Dari pertemuan ini kami mendapatkan informasi baru bahwa Paguyuban Pedagang Mandiri ternyata telah memiliki akta notaris dan beroperasi sebagai paguyuban resmi di area tengah pelataran pasar,” tutur Kiki.

Ia menjelaskan, keberadaan beberapa paguyuban di Pasar Sayur, yang masing-masing menaungi pedagang di zona berbeda, perlu dicairkan menjadi satu alur komunikasi agar pembangunan tidak menimbulkan kesalahpahaman.

“Kami ingin seluruh paguyuban, baik yang berada di sisi timur maupun tengah, bisa bergerak selaras. Jika data pedagang sudah tersusun dengan benar, maka pembangunan pun dapat mengikuti kebutuhan mereka,” jelasnya.

Image Not Found
Kawasan Pasar Sayur Magetan. Foto : Kusnanto-Sinergia

Kiki menegaskan bahwa pembangunan Pasar Sayur masih memasuki tahapan penyusunan persyaratan, termasuk verifikasi pedagang yang nantinya akan menempati area setelah revitalisasi.

“Dengan adanya audiensi ini, kami jadi lebih memahami kondisi di lapangan. Seluruh data yang masuk akan kami cocokkan dengan rencana pembangunan agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari,” ungkapnya.

Terkait wacana relokasi pedagang yang sempat berkembang, Kiki meluruskan bahwa pemindahan pedagang selama ini dilakukan bertahap dan baru menyasar pedagang di area timur pasar.

“Relokasi kemarin sebenarnya baru tahap awal dan hanya untuk pedagang sisi timur. Paguyuban di area lain memang belum termasuk dalam tahap tersebut, tetapi tetap akan kami koordinasikan sesuai perencanaan,” terangnya.

Ia juga menambahkan bahwa wacana pemindahan pedagang secara total belum memungkinkan karena keterbatasan lahan. Disperindag pun akan kembali menggelar audiensi yang melibatkan seluruh paguyuban setelah Lebaran.

“Kami masih punya rentang waktu sekitar satu bulan pasca-Lebaran. Rencananya akan ada audiensi lanjutan untuk menyatukan persepsi dan mencari keputusan terbaik,” imbuhnya.

Sementara itu, perwakilan Paguyuban Pedagang Mandiri Pasar Sayur, Afandi, menjelaskan bahwa audiensi tersebut bukan bentuk keberatan atau tuntutan, melainkan keinginan untuk memastikan komunikasi antara pedagang dan Disperindag tetap terbuka.

“Kami hadir bukan untuk menekan, tetapi untuk menyampaikan masukan dan menjalin komunikasi yang baik. Paguyuban kami sudah resmi berbadan hukum, jadi kami ingin turut dilibatkan dalam pembahasan,” ujarnya.

Ia menyampaikan bahwa paguyuban yang berdiri sejak 2013 itu menaungi sekitar 400–500 pedagang aktif, seluruhnya tercatat sebagai anggota.

“Sekitar empat ratus hingga lima ratus pedagang sudah menjadi anggota resmi dan memiliki kartu keanggotaan,” jelasnya.

Afandi berharap proses penataan Pasar Sayur dapat mengakomodasi kepentingan pedagang sehingga berdampak positif pada kondisi usaha mereka.

“Harapan kami, Pasar Sayur bisa tertata lebih baik—bersih, rapi, dan memberikan kenyamanan. Jika pasar berkembang, tentu pedagang juga bisa merasakan peningkatan kesejahteraan. Kami siap mendukung upaya pemerintah,” pungkasnya.(Kusnanto).

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Kris

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perkara Laporan Palsu Kembali Terjadi di Magetan, Ternyata Uang Gaji Habis untuk Trading

    Perkara Laporan Palsu Kembali Terjadi di Magetan, Ternyata Uang Gaji Habis untuk Trading

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 278
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Seorang pria berinisial AS (26), warga Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan, harus berurusan dengan aparat Polsek Maospati setelah laporan kehilangan sepeda motor yang ia sampaikan ternyata palsu. AS sebelumnya mengaku menjadi korban pencurian motor dan uang gaji di sekitar Puskesmas Maospati pada 10 Desember 2025 lalu. Namun penyelidikan polisi mengungkap bahwa cerita […]

    Bagikan
  • Polres Madiun Kota Limpahkan Berkas Perkara Pembunuhan Verind ke JPU

    Polres Madiun Kota Limpahkan Berkas Perkara Pembunuhan Verind ke JPU

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 252
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Kasus pembunuhan terhadap Verind Wibowo Putra warga Kelurahan Demangan Kecamatan Taman Kota Madiun akan segera masuk ke meja hijau pengadilan. Serangkaian penyelidikan dan pemeriksaan saksi telah dilakukan oleh penyidik, termasuk terhadap tersangka MR (16). Satreskrim Polres Madiun Kota telah melimpahkan berkas perkara pembunuhan remaja 19 tahun pada (01/01/2026) dini hari […]

    Bagikan
  • Mengintip Keindahan Seni Ukir Buah dan Sayur di Ponorogo

    Mengintip Keindahan Seni Ukir Buah dan Sayur di Ponorogo

    • calendar_month Rabu, 1 Okt 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 156
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Buah dan sayur biasanya hanya tersaji di meja makan sebagai pelengkap hidangan. Namun, di tangan kreatif para siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Ponorogo, aneka buah dan sayur itu disulap menjadi karya seni unik nan indah. Dengan bermodal pisau kecil, semangka, melon, hingga labu, para siswa SMKN 2 Ponorogo mengubah bahan […]

    Bagikan
  • Razia Gabungan Lapas Ngawi, Petugas Temukan Ponsel Android hingga Gunting

    Razia Gabungan Lapas Ngawi, Petugas Temukan Ponsel Android hingga Gunting

    • calendar_month Selasa, 28 Okt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 177
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Lapas Kelas IIB Ngawi menggelar razia gabungan bersama TNI dan Polri sebagai tindak lanjut arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas) dan Direktur Keamanan dan Ketertiban (Dirpamintel).  Kalapas IIB Ngawi Iwan Setiawan mengatakan hal ini bertujuan memperkuat deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban di dalam lapas. Razia dipimpin langsung oleh Plh. […]

    Bagikan
  • Sebuah Warung di Madiun Hangus Terbakar, Kerugian Capai Rp. 50 Juta

    Sebuah Warung di Madiun Hangus Terbakar, Kerugian Capai Rp. 50 Juta

    • calendar_month Kamis, 20 Nov 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 129
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab.Madiun – Sebuah warung milik Sujoko, warga Desa Jetis, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, terbakar pada Rabu (19/11) sekitar pukul 19.20 WIB. Api dengan cepat membesar lantaran bangunan warung didominasi material kayu. Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Satpol PP dan Damkar Kabupaten Madiun, Andi Koerniawan, mengatakan pihaknya langsung menerjunkan satu unit mobil pemadam setelah menerima […]

    Bagikan
  • Pasien DBD di RS Muslimat Ponorogo Terus Bertambah

    Pasien DBD di RS Muslimat Ponorogo Terus Bertambah

    • calendar_month Sabtu, 11 Jan 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 203
    • 0Komentar

    Sinergia – Kab Ponorogo | Rumah Sakit Muslimat Ponorogo mencatat lonjakan jumlah pasien demam berdarah dengue (DBD) sejak awal Januari 2025. Hingga saat ini, 14 pasien telah dirawat akibat penyakit dari gigitan nyamuk Aedes aegypti tersebut. Salah satu pasien, Muhammad Hilman, menceritakan pengalamannya dirawat di rumah sakit setelah mengalami demam tinggi selama beberapa hari. “Setelah […]

    Bagikan
expand_less