Terungkap! Dua Emak-emak Curi Susu Formula di Toko Ponorogo, Diselipkan di Balik Rok
- account_circle Ega Patria
- calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
- visibility 13
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ponorogo – Aksi pencurian susu formula terjadi di sebuah toko di Desa Bancar, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo, Jumat (23/1/2026). Ironisnya, pelaku pencurian tersebut merupakan dua perempuan paruh baya atau emak-emak yang nekat menyembunyikan barang curian di balik rok mereka. Kedua pelaku datang ke lokasi menggunakan sebuah mobil.
Namun, kecurigaan pemilik toko, Dian Setyo Budi, muncul karena kendaraan yang mengantar mereka tidak diparkir di depan toko. Dian kemudian memantau gerak-gerik kedua wanita tersebut melalui pengawasan langsung dan kamera CCTV.
Kecurigaan semakin menguat ketika keduanya langsung menuju etalase susu formula tanpa mengambil keranjang belanja. Tak lama berselang, Dian mendapati stok susu formula di etalase berkurang drastis, padahal toko baru saja dibuka.
Selain itu, kedua pelaku terlihat berusaha menghindari pantauan kamera pengawas saat berada di dalam toko. Dian pun menduga keduanya menyembunyikan susu formula di balik pakaian yang dikenakan.
“Modusnya itu dua orang ini memasukkan susu formula dengan cara dijepit di kedua kakinya,” ujar Dian kepada wartawan.
Saat hendak melakukan pembayaran di kasir, Dian menghentikan kedua terduga pelaku dan menggiring mereka ke gudang untuk dilakukan pemeriksaan. Dari hasil pemeriksaan, ditemukan empat kardus susu formula yang disembunyikan di balik rok kedua pelaku. Total kerugian akibat aksi tersebut ditaksir mencapai Rp. 700 ribu.
“Yang dicuri susu formula ada empat kardus. Satu orang membawa dua kardus,” tambahnya.
Sementara itu, mobil yang diduga digunakan komplotan pencuri justru melarikan diri saat aksi pencurian terbongkar. Kedua pelaku akhirnya diamankan dan diserahkan ke pihak kepolisian untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Berdasarkan keterangan sementara, salah satu pelaku diketahui bernama Alfiah, warga asal Pasuruan. Sementara satu pelaku lainnya mengaku berasal dari Semarang dan tidak membawa identitas diri. Polisi masih mendalami kasus ini, termasuk memburu pelaku lain yang diduga terlibat. (ega/krs).
- Penulis: Ega Patria

