
Sinergia | Kota Madiun – Pelaksanaan Operasi Zebra Semeru 2025 yang digelar serentak mulai 17 hingga 30 November membawa dampak positif bagi situasi lalu lintas di wilayah hukum Polres Madiun Kota. Data kepolisian menunjukkan penurunan pada angka pelanggaran yang ditindak melalui tilang elektronik (ETLE), serta penurunan jumlah kecelakaan lalu lintas dibandingkan tahun sebelumnya.
AKP Nanang Cahyono, Kasatlantas Polres Madiun Kota, menjelaskan bahwa operasi tahun ini mengedepankan pendekatan humanis dalam penindakan. Selain ETLE, petugas juga memaksimalkan mekanisme teguran langsung kepada para pelanggar.
“Selama Operasi Zebra Semeru 2025 yang dimulai 17 hingga 30 November, kami melakukan penindakan baik manual maupun melalui ETLE. Tahun ini kami mengutamakan penindakan humanis, berupa teguran maupun ETLE,” ujar AKP Nanang.
Ia memaparkan bahwa jumlah tilang elektronik mengalami penurunan. Pada 2024 tercatat sebanyak 1.416 pelanggaran melalui ETLE, sementara tahun ini turun menjadi 1.180 kasus. Sebaliknya, jumlah teguran justru meningkat dari 5.628 pada 2024 menjadi 6.346 pada 2025.
Menurut AKP Nanang, dominasi pelanggaran masih didominasi pengendara yang tidak menggunakan helm serta beberapa pengendara yang melawan arus. Penindakan ETLE banyak dilakukan di titik rawan pelanggaran, seperti perempatan dan pertigaan di wilayah hukum Polres Madiun Kota.
“Untuk teguran ETLE yang paling banyak didominasi pelajar. Meski yang mengendarai adalah orang tua, namun pelanggarnya remaja, terutama saat berboncengan tetapi anak tidak diberi helm. Ini tentu sangat berbahaya,” jelasnya.
Dalam aspek kecelakaan lalu lintas, Operasi Zebra Semeru 2025 turut menurunkan angka kejadian. Pada 2024 tercatat 14 kasus kecelakaan, sedangkan pada periode operasi tahun ini turun menjadi 10 kejadian.
“Penurunan ini tidak lepas dari peran masyarakat yang semakin patuh terhadap rambu lalu lintas. Selain itu, kehadiran personel di lapangan juga memberi dampak positif dalam menekan angka kecelakaan,” tambahnya.
Polres Madiun Kota berharap tren positif ini dapat terus berlanjut, seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap keselamatan berlalu lintas. (Sur/Krs)