Berita Terkini
Trending Tags

Revitalisasi Pasar Sayur Dimatangkan, Ada Miskomunikasi soal Relokasi

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
  • visibility 146
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Disperindag Kabupaten Magetan menggelar pertemuan dengan Paguyuban Pedagang Mandiri Pasar Sayur. Foto : Kusnanto-Sinergia

Sinergia | Magetan – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Magetan menggelar pertemuan dengan Paguyuban Pedagang Mandiri Pasar Sayur, Selasa (10/2/2026). Forum dialog tersebut menjadi ruang bagi pemerintah dan pedagang untuk menyamakan persepsi soal rencana penataan dan pembangunan Pasar Sayur Magetan.

Sekretaris Disperindag Magetan, Kiki Indriyani, menyebut audiensi itu penting untuk memastikan seluruh data pedagang dari berbagai paguyuban yang beraktivitas di area pasar dapat diselaraskan. Ia mengaku baru mengetahui bahwa Paguyuban Pedagang Mandiri Pasar Sayur sudah mengantongi legalitas resmi.

“Dari pertemuan ini kami mendapatkan informasi baru bahwa Paguyuban Pedagang Mandiri ternyata telah memiliki akta notaris dan beroperasi sebagai paguyuban resmi di area tengah pelataran pasar,” tutur Kiki.

Ia menjelaskan, keberadaan beberapa paguyuban di Pasar Sayur, yang masing-masing menaungi pedagang di zona berbeda, perlu dicairkan menjadi satu alur komunikasi agar pembangunan tidak menimbulkan kesalahpahaman.

“Kami ingin seluruh paguyuban, baik yang berada di sisi timur maupun tengah, bisa bergerak selaras. Jika data pedagang sudah tersusun dengan benar, maka pembangunan pun dapat mengikuti kebutuhan mereka,” jelasnya.

Image Not Found
Kawasan Pasar Sayur Magetan. Foto : Kusnanto-Sinergia

Kiki menegaskan bahwa pembangunan Pasar Sayur masih memasuki tahapan penyusunan persyaratan, termasuk verifikasi pedagang yang nantinya akan menempati area setelah revitalisasi.

“Dengan adanya audiensi ini, kami jadi lebih memahami kondisi di lapangan. Seluruh data yang masuk akan kami cocokkan dengan rencana pembangunan agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari,” ungkapnya.

Terkait wacana relokasi pedagang yang sempat berkembang, Kiki meluruskan bahwa pemindahan pedagang selama ini dilakukan bertahap dan baru menyasar pedagang di area timur pasar.

“Relokasi kemarin sebenarnya baru tahap awal dan hanya untuk pedagang sisi timur. Paguyuban di area lain memang belum termasuk dalam tahap tersebut, tetapi tetap akan kami koordinasikan sesuai perencanaan,” terangnya.

Ia juga menambahkan bahwa wacana pemindahan pedagang secara total belum memungkinkan karena keterbatasan lahan. Disperindag pun akan kembali menggelar audiensi yang melibatkan seluruh paguyuban setelah Lebaran.

“Kami masih punya rentang waktu sekitar satu bulan pasca-Lebaran. Rencananya akan ada audiensi lanjutan untuk menyatukan persepsi dan mencari keputusan terbaik,” imbuhnya.

Sementara itu, perwakilan Paguyuban Pedagang Mandiri Pasar Sayur, Afandi, menjelaskan bahwa audiensi tersebut bukan bentuk keberatan atau tuntutan, melainkan keinginan untuk memastikan komunikasi antara pedagang dan Disperindag tetap terbuka.

“Kami hadir bukan untuk menekan, tetapi untuk menyampaikan masukan dan menjalin komunikasi yang baik. Paguyuban kami sudah resmi berbadan hukum, jadi kami ingin turut dilibatkan dalam pembahasan,” ujarnya.

Ia menyampaikan bahwa paguyuban yang berdiri sejak 2013 itu menaungi sekitar 400–500 pedagang aktif, seluruhnya tercatat sebagai anggota.

“Sekitar empat ratus hingga lima ratus pedagang sudah menjadi anggota resmi dan memiliki kartu keanggotaan,” jelasnya.

Afandi berharap proses penataan Pasar Sayur dapat mengakomodasi kepentingan pedagang sehingga berdampak positif pada kondisi usaha mereka.

“Harapan kami, Pasar Sayur bisa tertata lebih baik—bersih, rapi, dan memberikan kenyamanan. Jika pasar berkembang, tentu pedagang juga bisa merasakan peningkatan kesejahteraan. Kami siap mendukung upaya pemerintah,” pungkasnya.(Kusnanto).

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Kris

Rekomendasi Untuk Anda

  • Nahas, Cari Ikan di Jam Sekolah, Pelajar MTs di Ponorogo Tewas Tenggelam

    Nahas, Cari Ikan di Jam Sekolah, Pelajar MTs di Ponorogo Tewas Tenggelam

    • calendar_month Kamis, 13 Feb 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 64
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Seorang pelajar Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Ponorogo ditemukan tewas tenggelam di Sungai Genting, Desa Menang, Kecamatan Jambon, Kamis (13/2/2025). Insiden ini terjadi saat jam sekolah. Ketika itu, korban bersama teman-temannya pergi berburu ikan mabuk di sungai. Korban, Revaldo Novanda Putra (12), siswa kelas 1 MTs meninggalkan sekolah saat jam istirahat […]

    Bagikan
  • Geger! Jasad Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan Membusuk di Sungai Dam Kedungputri Ngawi

    Geger! Jasad Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan Membusuk di Sungai Dam Kedungputri Ngawi

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 162
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Warga Desa Kedungputri, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi digegerkan dengan penemuan jasad perempuan tanpa identitas di aliran sungai Dam Kedungputri, Minggu (29/3/2026) siang. Saat ditemukan, kondisi korban sudah membusuk dan tersangkut di rumpun bambu di tengah aliran sungai. Peristiwa ini pertama kali diketahui warga sekitar pukul 12.30 WIB, setelah tercium bau menyengat […]

    Bagikan
  • Pasca Asesmen KPK, Bupati Sugiri : Kesalahan Itu Kaca Benggala

    Pasca Asesmen KPK, Bupati Sugiri : Kesalahan Itu Kaca Benggala

    • calendar_month Senin, 27 Okt 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 50
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Pemerintah Kabupaten Ponorogo menegaskan komitmennya menindaklanjuti hasil asesmen Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait pembenahan tata kelola pemerintahan daerah. Hal itu disampaikan Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko seusai menghadiri undangan KPK dalam kegiatan pembinaan pengelolaan APBD tahun 2024–2026. “Seluruh Jawa Timur diundang, kita nomor 23,” ujar Sugiri. Ia menilai, evaluasi KPK merupakan bentuk […]

    Bagikan
  • Arah RKPD 2027 Dipaparkan, Pemkab Magetan Fokus Perkuat SDM, Infrastruktur, dan Ekonomi Berbasis Potensi Lokal

    Arah RKPD 2027 Dipaparkan, Pemkab Magetan Fokus Perkuat SDM, Infrastruktur, dan Ekonomi Berbasis Potensi Lokal

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 92
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Pemerintah Kabupaten Magetan membeberkan arah kebijakan dan prioritas pembangunan dalam Rancangan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2027 melalui forum Musrenbang yang digelar di Pendopo Surya Graha, Kamis (26/3/2026). Rancangan tersebut mencerminkan keseriusan pemerintah untuk mempercepat pembangunan daerah dengan menitikberatkan pada peningkatan sumber daya manusia (SDM), pemerataan infrastruktur, serta penguatan sektor […]

    Bagikan
  • Mayat Perempuan Membusuk di Rumah Gegerkan Warga Pilangbango

    Mayat Perempuan Membusuk di Rumah Gegerkan Warga Pilangbango

    • calendar_month Rabu, 19 Mar 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 61
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Warga Kelurahan Pilangbango, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun, dihebohkan dengan penemuan mayat seorang perempuan bernama Titik Soeharijanti, 68 tahun, yang meninggal dunia di rumahnya pada Rabu (19/03/2025). Menurut keterangan salah satu warga sekitar, Anton, peristiwa itu bermula ketika seorang tukang pos yang hendak mengirim surat ke rumah Titik tidak mendapat respons […]

    Bagikan
  • Pemkab Madiun Rumuskan Strategi Pengelolaan Sampah Terpadu, Jajaki Gandeng Badan Usaha

    Pemkab Madiun Rumuskan Strategi Pengelolaan Sampah Terpadu, Jajaki Gandeng Badan Usaha

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 109
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Sampah menjadi persoalan yang tidak bisa dianggap remeh oleh pemerintah. Dampak sampah tidak hanya soal lingkungan, namun juga merambah ke berbagai aspek krusial lainnya yang mempengaruhi kehidupan manusia. Seperti halnya sektor kesehatan, ekonomi, sosial dan keamanan serta perubahan iklim. Berkaca pada hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Madiun melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) tengah […]

    Bagikan
expand_less