
Sinergia | Magetan – Hujan deras yang mengguyur wilayah Magetan memicu bencana tanah longsor kembali. Seorang petani bernama Pardi, warga Dusun Dagung, Desa Bedagung, Kecamatan Panekan, nyaris kehilangan nyawa setelah tertimbun material longsor di area kebun, Selasa (11/11/2025) sore.
Peristiwa terjadi ketika korban hendak menuju sawah di tengah cuaca gerimis setelah hujan lebat. Saat melintas di kebun milik warga bernama Purwanto, tiba-tiba tanah di lereng setinggi sekitar 15 meter ambles dan menimpa tubuhnya.
Kapolsek Panekan, AKP Haryono menuturkan kondisi tanah yang labil menjadi penyebab utama longsor.
“Korban terpeleset di area kebun yang miring dan terkena longsoran tanah. Hujan deras sebelumnya membuat struktur tanah rapuh. Akibatnya, tangan kiri korban patah dan kini dirawat di RSUD dr Sayidiman Magetan,” ujar AKP Haryono, Selasa malam.
Ketika itu, jeritan Pardi sempat terdengar oleh Sarmin, warga sekitar yang sedang memeriksa saluran air sawah. Ia segera bergegas menolong korban dan menghubungi anaknya, Sukir, untuk membantu evakuasi.
“Korban dibawa keluar dari lokasi menggunakan gendongan menuju rumah warga terdekat untuk mendapatkan pertolongan awal,” terang Haryono.
Usai insiden itu, aparat Polsek Panekan bersama pemerintah desa mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama yang beraktivitas di lahan miring atau kawasan perbukitan.
“Kami mengingatkan warga agar berhati-hati, karena di sejumlah titik Desa Bedagung tanahnya rentan longsor,” tegasnya.
Sebelumnya, bencana serupa juga terjadi di Desa Gonggang, Kecamatan Poncol, pada Senin (10/11/2025). Dua pengendara motor tertimpa longsoran tebing setinggi 30 meter dan menyebabkan satu orang meninggal dunia.
Rangkaian peristiwa dalam dua hari terakhir ini menjadi peringatan bagi warga Magetan untuk siaga menghadapi potensi longsor, seiring tingginya curah hujan di wilayah pegunungan.(Nan/Krs)